Denuklirisasi Korut Bisa Habiskan Dana 20 Miliar Dolar

Para pakar pengawasan senjata memperkirakan perlucutan program nuklir Korea Utara hingga tuntas akan membutuhkan waktu satu dekade dan dana 2 miliar dolar, jika kesepakatan nuklir tercapai antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un sewaktu mereka bertemu di Singapura 12 Juni.

Pusat komando uji coba nuklir Korea Utara, Punggye-ri di provinsi Hamgyong Utara, Korea Utara, 24 Mei 2018. (Foto: dok).

Baranews.co – Para pakar pengawasan senjata memperkirakan perlucutan program nuklir Korea Utara hingga tuntas akan membutuhkan waktu satu dekade dan dana 2 miliar dolar, jika kesepakatan nuklir tercapai antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un sewaktu mereka bertemu di Singapura 12 Juni.

“Kerja keras belum dimulai, dan ini akan terus menerus menguras tenaga AS, Korea Selatan, Jepang, China dan Korea Utara. Prosesnya akan membutuhkan waktu bertahun-tahun, “ kata Daryl Kimball, direktur eksekutif Asosiasi Pengawasan Senjata di Washington.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Jim Mattis di Shangri-la Dialogue di Singapura, 2 Juni 2018. (Foto: dok).
Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Jim Mattis di Shangri-la Dialogue di Singapura, 2 Juni 2018. (Foto: dok).

Presiden Trump mengatakan, ia mengharapkan hasil yang sangat positif dari KTT nuklir Korea Utara, tapi ia juga mengatakan, pertemuan itu kemungkinan akan menjadi awal sebuah proses untuk merundingkan hingga sejauh mana Korea Utara akan melakukan denuklirisasi dan detil-detil mengenai pelonggaran sanksi, bantuan ekonomi dan jaminan keamanan yang akan ditawarkan sebagai imbalan.

Menhan AS Jim Mattis mengatakan, Minggu (6/6), Korea Utara hanya akan mendapat pelonggaran sanksi setelah mengambil langkah-langkah denuklirisasi yang dapat diverifikasi dan tidak dapat dibatalkan.

Sikap ini lebih sejalan dengan pendirian pemerintah Kim yang menyatakan langkah-langkah denuklirisasi harus sesuai dengan konsesi yang diperoleh. Sikap ini berbeda dengan tuntutan yang sebelumnya disampaikan sejumlah orang dari tim keamanan nasional presiden yang menuntut agar Pyongyang sepenuhnya melucuti semua senjata perusak massalnya sebelum mendapat tawaran konsesi. (voaindonesia.com/hp)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*