PIALA DUNIA 2018 – Deplu AS: Teroris Terus Merencanakan Serangan

Suasana di Stadion Luzhniki, Moskwa, Rusia, saat pembukaan Piala Dunia 2018, Kamis (14/6/2018). (Sumber: KOMPAS/YULVIANUS HARJONO).

Washington DC, Baranews.co – Departemen Luar Negeri Amerika Serikat ketika mengeluarkan anjuran perjalanan atau travel advisory bagi warganya yang hendak bepergian ke Rusia, Jumat (16/6/2018) waktu di Washington DC, menyebutkan, ”teroris terus merencanakan kemungkinan serangan” di Rusia.

Meski boleh bepergian ke sejumlah tempat lain yang menjadi venue atau arena pertandingan sepak bola Piala Dunia 2018 di Rusia, beberapa tempat lainnya di negara yang dipimpin Presiden Vladimir Putin itu justru sangat dilarang.

”Kelompok teroris terus merencanakan kemungkinan serangan di Rusia,” demikian pernyataan Deplu AS dalam anjuran perjalanannya, tetapi tanpa menjelaskan secara detail seperti apa ancaman itu.

”Teroris mungkin menyerang dengan ’sedikit atau tanpa peringatan’, menyasar obyek wisata, pusat transportasi, pasar/pusat perbelanjaan, dan fasilitas pemerintah. Ancaman bom di tempat umum adalah hal biasa.”

Pertandingan Piala Dunia 2018 di Rusia berlangsung di sejumlah kota, seperti Moskwa, St Petersburg, Kazan, Sochi, Volgograd, Yekaterinburg, Kaliningrad, Nizhny Novgorod, Rostov-on-Don, Samara, dan Saransk, sejak 14 Juni hingga 15 Juli 2018.

KOMPAS/HERPIN DEWANTO (DEN)

Pelatih Portugal Fernando Santos (kedua dari kanan) dan pemain Portugal, Joao Moutinho, memberikan keterangan pers di Stadion Fisht, Sochi, Kamis (14/6/2018). Mereka menjalani laga perdana Grup B Piala Dunia Rusia 2018 melawan Spanyol, Sabtu (16/6/2018) pukul 01.00 WIB.

Jika tetap bepergian

Tempat yang disarankan untuk tidak boleh dikunjungi adalah Kaukasus Utara, termasuk Chechnya dan Gunung Elbrus. Di sana rawan kekerasan atau kerusuhan warga dan ada ancaman potensial terorisme.

Selain itu, warga AS juga dilarang ke Crimea karena adanya pendudukan asing dan pelecehan oleh otoritas yang berkuasa; tanpa menyebut Rusia dan milisi lokal pro-Rusia yang secara de facto menguasai wilayah itu.

”Jika Anda memutuskan untuk tetap melakukan perjalanan ke Rusia, hendaknya memperhatikan beberapa hal penting,” demikian pesan dalam anjuran perjalanan AS itu.

Di situs berita internal Deplu AS travel.state.gov, Washington menyarankan warganya menghindari demonstrasi, mencermati peningkatan kehadiran polisi, serta langkah-langkah keamanan di dalam dan di sekitar venue Piala Dunia dan area FIFA Fan Fest.

KOMPAS/HERPIN DEWANTO PUTRO

Para pengunjung berfoto di salah satu stan FIFA Fan Fest di Moskwa, Rusia, Minggu (10/6/2018). Fan Fest menjadi tempat penggemar sepak bola berkumpul selama Piala Dunia 2018 digelar, 14 Juni-15 Juli. Berbagai atraksi, konser, dan layar raksasa disiapkan untuk menyiarkan laga-laga Piala Dunia.

Selain itu, warga AS juga disarankan untuk terus memantau perkembangan di media massa lokal demi mengetahui perkembangan pertandingan Piala Dunia dan aktivitas lain. Selain itu, warga juga disarankan menyesuaikan rencana perjalanan dengan memperhatikan informasi dalam berita-berita media massa.

”Tetaplah waspada di lokasi yang sering dikunjungi orang Barat. Miliki dokumen perjalanan terkini dan mudah diakses,” demikian peringatan Deplu AS dalam anjuran perjalanannya itu.

Deplu AS pun menyarankan warga AS untuk tetap memantau situs perjalanan ke wilayah berisiko tinggi, yakni Travel to High-Risk Areas.

Warga AS yang bepergian ke luar negeri harus selalu memiliki rencana darurat untuk situasi darurat dan rencana untuk menghubungi keluarga agar mengetahui keamanan perjalanan.

Aplikasi ”Safe Travel”

Kementerian Luar Negeri RI pun telah membuat aplikasi ”Safe Travel” untuk WNI pelancong ke luar negeri. Lewat aplikasi itu, pelancong bisa mendapat informasi pelayanan dan perlindungan selama di luar negeri.

KOMPAS/KRIS RAZIANTO MADA

Direktur Perlindungan WNI pada Kementerian Luar Negeri Lalu M Iqbal menjelaskan aplikasi baru Kementerian Luar Negeri, Safe Travel, Kamis (5/4/2018) di Jakarta, sehari setelah peluncuran aplikasi itu.

Lewat aplikasi itu, pelancong lebih mudah mendapatkan informasi dari Kementerian Luar Negeri dan perwakilan RI di luar negeri. Peluncuran aplikasi dilakukan pada 14 April 2018. WNI agar memasangnya lewat Google Play Store.

Aplikasi berbasis multiplatform ini memudahkan WNI selama berada di luar negeri untuk mendapat informasi terkait perlindungan.

”Intinya adalah perlindungan WNI. Aplikasi Safe Travel dibuat karena negara ingin melindungi semua WNI. Negara kini hadir dalam genggaman,” kata Menlu Retno Marsudi pada saat peluncuran aplikasi itu, 14 April 2018. (AFP/REUTERS)/PASCAL S BIN SAJU/Harian KOMPAS

Be the first to comment

Leave a Reply