Pameran Foto Ibu-Ibu Menyusui di Australia

Kayla sedang menyusui bayinya. (Sumber: australiaplus.com/Olivia Brown).

Oleh: Carol Raabus

Baranews.co – Menyusui bayi kadang menjadi hal yang kontroversial di negara seperti Australia, apalagi bila dilakukan di tempat terbuka.

Dan banyak juga para ibu yang mengalami kesulitan untuk menyusui.

Sebuah pameran telah dibuka di Long Galerry di Salamanca di Hobart (Tasmania) berjudul Where Is My Village? Breastfeeding Portraits (Dimana Desa Saya?: Potret Ibu-Ibu Menyusui).

Pameran yang berisi gambar sekitar 100 ibu-ibu menyusui dibuka sampai 20 Maret mendatang.

Penggagas pameran ini adalah Olivia Brown yang mengatakan pengalamannya dalam menyusui anak kedua mengubah karir pekerjaan dan juga hidupnya

A woman smiling standing in front of a grey wall
Olivia Brown yang mengambil foto-foto para ibu yang menyusui. (ABC Radio Hobart: Carol Rääbus).

“Saya memiliki bayi yang tidak mau minum susu dari botol, dan ini mempengaruhi banyak hal termasuk kapan saya bisa bekerja lagi.” kata Olivia kepada ABC Radio Hobart.

“Saya memang berusaha kembali bekerja, namun bayi saya 100 persen tergantung pada saya.”

Tekanan harus menyusui anaknya tersebut mempengaruhi kesehatan Olivia.

“Saya begitu kelelahan ketika dia berusia enam minggu, dan saya bahkan pernah mengalami 100 persen kebutaan di salah satu mata saya.”

“Saya harus dirawat di rumah sakit, dan juga pernah merasa ada pembekuan darah di otak, dan hal itu semua kemudian membuat saya mempertimbangkan kembali hidup saya.”

A woman expressing breast milk while holding her baby.
Rebecca sedang memompa payudara sambil memegang bayinya. (Supplied: Olivia Brown).

“Semua itu berlangsung selama enam bulan, sesuatu yang menakutkan karena saya memiliki gelar sarjana seni.”

“Saya akan memperhatikan dengan seksama bayi saya ketika menyusui dan berpikir betapa beruntugnya saya masih bisa bersama dia.”

Penglihatan Olivia Brown kemudian kembali normal, dan dia memutuskan untuk menghabiskan waktu menjadi fotographer sebagai bisnis yang dijalankan dari rumah.

Selain melakukan pemotretan untuk acara pernikahan dan tunangan, Olivia Brown memutuskan untuk melakukan proyek pribadi mengenai pengalaman perempuan ketika menyusui bayi mereka.

A woman with a blue cardigan breastfeeding a two babies at the same time with no faces fully visible.
Patience menyusui dua bayi. (Supplied: Olivia Brown).

“Ini sesuatu yang menurut saya mesti dibagi juga dengan yang lain.”

“Pengalaman enam sampai delapan minggu pertama, dimana kita merasa betul-betul sendirian.”

Olivia Brown kemudian melakukan perjalanan ke sekeliling Tasmania mengambil gambar ibu-ibu yang menyusui dan mendengar cerita mereka untuk dijadikan buku.

Dia meminta kepada para ibu yang ditemuinya menggunakan satu kata saja mengenai perasaan mereka ketika menyusui.

A woman with blonde hair and two toddlers sitting on the grass with one of the toddlers breastfeeding.
Jenna menyusui kembar dua. (Supplied: Olivia Brown).

“Sembilan puluh persen diantara mereka memiliki kata-kata yang berbeda. Bagi saya ini mengagumkan.” kata Olivia.

“Kata-kata seperti ‘powerful’ (kuat), ‘connected’ (pertalian), ‘amazing’ (mengesankan), ‘loyal’ (kesetiaan), ‘blessed’ (syukur), ‘joyous’ (menyenangkan). ‘Anxious’ (Cemas) mungkin cuma satu, namun kebanyakan lain bernada positif. ”

Brown menampilkan 100 foto dalam pameran tersebut bulan ini guna menunjukkan bahwa masing-masing pengalaman ibu-ibu menyusui itu tidak ada yang benar ataupun salah.

Semua merupakan pengalaman unik antara ibu dan bayinya.

Young woman wearing glasses breastfeeding a baby with an older woman in the background.
Rachelle menyusui bayinya dengan seorang perempuan lebih tua di dekatnya. (Supplied: Olivia Brown).

“Menyusui mungkin bukanlah hal alami bagi semua orang.” kata Olivia.

“Khususnya di minggu-minggu dan bahkan bulan-bulan pertama, kita harus terus berusaha dan mencoba, sehingga akhirnya merasa enak.”

“Kadang kita merasa kita bisa membuat keputusan dengan berpikir kita tahu hasilnya apa, namun kenyataannya tidak begitu.”

“Itulah yang terjadi, dan kita tidak harus terlalu kejam atau menekan diri sendiri.” kata Olivia lagi. australiaplus.com/swh

Be the first to comment

Leave a Reply