Program 35.000 MW Capai 48 Persen, Byar Pet Diklaim Hilang

Sumber: detiknews/dok PLN

Sragen, Baranews.co – Pemerintah tengah menggarap program pembangkit listrik 35.000 MW. Dengan adanya program itu, kebiasaan mati listrik karena defisit daya diklaim telah hilang.

“Alhamdulillah berkat doa semuanya sekarang tidak ada sistem listrik yang defisit. Mungkin dulu sering ada pemadaman, sekarang sudah tidak lagi. Ini bukti nyata upaya PLN untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat,” ujar Direktur Keuangan PLN Sarwono Sudarto saat kegiatan Dialog Nasional 9 yang digelar di GOR Diponegoro Sragen, Jawa Tengah (1/4/2018).

PLN bersama Menteri Sosial RI Idrus Marham dan Meteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi, mengajak peserta yang hadir di acara tersebut mengajak masyarakat untuk mendukung program pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW.

Saat ini progres konstruksi pembangkit listrik telah mencapai 48% atau 16.994 MW. Sementara 1.504 MW di antaranya telah beroperasi. Dengan adanya tambahan daya ini, rasio elektrifikasi mencapai 95,35% atau melebihi target pada 2017 yakni 92,75%.

Hingga Desember 2017, pemerintah telah membangun jaringan listrik yang tersebar ke 75.682 desa. Sebaran listrik dialirkan ke desa-desa yang berada di daerah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal).

“Ini bukti nyata upaya PLN untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat sampai ke desa di ujung agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Sarwono.

Selain itu PLN juga turut menyapa Kepala Desa serta Perangkat Desa Dieng Wetan, Wonosobo yang merupakan Desa Binaan PLN sebagai desa listrik dan berinternet, melalui video conference.

Pelaksanaan program internet desa dilaksanakan anak perusahaan PLN yakni PT Indonesia Comnets Plus (ICON+) yang membantu desa dalam mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital untuk mendorong dan meningkatkan perekonomian desa.

Di sisi pelayanan, peringkat kemudahan mendapatkan listrik PLN berada di posisi 38 di tahun 2018 terkait survei Ease of Doing Business (EoDB). Dalam kemudahan ‘Geting Electricity’ dalam survei EoDB Indonesia naik dari posisi 91 ke 72 diantara 190 negara. Soal tarif listrik, PLN pun bakal menjalankan amanat pemerintah yang tak akan menaikkan harga listrik hingga 2019. (idr/dna)/Prima Fauzi – detikFinance/bh

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*