Kampanye Lawan Penggunaan Kata ‘Retard’ Sasar Media Sosial

Ilustrasi (Sumber: australiaplus.com).

Oleh: Andrea Mayes

Baranews.co – Pemerintah Australia Barat (WA) telah membantu meluncurkan kampanye di media sosial yang bertujuan membuat masyarakat berhenti menggunakan kata “retard” (terbelakang) untuk merendahkan orang-orang penyandang disabilitas.

Menteri Penyandang Disabilitas WA, Stephen Dawson, mengatakan bahwa kata tersebut muncul di media sosial setiap lima detik dan digunakan secara santai dan tak dipikir panjang oleh orang setiap harinya.

“Kata R menghina dan tidak hormat -tidak hanya untuk orang-orang penyandang disabilitas tapi juga untuk keluarga, teman dan perawat mereka,” katanya.

“Orang harus berhenti dan memikirkan apakah mereka akan menggunakan kata itu pada seseorang yang mereka cintai sebelum mereka mengarahkannya ke orang lain.”

Kampanye, yang termasuk sebuah situs, itu dijalankan oleh kelompok masyarakat penyandang disabilitas nirlaba, Avivo.

Menteri Stephen Dawson mengatakan bahwa pengguna Twitter yang menggunakan kata tersebut akan ditargetkan dengan tweet yang berisi salah satu video kampanye, yang berfokus pada orang-orang penyandang disabilitas yang berbagi pengalaman mereka dengan kata tersebut.

Salah satu yang ditampilkan dalam promosi tersebut adalah Lisa, yang putranya Archer menyandang disabilitas.

Dia mengatakan penggunaan, kata retard “membuat saya merasa mual”.

“Saya memiliki anak difabel dan itu merendahkan,” katanya.

“Ini bukan kata yang ingin kami dengar, dan seharusnya tidak menjadi kata yang digunakan oleh siapapun untuk menggambarkan orang lain.”

Astrid, yang diwawancarai dalam satu video dengan adiknya yang berusia 17 tahun, Amelia, mengatakan bahwa kata tersebut sangat menyinggung perasaan.

“Bila Anda menggunakan kata R, Anda mengatakan bahwa saudara perempuan saya tidak terlalu baik, dan itu benar-benar menyinggung seseorang seperti dia, sekaligus menyinggung saya,” kata Astrid.

Lee, yang menggunakan skuter mobilitas, adalah orang lain yang ada dalam video tersebut.

“Satu-satunya perbedaan antara Anda dan saya – saya menderita cerebral palsy dan tulang-tulang saya tidak tersusun sama seperti tulang anda,” katanya di video tersebut.

“Tapi kita di … tingkat yang sama. Dan bagi saya itu bagus.”

‘Bukan pekerjaan Pemerintah untuk menjadi polisi bahasa ‘

Pemimpin Oposisi Mike Nahan mengatakan meski dia setuju bahwa kata tersebut seharusnya tidak digunakan, tapi menurutnya bukan peran pemerintah untuk memberi tahu orang bahasa apa yang akan digunakan.

“Saya pikir itu hanya pengalih perhatian,” kata Nahan.

“Laporan Penyelidik khusus John Langoulant yang diterbitkan kemarin memberi tantangan besar bagi Pemerintah mengenai proses pengelolaan anggaran dan apa komentar pemerintah? Malah mengejar penyalahgunaan kata, yang benar saja.”

“Kami telah melihat hal-hal seperti melarang kantong plastik, harga minimum untuk alkohol, dan sekarang menuliskan kata-kata tertentu dari bahasa Inggris. Itu bukan prioritas pemerintah.”

“Pemerintah harus berkonsentrasi pada gambaran besar, memastikan Anda menghabiskan miliaran dolar untuk Metronet (transportasi umum) dengan benar, dengan proposal kebijakan mereka, alih-alih mencoba menjadi negara nanny (pengasuh). Kami tidak membutuhkannya.”

R kata kampanye gambar
Kampanye tersebut mengungkapkan berapa kali kata tersebut muncul di media sosial pada minggu lalu. (Disertakan: Pemerintah WA).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*