Ditumbangkan Real Madrid di Liga Champions, Saingan Neymar Ingin Segera Angkat Kaki dari PSG

Striker Paris Saint-Germain, Edinson Cavani (kiri), merayakan gol yang dia cetak ke gawang Dijon dalam laga Liga Prancis di Stadion Parc des Princes, Paris, pada 17 Januari 2018. (Sumber: bolasport.com/CHRISTOPHE SIMON/AFP)

Baranews.co – Kabar perpecahan menerpa Paris Saint-Germain (PSG) setelah gagal lolos ke babak perempat final Liga Champions karena dikalahkan Real Madrid.

Real Madrid berhak melaju ke babak perempat final setelah menumbangkan PSG dengan agregat 5-2.

Kegagalan di Liga Champions membuat PSG dilanda isu perpecahan.

Dilansir BolaSport.com dari AS, PSG dikabarkan bakal mendepak delapan pemain bintang pada musim depan.

Bahkan, direktur olahraga, Antero Henrique, kabarnya juga bakal dicopot dari jabatan.

Bek <a style='color:#c1272d;text-decoration:none' href='http://bolasport.com/tag/real-madrid'>Real Madrid</a>, Sergio Ramos (kiri), mendorong striker <a style='color:#c1272d;text-decoration:none' href='http://bolasport.com/tag/paris-saint-germain'>Paris Saint-Germain</a>, <a style='color:#c1272d;text-decoration:none' href='http://bolasport.com/tag/edinson-cavani'>Edinson Cavani</a>, dalam laga leg kedua 16 besar <a style='color:#c1272d;text-decoration:none' href='http://bolasport.com/tag/liga-champions'>Liga Champions</a> 2017-2018 di Parc des Princes, Rabu (7/3) dini hari WIB.

Bek Real Madrid, Sergio Ramos (kiri), mendorong striker Paris Saint-Germain, Edinson Cavani, dalam laga leg kedua 16 besar Liga Champions2017-2018 di Parc des Princes, Rabu (7/3) dini hari WIB. (Sumber: bolasport.com/BOBBY ARIFIN/BOLASPORT.COM).

Salah satu pemain yang santer dikabarkan bakal hengkang dari PSG adalah Edinson Cavani.

Semenjak Neymar datang dari Barcelona pada awal musim ini, popularitas Cavani sebagai pencetak gol terbanyak PSG menjadi berkurang.

Bahkan, ketika Cavani memecahkan rekor sebagai pencetak gol sepanjang masa bagi PSG pun sorotan utama tetap kepada Neymar.

Neymar dan Cavani dikabarkan tak sejalan.

Masih segar dalam ingatan bagaimana Neymar dan Cavani terlibat percek-cokan saat PSG mendapat hadiah penalti.

Cavani yang musim lalu menjadi eksekutor utama, harus merelakan tempatnya tergeser oleh Neymar, si anak baru PSG.

Meski konflik antara keduanya dikabarkan telah usai, namun Cavani tampaknya masih tak bisa melupakan kejadian tersebut.

Buktinya, penyerang asal Uruguay itu enggan berteman akrab dengan Neymar.

“Masalah penalti adalah masa lalu. Hal tersebut biasa di sepak bola. Kami harus mencari solusi untuk mempersatukan tim,” ujar Cavani seperti dilansir BolaSport.com dari ESPN.

“Kami harus menjadi tim yang solid, tapi kami tak perlu menjadi teman atau laiknya keluarga. Setiap pemain harus profesional di lapangan, dan menjalani kehidupannya sendiri di luar lapangan,” kata pemain berambut gondrong itu.

Kegagalan di Liga Champions seolah melengkapi penderitaan Cavani musim ini.

Akibatnya, dia dikabarkan bakal meninggalkan PSG akhir musim nanti.

Dilansir BolaSport.com dari Metro, dua tim raksasa Liga Inggris, Chelsea dan Manchester United, menjadi calon pelabuhan baru Cavani

Mantan pemain Napoli itu juga sempat diisukan bakal kembali ke Italia. (berbagai sumber/Taufan Bara Mukti/bolasport.com/if).

Be the first to comment

Leave a Reply