SAKSI SEJARAH: Mata Nyak Sandang Kembali Terang, Terima Kasih Presiden Jokowi

Nyak Sandang (tengah) berlatih melihat bersama kedua anaknya setelah menjalani operasi mata di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (29/3). (Sumber: KOMPAS/BIRO PERS SEKRETARIAT PRESIDEN ).

Oleh: HAMZIRWAN HAMID

Jakarta, Baranews.co — Warga Lamno, Aceh Jaya, Aceh, Nyak Sandang (91), sukses menjalani operasi katarak di Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Darat Jenderal Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (29/3/2018). Mata salah satu penyumbang pembelian pesawat pertama Republik Indonesia tersebut kini kembali terang sehingga kemampuannya melihat meningkat dari 10 sentimeter menjadi 5 meter dan bisa terus membaik.

Salah satu anak Nyak Sandang yang mendampinginya di Jakarta, Maturidi (50), memanjatkan syukur yang tiada tara kepada Allah SWT setelah ayahnya selesai menjalani operasi. Nyak Sandang tampak bahagia, terutama ketika bisa melihat sendiri dengan jelas album foto kunjungannya kepada Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/3/2018).

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin yang dihubungi dari Jakarta, Jumat (30/3), mengatakan, Presiden Jokowi yang tengah berada di Madiun, Jawa Timur, Kamis (29/3), turut bersyukur kepada Allah SWT setelah melalui ajudan Presiden Kolonel (Inf) Deddy Suryadi mendapat laporan kesuksesan operasi Nyak Sandang.

”Melalui ajudan, Presiden mengucapkan, ’Alhamdulillah semoga operasinya memberi hasil yang terbaik dan sampaikan salam saya untuk Nyak Sandang’,” kata Bey.

Kepada Staf Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden yang membesuk di RSPAD Gatot Soebroto, Maturidi pun mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Presiden Jokowi atas bantuannya dalam pengobatan Nyak Sandang. Saat ini, Nyak Sandang dalam kondisi sehat.

Nyak Sandang dan orangtuanya menjual kebunnya senilai Rp 100 pada tahun 1950 untuk menyumbang pembelian pesawat pertama RI yang sangat dibutuhkan untuk perjuangan diplomasi mengabarkan kemerdekaan RI ke luar negeri. Sumbangan itu diberikan atas permintaan Presiden Soekarno kepada rakyat Aceh melalui Gubernur Aceh Teungku Daud Beureueh saat datang ke Kutaraja (Banda Aceh) tahun 1948.

Dari sumbangan ribuan rakyat Aceh tersebut, terkumpul 120.000 dollar AS dan 20 kilogram emas tahun 1950. Presiden Soekarno pun mampu membeli dua pesawat Dakota yang kemudian dijadikan sebagai maskapai penerbangan Garuda Indonesia Airways yang beroperasi di luar negeri.

Dalam pertemuannya dengan Presiden Jokowi pekan lalu, Nyak Sandang menyampaikan tiga permintaan, yakni operasi katarak, naik haji, dan pembangunan masjid di dekat rumahnya di Lamno. Presiden langsung memerintahkan Tim Dokter Kepresidenan melakukan operasi katarak, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berkaitan dengan naik haji, dan tim kecil untuk meninjau lapangan untuk pembangunan masjid di Lamno.

Operasi katarak berlangsung pada Rabu (28/3/2018) pukul 08.30 hingga 09.00 dipimpin Kepala Departemen Mata RSPAD Gatot Soebroto dr Subandono Bambang Indrasto, Rabu (28/3/2018). Selain itu, hadir juga salah satu dokter dari Tim Dokter Kepresidenan, yaitu dr Tjahjono D Gondhowiardjo.

”Mata kanannya sempat dioperasi di Aceh, hasilnya cukup bagus. Hanya saja retinanya sudah mengalami degenerasi karena faktor usia. Adapun mata kiri, itu kataraknya matur. Kataraknya cukup keras sehingga tim dokter tidak bisa menilai bagian syaraf atau bagian belakang bola mata. Jadi kita lakukan operasi katarak terhadap mata kiri,” ujar Subandono.

Kondisi katarak matur yang keras membuat tim dokter harus melakukan tindakan penyedotan. Meskipun prosesnya cukup rumit, tim dokter akhirnya berhasil mengoperasi mata Nyak Sandang.

”Awalnya jarak pandang hanya 15-20 cm. Lalu, setelah operasi, saya tes, bisa 1 meter. Lalu, ketika di kamar, bisa 5 meter. Harapan kami ke depannya kondisi mata Nyak Sandang bisa membaik walaupun tidak 100 persen,” katanya.

BIRO PERS SEKRETARIAT PRESIDEN

Setelah dioperasi, Nyak Sandang melihat album foto pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/3/2018).

Dokter menambahkan, proses penyembuhan akan memakan waktu 2-3 hari. Dokter pun menjadwalkan Nyak Sandang untuk kontrol lagi seminggu setelah operasi.

Kini setelah Nyak Sandang bisa melihat terang, dirinya mengutarakan keinginannya melihat wajah Presiden secara langsung. Nyak Sandang tampak senang bisa melihat album foto saat dirinya bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Rabu, 21 Maret lalu.

”Kalau kemarin bisa pegang tangan, diusap-usap tangannya tapi tidak bisa melihatnya. Mungkin besok bisa melihat lebih sempurna,” ujar Maturidi menerjemahkan ayahnya. Harian KOMPAS

Be the first to comment

Leave a Reply