Karena Ide Jokowi, Bekas Pabrik Gula Ini Berubah Fungsi Jadi “Concert Hall”

Menteri BUMN, Rini Soemarno bersama jajaran direksi berbincang di salah satu ruangan bekas penggilingan gula yang disulap menjadi museum di wisata budaya dan bersejarah De Tjolomadoe, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu ( 24 / 3 / 2018) malam. (Sumber: KOMPAS.com/Muhlis Al Alawi)

Karanganyar, Baranew.co – Menteri BUMN, Rini Soemarno menyatakan bekas pabrik gula Colomadu akan menjadi destinasi wisata sejarah yang menarik di wilayah Solo Raya.

Bekas pabrik tersebut saat ini diubah fungsinya menjadi tempat konser dan wisata sejarah.

Hal itu tidak lepas dari gagasan Presiden Joko Widodo yang memiliki ide tersebut, yakni menyulap eks-pabrik gula Colomadu menjadi tempat wisata, Concert Hall De Tjolomadoe.

“Waktu itu Bapak Presiden RI Joko Widodo yang masih menjabat Walikota Solo sering melihat ke sini. Beliau katakan coba Ibu Rini itu diperbaiki Colomadu,” kata Rini saat membuka konser musik Hitman David Foster and Friends di Concert Hall De Tjolomadoe, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu ( 24 / 3 / 2018) malam.

Mendapatkan permintaan itu, kata Rini, ia lantas melakukan kajian terhadap pabrik gula tersebut. Revitalisasi sulit dilakukan karena PTPN IX selaku pemilik pabrik gula Colomadu kondisi keuangannya kurang baik.

Alasan lainnya, lokasi Colomadu tidak mungkin dijadikan pabrik gula lagi, pasalnya lokasinya sudah jauh dari lahan tebu.

“Tahun 2015 saya melihat bingung ini bagaimana caranya kita merevitalisasi menjadi apa. Dan alhamdulillah setelah tahun 2015, antara BUMN saling erat dan semuanya mau bersinergi. Akhirnya kami menunjuk Pembangunan Perumahan dan PP Properti dan PTPN IX bersama Jasa Marga untuk membuat sesuatu yang menarik,” kata Rini.

Rini memberikan apresiasi kepada BTN yang mau membiayai revitalisasi Tjolomadoe. Setelah 11 bulan berlalu, revitalisasi bekas pabrik gula Tjolomadoe menjadi tempat wisata bersejarah bisa terwujudkan.

“Terima kasih BTN yang mau membiayai. Tadi pagi saya keliling dan saya betul-betul bangga hasilnya. Dan saya berharap bahwa ini persembahan BUMN hadir untuk rakyat Indonesia,” ungkap Rini.

Bagi Rini, De Tjolomadoe bisa menjadi tempat pengembangan budaya Jawa Tengah utamanya wilayah Solo raya. Dengan demikian dapat menarik wisatawan mancanegara datang kesini.

Rini menambahkan pihaknya sengaja mengundang David Foster karena ia menginginkan De Tjolomadoe menjadi perhatian dunia. Salah satunya, De Tjolomadoe bisa menjadi salah satu concert hall terkenal di dunia.

“Kenapa kami undang David Foster karena kami ingin menjadi atensi internasional. Kalau dahulu pabrik gula Tjolomadoe menjadi salah satu pabrik gula terbesar di dunia, kini saya harapkan Tjolomadoe menjadi salah satu concert hall terkenal di Dunia,” ujar Rini.

Rini menceritakan sebelum berhenti beroperasi sejak 1998, Pabrik Gula Tjolomadoe didirikan tahun 1861. Saat didirikan, Pabrik Gula Tjolomadoe dianggap pabrik gula terbesar di dunia.

Saat itu Indonesia bisa dikatakan menjadi gudang gula dunia. Puncaknya, tahun 1928, Indonesia merupakan eksportir gula terbesar di dunia. “Sayangnya sekarang kita saat ini malah jadi importir gula. Itu saja Dan itu yang membuat saya sedih,” demikian Rini. (Kontributor Solo, Muhlis Al Alawi/kompas.com/bh).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*