Belum Ada Kulkas, Begini Cara Mengawetkan Makanan di Zaman Purba

Dengan begitu, tidak jarang akhirnya manusia di zaman dulu banyak yang juga mengawetkan makanan untuk bisa menyimpan makanan di kala bukan musim berburu atau musim panen. Hal ini dilakukan agar saat momen itu tiba, persediaan makanan masih banyak dan keluarga masih bisa bertahan hidup.

Baranews.co – Makanan merupakan bagian yang cukup penting dalam kehidupan manusia. Salah satu cara bertahan hidup adalah dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan kaya energi.

Dengan begitu, tidak jarang akhirnya manusia di zaman dulu banyak yang juga mengawetkan makanan untuk bisa menyimpan makanan di kala bukan musim berburu atau musim panen. Hal ini dilakukan agar saat momen itu tiba, persediaan makanan masih banyak dan keluarga masih bisa bertahan hidup.

Tapi, apakah Anda tahu bagaimana manusia di zaman old mengawetkan makanan?

Berdasar beberapa referensi, ternyata di zaman old itu cara mengawetkan makanan adalah dengan pendinginan. Konsep ini pun kemudian populer untuk makanan cepat saji seperti bakso, sosis, kentang, ataupun daging beku.

Nah, proses pendinginan di zaman old itu bagaimana? Di mana yang Anda semua tahu teknologi freezing belum ada.

Di wilayah yang memiliki 4 musim, proses pengawetan daging dengan freezing ditemukan secara tidak sengaja. Hal ini pertama kali ditemukan saat orang purba mengetahui bahwa daging hasil buruannya tidak mudah busuk ketika ada es di sekelilingnya.

Dari hasil analisis tersebut lah akhirnya muncul budaya di mana menimbun daging di dalam es itu menjadi cara yang tepat untuk mengawetkan makanan. Seiring berjalannya waktu, cara modern pun muncul dan mengubah perspektif timbun daging.

Cara modern yang dilakukan adalah dengan membuat ruangan kedap udara. Di dalam ruangan tersebut, bagian dasarnya disimpan es sebanyak mungkin untuk bisa memberikan udara super dingin pada ruangan tersebut. Konsep ruangan pendingin ini lah yang kemudian menjadi ide dari pembentukan lemari es!

Pengawetan yang dilakukan ternyata tidak dengan penambahan bahan-bahan apapun ke daging tersebut. Mereka mengandalkan suhu udara untuk bisa membuat daging lebih awet dan makanan lainnya tetap segar.

 

(okezone.com/hp)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*