Anak Pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi yang Berusia 18 tahun ‘Tewas Dalam Perang di Suriah’

Salah seorang putra dari pimpinan kelompok militan yang menyebut diri Negara Islam (ISIS) Abu Bakr al-Baghdadi, tewas dalam sebuah pertempuran di Suriah, tulis satu kanal berita ISIS.

Keberadaan al-Baghdadi tidak diketahui sejak September 2017.

Baranews.co – Salah seorang putra dari pimpinan kelompok militan yang menyebut diri Negara Islam (ISIS) Abu Bakr al-Baghdadi, tewas dalam sebuah pertempuran di Suriah, tulis satu kanal berita ISIS.

Putra al-Baghdadi yang bernama Hudhayfah al-Badri itu disebut tewas dalam “operasi komando” melawan pemerintah Suriah dan tentara Rusia, di sebuah pembangkit listrik di Provinsi Homs, ungkap pesan di Telegram.

Tidak ada detail lain terkait tewasnya al-Badri, tetapi pesan itu menyertakan foto seorang anak muda yang mengangkat senapan.

Keberadaan ayahnya sendiri, belum diketahui. Namun, dari pesan yang beredar itu terkesan bahwa al-Baghdadi masih hidup.

baghdadiHak atas fotoGETTY IMAGES
Image captionPemerintah Amerika pernah menahan al-Baghdadi selama 10 bulan di Irak pada tahun 2004 lalu.

Baghdadi sebelumnya telah beberapa kali dilaporkan tewas. Amerika Serikat menawarkan hadiah senilai US$25 juta bagi informasi yang dapat mengarah ke penangkapan dirinya.

Keberadaannya tidak lagi diketahui sejak September 2017, ketika dia meminta para pendukungnya untuk menyerang Barat sembari terus berperang di Suriah dan Irak.

Sejauh ini, sangat sedikit yang diketahui tentang keluarga pimpinan ISIS itu.

Pakar terorisme yang menjadi penasihat pemerintah Irak, Hisham al-Hashimi menyebut bahwa Hudhyfah al-Badri lahir di Kota Samarra, Irak, pada tahun 2000.

Al-Hashimi mengatakan Hudhayfah menjadi kurir pribadi al-Baghdadi dan lembaga eksekutif ISIS. Ia diyakini terlihat terakhir kali pada September 2017 di Hajin, kota di Suriah timur.

Pada Mei lalu, Hashimi menyebut keberadaan Baghdadi terdesak setelah Irak menangkap lima pentolan ISIS.

Salah satunya adalah Ismail al-Ithawi, yang dikenal sebagai tangan kanan al-Baghdadi. Dia disebut ditangkap di Turki pada bulan Februari dan kemudian diekstradisi ke Irak.

Al-Ithawi dilaporkan membantu intelijen Irak menangkap empat pemimpin senior ISIS lainnya.

isis victimsHak atas fotoGETTY IMAGES
Image captionPerang melawan ISIS telah membuat banyak warga Suriah mengungsi.

ISIS telah kehilangan banyak teritori yang mereka sebut akan dijadikan “kekhalifahan”.

Kelompok ini sekarang hanya menguasai sejumlah kecil wilayah di Suriah, yang terus diserang pasukan propemerintah Suriah, pejuang Kurdi yang dibantu koalisi Amerika, serta tentara Arab.

Pemerintah Irak pada Desember lalu juga telah mendeklarasikan kemenangan dalam perang melawan ISIS.

Namun, tentaranya masih terus melakukan berbagai operasi melawan milisi di sejumlah area gurun terpencil di perbatasan Suriah. (bbc.com/hp)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*