Bohong pada Penyidik AS, Pengacara Belanda Divonis 30 Hari Penjara

Pengacara Belanda yang berkantor di London Alex van der Zwaan hari Selasa (3/4) dijatuhi hukuman penjara 30 hari dan denda 20 ribu dolar karena berbohong pada tim penyelidik Amerika yang menyelidiki campur tangan Rusia dalam pemilu presiden tahun 2016.

Alex van der Zwaan (kiri) saat meninggalkan pengadilan federal di Washington DC, Selasa 3 April 2018.

Baranews.co – Pengacara Belanda yang berkantor di London Alex van der Zwaan hari Selasa (3/4) dijatuhi hukuman penjara 30 hari dan denda 20 ribu dolar karena berbohong pada tim penyelidik Amerika yang menyelidiki campur tangan Rusia dalam pemilu presiden tahun 2016.

Alex van der Zwaan mengaku bersalah Februari lalu karena berbohong pada Biro Penyidik Federal FBI tentang kontak-kontaknya dengan pebisnis Paul Manafort, yang pernah menjadi manajer kampanye Presiden Donald Trump, dan wakil Manafort – Rick Gates; serta memusnahkan email-email yang dicari tim penyelidik itu.

Pengacara berusia 33 tahun yang juga menantu seorang bankir terkemuka Rusia itu merupakan orang pertama yang dijatuhi hukuman dalam penyelidikan selama beberapa bulan tentang campur tangan Rusia dalam pemilu Amerika yang dipimpin oleh penyidik khusus Robert Mueller. Van der Zwaan tidak dianggap sebagai tokoh kunci dalam penyelidikan itu, tetapi dokumen pengadilan dalam kasusnya menunjukkan niat Mueller dalam mencari informasi tentang Manafort dan keterlibatan Gates dalam tim kampanye Trump.

“Apa yang saya lakukan salah,” ujar van der Zwaan di pengadilan di Washington DC. “Saya minta maaf pada pengadilan karena perilaku saya. Saya minta maaf kepada istri dan keluarga saya karena masalah yang saya timbulkan,” tambahnya.

Manafort belum didakwa melakukan kejahatan apapun terkait pemilu presiden itu, tetapi menghadapi berbagai dakwaan yang menuduhnya telah melakukan kejahatan kriminal terkait upaya lobby di Ukraina bagi mantan pemimpin Ukraina Viktor Yanukovych, yang digulingkan oleh pemberontakan rakyat tahun 2014 sebelum lari dan mengasingkan diri di Rusia. Manafort mengaku tidak bersalah.

Gates, Februari lalu mengaku bersalah atas konspirasi dan berbohong kepada penyidik. Ia bekerjasama dengan penyelidikan yang sedang berlangsung, yang menyelidiki apakah pejabat kampanye Trump bersekongkol dengan Rusia untuk membantu Trump memenangkan pemilu dan apakah Trump menghalang-halangi upaya mencari keadilan.

 

 

(voaindonesia.com/hp)

Be the first to comment

Leave a Reply