Tim Keamanan PBB Disambut Tembakan dan Ledakan Bom di Suriah

Tim keamanan PBB ditembaki dengan senjata ringan dan ledakan bom ketika mencoba mengintai kota di Suriah yang hendak didatangi team inspektur senjata kimia.

Mobil yang mengangkut tim Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) terlihat di Damaskus, Selasa (17/4).

Baranews.co – Tim keamanan PBB ditembaki dengan senjata ringan dan ledakan bom ketika mencoba mengintai kota di Suriah yang hendak didatangi team inspektur senjata kimia.

Direktur Jenderal Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) Ahmet Uzumcu mengatakan hari Rabu tim itu ditembaki senjata ringan dan bom diledakkan. Insiden itu terjadi hari Selasa (17/4) dan tim kembali ke Damaskus.

Sumber PBB mengatakan kepada VOA tidak ada anggota tim yang luka-luka dalam insiden itu.

“Sekarang ini kami tidak tahu kapan tim dapat ditugaskan ke Douma,” kata Uzumcu.

Hari Selasa terjadi simpang-siur mengenai apakah tim pakar OPCW sudah tiba Douma. Tim hendak mendatangi yang dikatakan sebagai lokasi serangan senjata kimia tanggal 7 April yang menewaskan sedikitnya 40 orang.

Amerika bersama sekutu menuduh pemerintahan presiden Suriah Bashar al-Assad pelakunya, sebaliknya Rusia dan Suriah berkeras tidak ada terjadi serangan senjata kimia.

Tim inspektur tiba di Suriah hari Sabtu, hari sama Amerika, Inggris dan Prancis melancarkan serangan misil terhadap tiga fasilitas senjata kimia Suriah.

Duta Besar Amerika untuk OPCW Ken Ward mengatakan hari Senin pihak Rusia sudah lebih dulu mendatangi lokasi tersebut dan boleh jadi sudah mengutak-atiknya. Tuduhan ini dibantah Moskow.

Tanggal 9 April duta besar Rusia untuk PBB mengemukakan kepada Dewan Keamanan team pakar Rusia sudah mengunjungi lokasi itu, mengumpulkan sampel tanah, mewawancarai saksi mata dan petugas medis dan tidak ada terjadi serangan senjata kimia.

Pejabat-pejabat militer Amerika mengatakan serangan misil tadi ditujukan untuk mengirim pesan kuat kepada Suriah dan pendukungnya bahwa Amerika, Inggris dan Prancis seenaknya bisa menyelip di celah sistem pertahanan udara Suriah.

“Kami melakukan yang kami yakini benar di bawah hukum internasional. Saya berharap kali ini rezim Assad menerima pesan dimaksud,” kata menteri pertahanan Amerika Jim Mattis.

 

(voaindonesia.com/hp)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*