KEPALA DAERAH – Semangat Idul Fitri Diharapkan Berlangsung Hingga Pilkada

Surat Suara Pilkada Kabupaten Bogor – Petugas gudang Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bogor bersiap menyortir surat suara pemilihan bupati dan wakil bupati dalam Pilkada Serentak 2018 di Gudang KPU Kabupaten Bogor, Sukahati, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (4/6/2018). Peesiapan logistik dan suart suara di KPU Kabupaten Bogor untuk pemilihan bupati dan wakil bupati sudah 80 persen siap. (Sumber: KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO).

Jakarta, Baranews.co – Pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak 2018 kurang dari dua pekan lagi. Kontestasi politik lima tahunan ini telah menyedot energi banyak pihak, mulai dari persiapan hingga masa kampanye yang telah berlangsung beberapa lama.

Pelaksanaan pilkada hanya berselang kurang dari dua pekan dari Idul Fitri (15/6/2018). Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo berharap, suasana silaturahim yang masih terasa kental saat ini akan menular pada pelaksanaan pilkada pada 27 Juni mendatang.

”Semangat Idul Fitri yang bertumpu pada kegiatan silaturahim hendaknya menjadi langgam damai yang mendasari pelaksanaan pilkada. Idul Fitri menghadirkan nuansa kekeluargaan, kekerabatan yang kental. Pilkada pun seharusnya hadir dalam langgam yang serupa,” kata Tjahjo.

KOMPAS/LASTI KURNIA

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo

Ia melanjutkan, pelaksanaan kontestasi politik yang waktunya berdekatan dengan perayaan Idul Fitri bagi sebagian besar rakyat Indonesia menjadi momen untuk membangun kesadaran menjaga harmoni dan persaudaraan. Momentum ini juga menjadi waktu yang tepat bagi seluruh bangsa Indonesia untuk merajut persaudaraan dan menjaga kedamaian.

Pilihan politik, menurut mantan Sekretaris Jenderal PDI-P ini, merupakan hal yang asasi dalam negara demokrasi, seperti di Indonesia.

”Pilihan yang berbeda dalam sebuah kontestasi politik tidak harus menjauhkan dan menghilangkan rasa kekeluargaan, kekerabatan, persatuan dan kesatuan sebagai sebuah bangsa. Kita harus menjaga dan merawatnya. Ini pun yang saya yakini sebagai bagian dari semangat Idul Fitri,” ujarnya.

Pilihan yang berbeda dalam sebuah kontestasi politik tidak harus menjauhkan dan menghilangkan rasa kekeluargaan, kekerabatan, persatuan dan kesatuan sebagai sebuah bangsa. Kita harus menjaga dan merawatnya. Ini pun yang saya yakini sebagai bagian dari semangat Idul Fitri

Tjahjo juga menyerukan beberapa imbauan terkait pelaksanaan pilkada serentak. Masyarakat diharapkan hadir dan menyalurkan hak suaranya ke tempat pemungutan suara (TPS) yang sudah ditentukan. Tidak boleh ada diintimidasi saat penggunaan hak pilih.

”Pesta demokrasi harus menghadirkan kegembiraan. Bukan ketakutan,” ujarnya.
Kepada penyelenggara dan pengawas pilkada, Tjahjo meminta agar mereka bekerja secara profesional. Begitu juga dengan tim sukses dari setiap pasangan calon diharapkan agar menjaga momentum Idul Fitri ini untuk tetap menjaga tensi politik terkelola dengan baik.

Kondusif

Wakil Kepala Kepolisian Negara RI Komisaris Jenderal Syafruddin menyatakan, Polri telah memetakan kerawanan tiap daerah secara khusus berdasarkan karakteristik wilayah masing-masing. Dari hasil pemetaan tersebut, Polri memastikan situasi akan berjalan kondusif.

Sejumlah daerah, seperti Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT), tambah Syafruddin, perlu diantisipasi karena letak geografisnya. Demikian pula Kalimantan Barat karena sejarah konfliknya serta Pulau Jawa yang jumlah penduduknya sangat besar.

”Semua kami antisipasi secara khusus daerah-daerah tersebut. Tidak ada yang buat kami overconfident (terlalu percaya diri). Akan tetapi, kami juga tidak boleh pesimistis,” ujar Syafruddin.

NINO CITRA ANUGRAHANTO UNTUK KOMPAS

Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Syafruddin.

Sejauh ini, sebanyak 171 daerah akan menggelar pilkada. Rinciannya, sebanyak 17 pilkada digelar di provinsi, 39 di kota, dan 115 di kabupaten. Jumlah daerah penyelenggara pilkada kali ini lebih banyak dibandingkan dengan Pilkada 2017 yang hanya berlangsung di 101 daerah.

”Sejauh ini baik-baik saja. Kondusif, ya, sudah masuk tahapan-tahapan terakhir dan kita berdoa semua agar bisa berjalan dengan lancar dan bangsa Indonesia dapat berdemokrasi dengan baik sehingga kita bisa memilih para pemimpin di daerah yang berkualitas sesuai harapan,” kata Syafruddin.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto pun menyatakan, sejauh ini situasi dan kondisi politik dan keamanan wilayah cukup aman dan terjaga. Siapa pun yang mencoba mengusik keamanan akan berhadapan dengan aparat kepolisian yang dibantu oleh TNI.

”Jangan coba-coba pokoknya,” kata Hadi kepada Kompas, seusai open house di Istana Bogor, Jumat lalu.

Sebelumnya, untuk menyambut Lebaran, Hadi juga menggelar video conference dengan jajaran TNI se-Indonesia. Dalam video conference itu, Hadi menyampaikan hal-hal penting terkait pilkada Juni mendatang, persiapan Asian Games 2018, dan KTT IMF-World Bank 2018 di Bali. (NIKOLAUS HARBOWO, MAHDI MUHAMMAD, Dan SUHARTONO/Harian KOMPAS).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*