Lembaga Konsumen AS Kukuhkan Penyelidikan atas Pengawasan Privasi Facebook

Ilustrasi: Kantor Komisi Perdagangan Federal atau FTC di Washington DC(Submer: VOA Indonesia/AP).

Baranews.co – Komisi Perdagangan Federal atau FTC Amerika mengatakan Senin (26/3), sedang menyelidiki pengawasan privasi dari media sosial raksasa Facebook, setelah ada laporan bahwa data pribadi puluhan juta pengguna Facebook di-salahgunakan oleh perusahaan Inggris, Cambridge Analytica.

Pengumuman lembaga konsumen itu membuat harga saham Facebook turun 2 persen lagi, setelah anjlok 14 persen minggu lalu, yang mengurangi nilai pasar perusahaan itu sebesar $90 miliar.

FTC biasanya tidak mengumumkan penyelidikannya, tetapi mengukuhkan penyelidikan itu setelah sejumlah laporan pekan lalu memberitakan penyelidikan itu sedang berlangsung.

Penjabat kepala perlindungan konsumen, Tom Pahl mengatakan, “FTC secara tegas dan bertekad penuh menggunakan semua upayanya untuk melindungi privasi konsumen. Upaya terpenting di antaranya adalah tindakan penegakan hukum terhadap perusahaan yang gagal memenuhi janji privasi mereka,” termasuk kepatuhan terhadap kesepakatan privasi bersama AS-Eropa, “atau terlibat dalam tindakan tidak adil yang menyebabkan kerugian substansial pada konsumen serta melanggar” perlindungan konsumen AS.

Praktik privasi Facebook sedang dipertanyakan di kedua sisi Atlantik setelah terungkap bahwa Cambridge Analytica mendapat informasi tentang pengguna Facebook dari peneliti Inggris, Alexsandr Kogan, yang diberi wewenang oleh Facebook untuk mengumpulkan data sebagai bagian dari sebuah studi akademis.

Kogan mengembangkan sebuah aplikasi di mana 270.000 pengguna Facebook memberikan informasi tentang diri mereka. [ps/jm]/VOA Indoneasia/swh

Be the first to comment

Leave a Reply