Trump: KTT dengan Kim Jong-un akan Diadakan di Singapura 12 Juni

Presiden Amerika Donald Trump telah mengumumkan bahwa pertemuan puncaknya dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un akan berlangsung di Singapura pada tanggal 12 Juni.

Presiden AS Donald Trump menyambut kedatangan tiga warga Amerika yang dibebaskan oleh Korea Utara, di pangkalan udara Andrews, Kamis (10/5).

Baranews.co – Presiden Amerika Donald Trump telah mengumumkan bahwa pertemuan puncaknya dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un akan berlangsung di Singapura pada tanggal 12 Juni.

“Kami berdua akan berusaha menjadikannya momen yang sangat istimewa bagi Perdamaian Dunia!,” kata Trump melalui cuitan di Twitter, Kamis (10/5), beberapa jam setelah dia secara pribadi menyambut kedatangan tiga warga Amerika yang dibebaskan oleh Korea Utara.

Donald J. Trump

@realDonaldTrump

The highly anticipated meeting between Kim Jong Un and myself will take place in Singapore on June 12th. We will both try to make it a very special moment for World Peace!

Dalam acara di Pangkalan Udara Andrews, di negara bagian Maryland, sekitar 25 kilometer dari Gedung Putih, Presiden Trump, ditemani oleh Ibu Negara Melania Trump, menaiki pesawat jet Angkatan Udara Amerika jenis C-40 untuk berbicara singkat dengan ketiga orang yang sebelumnya dipenjara di Korea Utara itu.

Wakil Presiden Mike Pence dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo juga menyambut ketiga warga Amerika keturunan Korea itu ketika mereka keluar dari pesawat militer tersebut.

Setelah berjabat tangan, Presiden Trump yang berdampingan dengan ketiga pria itu, mengucapkan terima kasih kepada pemimpin Korea Utara Kim karena membebaskan mereka, dan menyatakan, “Saya benar-benar berpikir dia ingin melakukan sesuatu” untuk membawa Korea Utara “ke dunia nyata.”

Trump mengatakan tujuan pembicaraannya yang akan datang dengan Kim adalah agar Korea Utara menyetujui denuklirisasi.

Menteri Luar Negeri Pompeo, yang melakukan perjalanan ke Korea Utara untuk memperoleh pembebasan para tahanan, mengatakan bahwa mengadakan KTT seperti itu akan lebih sulit jika ketiga warga Amerika itu masih ditahan. (voaindonesia.com/hp)

Be the first to comment

Leave a Reply