Melacak Unsur Aktif Biologis Tanaman Buat Kosmetika Alami

Ilustrasi (Sumber: herbal.healthinsurcover.com)

Ilmuwan Eropa mulai meneliti 2000 spesies tanaman untuk menguak misteri unsur aktif biologisnya. Senyawa ini akan digunakan di industri kosmetika sekaligus memperkaya khazanah kedoktern.

Baranews.co – Kebanyakan tanaman di planet Bumi, masih jadi misteri bagi ilmu pengetahuan. Kita tahu wujudnya, tapi komposisi kimianya belum dianalisis sepenuhnya. Sekitar 2.000 spesies tanaman dari seluruh dunia dikoleksi sebagai bagian sebuah proyek riset Eropa. Terutama tanaman yang berasal dari kawasan Laut Tengah, yang sejak berabad-abad digunakan sebagai bahan kosmetik atau obat-obatan.

“Yunani khususnya cekungan Mediterania adalah salah satu hotspot biodiversitas global. Banyak tanaman di sini endemik dan unik. Kami mengoleksi tanaman untuk meneliti dan menemukan Unsur Aktif yang dikandungnya”, ujar Nikolas Fokialakis, peneliti farmasi dari University of Athens.

Para peneliti mengisolasi senyawa individual dari ekstrak tanaman. Mencari molekul biologis aktif, yang bisa digunakan industri kosmetik.

Dimitris Kletsas, peneliti biologi penuaan sel menjelaskan lebih lanjut: “Salah satu penyebab penuaan kulit adalah paparan stres, misalnya radiasi ultraviolet. Jika kami bisa menemukan senyawa yang melindungi sel dari Radiasi ini dan meningkatkan mekanisme pertahanan sel, itu mungkin bisa digunakan sebagai pelindung kulit. Atau mencegah penuaan dini sel.”

Metode baru isolasi unsur aktif biologis

Di masa lalu, peneliti harus memproses berkilo-kilo tanaman untuk mengisolasi senyawa individual. Sekarang dengan peralatan terbaru, semua substansi kimia dari tanaman dapat diperoleh dari beberapa gram ekstrak tanaman.

Professor Leandros Skaltsounis, ahli farmasi dari University of Athens mengungkapkan:”Hasil penting dari proyek riset ini adalah pustaka senyawa bio aktif. Saat ini kami meneliti aktivitas biologis bagi kegunaan relevan kosmetika atau agrokimia. Tapi di masa depan, pustaka ini bisa digunakan untuk tujuan lain, misalnya tes diabetes, kanker atau penyakit lainnya.”

Ekstrak tanaman merupakan campuran dari beragam molekul. Beberapa di antaranya sudah diteliti, yang lainnya objek baru bagi sains.  Peneliti menyimpan yang disebut “sidik jari”molekuler  dalam sebuah basis data, yang memungkinkan mereka fokus pada temuan baru.

Pabrik bergabung dengan lembaga riset

Sebuah pabrik Kosmetik di Yunani menggunakan ekstrak tanaman dan bahan alamiah lainnya untuk membuat produknya. Pabrik ini bergabung dengan pusat penelitian dan universitas untuk membuat formula baru menggunakan temuan dari penelitian.

Pakar biologi molekuler Marianna Ralli memaparkan:”Karakteristik yang kami cari untuk ekstrak dan senyawa adalah tiga kunci kualitas relevan untuk kosmetik: aksi antioksidan, efek memutihkan dan proteksi UV.”

Perusahaan industrial akan mengambil alih riset dari lembaga sains, untuk meneliti sejauh mana efisiensi molekul bio aktif baru itu, dan bagaimana cara terbaik untuk mengintegrasikannya ke dalam produk baru. [as/vlz (DW Inovator)/dw.com/swh].

Be the first to comment

Leave a Reply