Seruan bagi Hari Bumi: Tinggalkan Penggunaan Sedotan

Relawan dari Ocean Conservansy melakukan aksi 'bersih sampah' dan menemukan banyak sampah berupa sedotan dari plastik. (Sumber: VOA-Steve Baragona/Videograb)

Baranews.co – Inggris mengusulkan larangan penggunaan sedotan plastik sekali pakai. Menjelang peringatan Hari Bumi pada hari Minggu ini, para aktivis meminta semua orang untuk mengikuti langkah tersebut dan meninggalkan penggunaan sedotan.

Sedotan dan pengaduk plastik termasuk di antara 10 jenis benda terbanyak yang ditemukan dalam kegiatan pembersihan wilayah pesisir di seluruh dunia, sebut organisasi nirlaba Ocean Conservancy, yang telah melakukan kegiatan tahunan pemungutan sampah itu selama 30 tahun lebih.

Organisasi itu menyatakan laut dikotori oleh 150 juta ton sampah plastik, yang menyumbat pesisir, menjerat satwa liar dan bahkan mengotori tanah yang jauh dari kawasan permukiman manusia.

Sampah plastik mengotori lautan (Foto: VOA-Steve Baragona/Videograb)
Sampah plastik mengotori lautan (Foto: VOA-Steve Baragona/Videograb)

Dan setiap tahun, 8 juta ton sampah terseret ke laut, demikian hasil penelitian baru-baru ini.

Dalam Pertemuan Kepala-Kepala Pemerintahan Persemakmuran di London hari Kamis (19/4), Perdana Menteri Inggris Theresa May mengumumkan rencana untuk melarang sedotan plastik, alat pengaduk dan korek telinga dari kapas. May meminta negara-negara Persemakmuran lainnya melakukan hal sama.

Melewatkan penggunaan sedotan saja tidak akan menyelesaikan masalahnya, kata Nick Mallos, direktur Program Laut Bebas Sampah di Ocean Conservancy. “Tetapi ini merupakan tindakan nyata yang kita semua sebagai individu dapat lakukan agar membuahkan hasil,” ujarnya.

“Ini juga berkaitan dengan perubahan sikap yang terjadi sewaktu kita mulai berpikir, ‘Oh, saya tidak perlu sedotan,” lanjut Mallos. “Ini berlanjut ke aspek-aspek lain dalam pengambilan keputusan sebagai konsumen. Mungkin setelah meninggalkan sedotan menjadi kebiasaan, kita memikirkan langkah berikutnya yang akan diambil untuk mengurangi sampah.” [uh]/VOA Indonesia/swh

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*