10 Alasan Terburuk Tentang Tidak Memilih Perempuan Sebagai Eksekutif

Sebuah laporan yang menangani soal kesetaraan gender mengungkapkan 10 alasan terburuk mengapa berbagai perusahaan bursa saham tidak menunjuk kalangan perempuan untuk menduduki jabatan-jabatan puncak.

Berbagai perusahaan bursa saham didera permasalahan kesetaraan gender.

Baranews.co – Sebuah laporan yang menangani soal kesetaraan gender mengungkapkan 10 alasan terburuk mengapa berbagai perusahaan bursa saham tidak menunjuk kalangan perempuan untuk menduduki jabatan-jabatan puncak.

Berbagai alasan untuk tidak memberi kedudukan kepada staf perempuan di antaranya karena tidak cocok untuk perempuan, tidak mau mendapat kerepotan tidak perlu, dan tidak mau bergumul dengan “masalah-masalah rumit.”

Laporan Hampton-Alexander Review yang didukung pemerintah Inggris, menyebut hal itu mengguncangkan, sementara seorang menteri Inggris menyebut berbagai dalih itu “menyedihkan”.

Pemerintah Inggris ingin memastikan, sebelum tahun 2020 paling tidak ada sepertiga perempuan yang duduk di dewan direksi perusahaan bursa saham.

Meskipun banyak posisi eksekutif perusahaan sudah diisi perempuan, banyak perusahaan masih jauh dari memuaskan dan hanya bermain kata-kata saja tentang keberagaman dan kesetaraan.

Inilah 10 dalih yang digunakan untuk tidak menunjuk kaum perempuan di jabatan puncak:

  • Saya rasa perempuan tidak terlalu cocok dengan lingkungan direksi.
  • “Tidak banyak perempuan yang memiliki kualifikasi dan pengalaman yang memadai untuk duduk di dewan direksi – masalah yang dicakup sangat pelik.”
  • “Kebanyakan perempuan tidak suka pada kerepotan atau tidak mau berada di bawah tekanan -padahal itu syarat jadi direksi.”
  • “Para pemegang saham tidak tertarik dengan susunan direksi yang melibatkan perempuan, jadi tidak usah dipaksakan.”
  • “Rekan sesama direksi, tidak akan mau menunjuk perempuan untuk duduk di dewan direksi.”
  • Semua staf perempuan yang ‘bagus’ sudah dipekerjakan perusahaan lain.
  • “Sudah ada seorang perempuan di dewan direksi, sudah cukup – sekarang giliran orang lain”.
  • “Tidak ada lowongan saat ini – jika ada pun, saya akan berpikir ulang menunjuk seorang perempuan.”
  • “Kami harus membangun segalanya dari nol dan kami tidak banyak perempuan berpengalaman di sektor ini.”
  • Saya tidak bisa menunjuk perempuan untuk menjadi direksi sekedar karena saya menginginkannya.

Berbagai penjelasan di atas didapat oleh tim yang melakukan kajian terhadap para kepala eksekutif dan dewan direksi bursa saham FTSE 350.

Amanda Mackenzie, kepala eksekutif Business in the Community, mengatakan: “Ketika Anda membaca daftar alasan-alasan ini, Anda bisamenyangka bahwa itu adalah tahun 1918 bukan tahun 2018.

“Semua itu seperti naskah dari suatu komedi parodi, namun semua itu benar adanya. Tentunya kita bisa mengatasi hal ini sekarang untuk selamanya.”

‘Menghambat kemajuan’

Data menunjukkan, perusahaan-perusahaan dengan direksi semua lelaki di 350 bursa saham FTSE 350, turun dari 152 di tahun 2011 menjadi 10 di tahun 2011.

Namun, Sir Philip Hampton, tokoh senior City yang memimpin kajian ini, mengatakan penunjukan direksi perempuan di berbagai perusahaan masih jauh memenuhi target tahun 2020.

“Kami sering mendengar dalih-dalih itu beberapa tahun yang lalu, untungnya sekarang ini sudah berkurang.

“Ternyata, para pimpinan yang sering mengungkapkan dukungan mereka terhadap kesetaraan gender, banyak yang sebetulnya tidak berbuat apa pun untuk menunjuk perempuan menduduki jabatan puncak – atau malah diam-diam menghambatnya.”

Dan Menteri urusan Bisnis Andrew Griffiths mengatakan alasan-alasan ‘mengerikan’ itu membuktikan bahwa perusahaan-perusahaan harus bekerja lebih keras.

“Mengejutkan, bahwa banyak perusahaan menganggap alasan-alasan menyedihkan dan merendahkan ini adalah merupakan alasan wajar untuk menghadang perempuan menduduki jabatan puncak.

“Perusahaan-perusahaan Inggris yang paling berhasil adalah perusahaan yang memperjuangkan keberagaman.”

Kajian lengkap tentang jumlah perempuan yang menempati posisi puncak di bursa saham FTSE 350 ini akan dipublikasikan pada tanggal 27 Juni mendatang. (bbc.com/hp)

Be the first to comment

Leave a Reply