Menunjukkan Payudara Serigala, Siaran Televisi Iran Sensor Lambang AS Roma

Serigala Capitolina yang menyusui Romulus dan Remus rupanya dianggap cabul. (Sumber: BBC Indonesia/IRANIAN TV/MEHDI ROSTAMPOUR).

Sekilas semuanya normal: siaran langsung biasa dari pertandingan perempat final Liga Champions antara Barcelona melawan AS Roma di stadion Camp Neu, yang berakhir 4-1.

Baranews.co – Namun setelah diperhatikan seksama, ternyata logo AS Roma disensor sepanjang siaran: payudara serigala betina yang menjadi lambang AS Roma, dikaburkan.

Logo kesebelasan dari ibu kota Italia itu adalah citra dari mitos kuno pendiri Roma, dua saudara kembar Romulus dan Remus yang disusui oleh Lupa Capitolina, seekor serigala betina.

Menurut sahibul hikayat, kota Roma didirikan oleh dua saudara kembar ini, Romulus dan Remus, pada 21 April 753 SM -atau 28 abad lalu.

Singkat cerita, ada seorang putri, Vesta Rhea Silvia yang dikutuk untuk menjadi perawan abadi. Namun belakangan ia hamil juga oleh dewa Mars. Remus dan Romulus lahir, dan Amulius, penguasa waktu itu memerintahkan seorang dayang untuk membuang keduanya ke Sungai Tiberi yang airnya sedang bergulung-gulung gara-gara hujan lebat.

Namun sang dayang mbalelo: ia tak tega dan memutuskan untuk meletakkan saja kedua bayi itu di tepi Sungai Tiber di kaki bukit Palatium. Muncul kemudian seekor serigala betina, si Lupa Capitolina, yang lalu menyusui keduanya. Nantinya si kembar membangun kota Roma, dan Romulus jadi penguasa pertama.

Nah citra serigala betina menyusui si kembar itu pun menjadi lambang Roma -dan logo AS Roma.

AS Roma players train in front of an uncensored club badge AFP
Para pemain AS Roma berlatih di depan logo yang bebas sensor.

Rupanya gambar mitologis serigala dan dua bayi itu masih dianggap cabul oleh jaringan Voice and Vision Iran, dan lambang klub itu pun muncul di layar televisi mereka dengan puting susu yang dikaburkan.

Tentu saja media sosial memperolok mereka.

“Selama 3.000 tahun, Remus dan Romulus dipisahkan dari susu ibu mereka, tetapi stasiun pemerintah Iran memisahkan mereka bahkan dari susu serigala,” tulis jurnalis olahraga Iran yang berbasis di Denmark, Mehdi Rostampour, di saluran Telegramnya.

“Rakyat bisa diprovokasi oleh payudara serigala!” kata seorang pengguna Twitter. Sementara pengguna lain mengejek sikap para produser siaran langsung itu dengan menulis “Kami bisa menyentuh diri kami sendiri.”

Namun, ada pula pengguna yang mengaku sama sekali tidak terkejut: “Mereka memang luar biasa cermat.”

Belum jelas, apakah AS Roma akan mengadu ke UEFA karena menganggap sensor terhadap lambang klub mereka sebagai hal kualat yang mengakibatkan kekalahan di laga pertama perempat final Liga Champions itu. BBC Indonesia/swh

Be the first to comment

Leave a Reply