PUISI: Jangan Katakan Jangan*

Ilustrasi (Sumber: RRI)

Oleh: HERMAN SYAHARA

1/Kain Songket

Jangan katakan jangan
bila langkah mengajakmu berpayah-payah
menapaki jenjang 1000
sebab akan kau temui cendera mata
yang disulam tangan-tangan terlatih dan sabar
sejak mulai songket benang satu
sampai songket benang empat
yang panjang dan berliku-liku.

2/Loih Lambuang

Jangah katakan jangan
bila putih nasi kapau beralas sesobek daun pisang
minta disandingkan dengan gajeboh, gulai tambusu
yang kilaunya disepuh ramuan kunyit dan cabai
yang harumnya dihembuskan lada cengkeh dan pala
di kios-kios Loih Lambuang.

3/Gadis Penyulam

Jangan katakan jangan
bila seorang lelaki paruh baya mengajakmu ke rumah yang pintunya terbuka
lalu kepadamu diperlihatkan seorang anak dara yang khusu menyulam
itu maknanya kau boleh berkenalan.

Jangan katakan jangan
sebab mungkin itulah takdirmu pada suatu ketika
saat ranah Minang memanggil-manggilmu untuk bertandang.

Januari 2018/HS

*Termuat dalam antologi puisi bersama Wartawan Penyair “Pesona Ranah Bundo” yang diterbitkan dalam rangka Hari Pers Nasional 2018 di Padang, Sumbar, dengan Kurator Syarifuddin Arifin.

Be the first to comment

Leave a Reply