Jadi Tersangka, Penoyor Anak Menpora Kena Wajib Lapor & Tidak Ditahan

Polres Metro Jakarta Selatan telah menetapkan pelaku penoyoran anak Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi sebagai tersangka. Pria tersebut berinisial HP yang diketahui suporter tim Persija Jakarta.

Kepala Bagian Hukum Kemenpora Yusuf Suparman melaporkan insiden pemukulan yang dialami Ahmad Siroj F.

Baranews.co – Polres Metro Jakarta Selatan telah menetapkan pelaku penoyoran anak Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi sebagai tersangka. Pria tersebut berinisial HP yang diketahui suporter tim Persija Jakarta.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Stefanus Tamuntuan mengatakan, meskipun sudah tersangka HP tak ditahan. Alasannya, lantaran yang bersangkutan bersikap kooperatif saat diperiksa polisi.

“Ya sudah status tersangka. Hanya wajib lapor saja, tidak ditahan,” katanya kepada merdeka.com, Senin (2/7).

Meski begitu, katanya, yang bersangkutan dapat dikenakan Pasal 351 tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman lima tahun penjara atas perbuatannya.

Dalam kasus ini, lanjut Stefanus, HP sendiri diketahui menyerahkan diri pada polisi. Dia menyerahkan diri pada Sabtu (30/6) lalu.

“Betul. Yang bersangkutan menyerahkan diri ke kami,” ujarnya.

Sebelumnya, polisi menangkap oknum Jakmania yang menoyor kepala anak Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi saat laga Persija kontra Persebaya di Stadion PTIK, Jakarta Selatan, Selasa (26/6).

“Yang diduga pelaku sudah diamankan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Sabtu (30/6).

Menurut Argo, laporan terkait perkara tersebut sudah dibuat pada Jumat (29/6) malam kemarin. Tidak lama, polisi bergegas mencari terlapor dan langsung dibawa ke Polres Jakarta Selatan.

“Sedang dimintai keterangan,” jelas Argo.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Stefanus Tamuntuan menambahkan, aduan langsung dibuat sendiri oleh korban. Laporan tersebut bernomor LP/1143/K/VI/2018/PMJ/Restro Jaksel dengan nama korban tercantum Ahmad Sirou Fadlolloh.

“Dari korban sendiri dan kuasa hukumnya,” kata Stefanus.

Pelaku terancam Pasal 351 juncto 335 KUHP dengan dugaan penganiayaan dan perbuatan memaksa dengan kekerasan.

Dalam video yang tersebar di sosial media, putra Imam Nahrawi saat itu diusir dari tribun penonton. Hal itu lantaran ekspresi senang yang diluapkan saat penyerang Persebaya Rishadi Fauzi, mencetak gol ke gawang Persija pada menit ke-20.

Kepala putra Imam Nahrawi pun kena toyor. Sebelum semakin memanas, sejumlah suporter lain merelai perselisihan tersebut dan menenangkan suasana. (merdeka.com/hp)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*