Pekerja Pemasok Bunga Terbesar di Australia Alami Perlakuan Buruk

Lynch Group adalah pemasok utama bunga ke jaringan supermarket Woolworths, Coles dan Aldi. (Sumber: australiaplus.com/ABC News: Tom Joyner).

Mantan pekerja pemasok bunga terbesar di Australia mengatakan bahwa mereka diintimidasi, dilecehkan dan dianiaya secara verbal dalam kondisi “kerja di pabrik yang buruk” selama bertahun-tahun saat bekerja di gudang perusahaan tersebut di Australia.

Baranews.co – Lynch Group mempekerjakan ratusan orang karyawan di fasilitas gudangnya di seluruh Australia dan telah menjadi pemasok utama bunga ke jaringan supermarket besar di Australia seperti Woolworths, Coles dan Aldi.

Sejumlah mantan pekerjanya  yang berbicara dengan ABC mengatakan bahwa mereka menyaksikan perlakuan burukk yang diterima sebagian besar pekerja asing di gudang perusahaan Lynch  Group di Melbourne dan Sydney antara tahun 2013 dan 2017.

Staf senior membuat ejekan rasial yang ditujukan pada pekerja banyak di antaranya berasal dari Asia dan para pekerja ini tidak berani mengajukan keluhan karena takut kehilangan pekerjaan.

Ada budaya pelecehan dan intimidasi di gudang-gudang Lynch Group di Melbourne dan Sydney, kata seorang mantan pekerja.

Perbuatan bullying ini meningkat pada masa sibuk seperti menjelang Hari Valentine dan Paskah, ketika karyawan bekerja dengan jam kerja lebih lama.

Mantan pekerja juga menyatakan bahwa keselamatan tidak diperlakukan sebagai prioritas, dan pelatihan pengoperasian mesin yang tepat tidak ditawarkan kepada karyawan baru.

Pemandangan udara peternakan bunga yang dikelola oleh Lynch Group
Slogan perusahaan Lynch Group adalah ‘Menciptakan pengalaman indah dengan bangga dan penuh gairah’. (Vimeo: Anthony Gordon).

‘Anda bukan orang di sana’

Melanie, yang bekerja di gudang Lynch Group di Derrimut di Melbourne barat selama empat bulan tahun lalu, mengatakan bahwa kondisi kerja sangat tidak layak.

“Jujur saja, ini seperti ‘sweatshop’ seperti berjalan ke dunia yang sama sekali berbeda. Anda tidak akan menduga hal itu terjadi di sini,” katanya.

(Istilah sweatshop dalam bahasa Inggris adalah mengacu pada kondisi pekerja di negara-negara Asia selatan yang dulu bekerja membuat sweater, dimana kondisi kerja sangat buruk)

“Mereka membutuhkan banyakl pekerja. banyak sekali bunga yang perlu dikirim dan mereka membutuhkan orang-orang ini untuk melakukan pekerjaan tersebut, jadi itu menjadi hal yang sangat penting, jika Anda tidak melakukannya, mereka akan mudah mencari orang lain yang mau.”

Melanie mengatakan sebagian besar pekerja pabrik dipekerjakan sebagai pekerja lepas  dan khawatir kalau mengeluhkan tentang pelecehan atau pelecehan verbal dapat menyebabkan kehilangan pekerjaan mereka.

“Anda diperlakukan sebagai manusia di sana,” katanya.

“Kami hanya diperlukan seperti sebuah angka. Mereka tidak perduli dengan kesejahteraan kami. Kalau anda mengalami kecelakaan ya itu salah anda sendiri.”

Sebuah tanda di pintu masuk gudang Lynch Group di Sydney
Lynch Group mengoperasikan gudang di Sydney, Melbourne dan situs lainnya di seluruh negeri. (ABC News: Tom Joyner).

Melanie mengatakan bahwa dia tidak pernah diberi pelatihan yang tepat untuk melakukan pekerjaannya dan sering diminta untuk bekerja dengan mesin yang bergerak seperti ban berjalan.

“Tidak ada latihan sama sekali, tidak ada yang memberi tahu anda apa yang harus dilakukan, dan kemudian mereka menyuruh Anda untuk berjalan, tapi Anda harus melakukannya dengan cepat dan orang-orang terburu-buru akan berlari untuk membeli bunga, dan kondisinya sangat kacau.”

Mantan pekerja asal Hong Kong, Sarah bekerja di gudang Lynch Group di sebelah barat Sydney, New South Wales (NSW) tahun 2013 dengan visa liburan kerja dan mengatakan setidaknya setengah dari rekannya adalah warga negara asing.

“Jika pekerja perempuan tidak mengerti apa yang mereka katakan, [atasan] mereka akan sangat marah dan akan menyebut mereka ‘orang Taiwan bodoh’ atau ‘orang China bodoh’ atau hal-hal seperti itu,” katanya.

Beberapa mantan karyawan mengatakan jika seseorang ditegur lebih dari sekali dengan cara ini, mereka diteriaki dan dikirim pulang sebagai hukuman.

“Sangat menegangkan untuk bekerja di sana karena Anda harus awas sepanjang waktu, dan mencoba memastikan mereka tidak mengirim Anda pulang,” katanya.

Pintu masuk gudang Lynch Group di Sydney.
Pintu masuk gudang Lynch Group di pinggiran barat Sydney Moorebank. (ABC News: Tom Joyner).

Dalam sebuah pernyataan tertulis, juru bicara Lynch Group mengatakan klaim yang dibuat oleh mantan pekerja ini sebelumnya tidak pernah disampaikan kepada pihak perusahaan baik oleh karyawan atau serikat pekerja.

“Lynch Grup memiliki kebijakan tanpa toleransi terhadap intimidasi dan diskriminasi dalam bentuk apapun dan menanggapi tuduhan ini dengan sangat serius,” kata juru bicara tersebut.

“Kami memiliki track record yang kuat sebagai perusahaan yang sangat kami banggakan dan berusaha menciptakan budaya yang aman, adil dan positif.”

Budaya ketakutan di tempat kerja

Sam Roberts dari Serikat Pekerja Nasional mengatakan bahwa serikat pekerja telah mengetahui adanya masalah kesehatan dan keselamatan di Lynch Group sejak “lama”.

Dia mengatakan bahwa pekerja Lynch Group sudah lama merasa takut untuk mengemukakan masalah yang mereka hadapi.

Bingkisan disiapkan di gudang Lynch Group di Sydney
Mantan pekerja menuduh keselamatan tidak diperlakukan sebagai prioritas dan pelatihan formal tidak ditawarkan. (Vimeo: Anthony Gordon).

“Di industri ini pada umumnya, kesehatan dan keselamatan merupakan isu penting, apakah itu pekerja di peternakan atau pekerja yang mendistribusikan produk di gudang,” kata Roberts.

Seorang mantan karyawan lainnya, Freya (nama samaran) mengatakan bahwa kerja berlebihan dan tekanan untuk memenuhi permintaan yang sangat besar adalah yang terburuk di sekitar hari-hari perayaan seperti Hari Ibu (Mothers’ Day).

“Mereka menekan dan terus menekan, agar kita bekerja lebih kuat. Saya akan menggambarkannya sebagai bullying, itu intimidasi langsung dan membuat orang tertekan,” katanya.

“Tidak ada yang berani membantah. Saya melihat pekerja lain yang berjalan keluar sambil menangis karena [staf senior] yang kasar terhadap mereka. Jika Anda membela diri, anda akan dipecat. semua orang tahu itu.”

Juru bicara supermarket Woolworths mengatakan bahwa perusahaan tersebut menangani dugaan pelanggaran hukum oleh pemasok ini secara serius dan akan meninjau kembali tuduhan tersebut secara internal.

Pandangan udara pekerja di gudang Lynch Group
Mantan pekerja menuduh bullying meningkat pada jam sibuk tahun ini. (Vimeo: Anthony Gordon).

Juru bicara tersebut menambahkan: “kami terus menempatkan tanggung jawab utama kami untuk menghasilkan produk secara etis bagi pelanggan kami sebagai hal yang sangat penting.”

Juru bicara Aldi Australia mengatakan bahwa perusahaan tersebut akan menghubungi Lynch Group untuk mengklarifikasi kebenaran tuduhan tersebut.

“Kami tidak memaafkan perilaku dari kesalahan tindakan dan menegaskan bahwa pemasok harus mematuhi hukum ketenagakerjaan Australia dan hak asasi manusia,” kata juru bicara tersebut.

Juru bicara Lembaga Ombudsman Australia mengatakan mereka telah memberikan ‘beberapa saran’ kepada pekerja Lynch Group atas apa yang mereka alami.

Coles tidak menanggapi permintaan untuk berkomentar.(PM oleh Tom Joyner/australiaplus.com/swh).

* Nama telah diubah untuk melindungi identitas individu dalam cerita ini.

Be the first to comment

Leave a Reply