Inggris Harus Bela Tuduhan Peracunan Mantan Agen Rusia Setelah ‘Salah Langkah’

Keberangkatan mereka dari ibukota Rusia itu terjadi ketika para menteri Inggris menghadapi pertanyaan-pertanyaan canggung, tentang apakah mereka sudah melakukan kesalahan membesar-besarkan kasus itu dengan menyalahkan Rusia atas serangan racun saraf yang menyebabkan Sergei Skripal dan putrinya, Yulia, dalam kondisi kritis.

Porton Down, laboratorium penelitian pertahanan Inggris, belum dapat memastikan bahwa racun saraf yang digunakan untuk meracuni Sergei Skripal dibuat di Rusia.

Baranews.co – Enam puluh diplomat AS yang diusir Kremlin dalam perselisihan yang meningkat mengenai peracunan mantan mata-mata Rusia dan putrinya di Inggris tampak meninggalkan kedutaan AS di Moskow Kamis (5/4).

Keberangkatan mereka dari ibukota Rusia itu terjadi ketika para menteri Inggris menghadapi pertanyaan-pertanyaan canggung, tentang apakah mereka sudah melakukan kesalahan membesar-besarkan kasus itu dengan menyalahkan Rusia atas serangan racun saraf yang menyebabkan Sergei Skripal dan putrinya, Yulia, dalam kondisi kritis.

Kesehatan Yulia Skripal telah membaik, dan hari Kamis, dalam pernyataan yang dikeluarkan polisi ia mengatakan kesehatannya membaik setiap hari. Yulia Skripal juga berberterima kasih atas perhatian dan pesan-pesan baik yang banyak diterimanya. Ia juga mengatakan semua yang dialaminya “agak membingungkan” dan memohon privasi selama masa pemulihannya.

Pemerintah Inggris dipaksa untuk membela tuduhannya terhadap Rusia setelah wawancara televisi pertengahan minggu lalu dengan seorang ilmuwan pertahanan Inggris, yang mengatakan ia dan rekan-rekannya di Porton Down, laboratorium penelitian pertahanan Inggris, belum dapat memastikan bahwa racun saraf yang digunakan dibuat di Rusia.

Ia menegaskan racun itu adalah salah satu dari serangkaian agen Novichok yang dikembangkan oleh bekas Uni Soviet. Ia mengatakan Novichok membutuhkan penanganan canggih yang “kemampuannya hanya dimiliki seorang aktor negara.” Namun pengakuannya digunakan oleh Kremlin dalam perang informasinya dengan London.

Duta Besar Rusia Desak Inggris untuk Jujur dalam Penyelidikan

Duta Besar Rusia untuk Inggris, Alexander Yakovenko.
Duta Besar Rusia untuk Inggris, Alexander Yakovenko.

Duta Besar Rusia untuk Inggris Kamis mendesak Inggris untuk “jujur” dan berbagi hasil yang diharapkan dari analisis sampel yang diambil dari lokasi serangan di Salisbury oleh Lembaga Pengawas Senjata Kimia Internasional.

Berbicara pada konferensi pers di London, Alexander Yakovenko juga mengatakan bahwa permintaan informasi dari pihak Rusia kepada pihak berwenang Inggris belum dijawab. Yakovenko membantah klaim yang di-tweet oleh Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson bahwa Rusia “memproduksi dan menimbun” racun syaraf yang dikembangkan Soviet yang dikenal sebagai Novichok.

Mengomentari pemberitaan televisi pemerintah Rusia mengenai apa yang dikatakan sebagai rekaman percakapan telepon antara putri mantan mata-mata yang diracun di Inggris itu dan sepupunya di Rusia, Yakovenko mengatakan adalah “kesempatan yang baik bagi kita untuk kembali menanyakan kepada Kementerian LN Inggris mengenai kondisi Yulia dan Sergei Skripal.”

 

(voaindonesia.com/hp)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*