Nazaruddin Heran KPK Belum Jerat Wayan Koster dan Mirwan Amir

Mantan Bendum Partai Demokrat M Nazaruddin mengaku heran dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang belum juga menjerat mantan Pimpinan Banggar DPR dari Fraksi Demokrat, Mirwan Amir dan politikus PDIP, I Wayan Koster. Padahal, kata Nazar, terdapat ratusan miliar rupiah yang mengalir dari Permai Group miliknya kepada sejumlah politikus, seperti Mirwan Amir dan I Wayan Koster.

Jakarta, Baranews.co – Mantan Bendum Partai Demokrat M Nazaruddin mengaku heran dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang belum juga menjerat mantan Pimpinan Banggar DPR dari Fraksi Demokrat, Mirwan Amir dan politikus PDIP, I Wayan Koster. Padahal, kata Nazar, terdapat ratusan miliar rupiah yang mengalir dari Permai Group miliknya kepada sejumlah politikus, seperti Mirwan Amir dan I Wayan Koster.

Hal ini diungkapkan Nazar usai bersaksi dalam persidangan perkara dugaan korupsi e-KTP dengan terdakwa mantan Ketua DPR, Setya Novanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (19/2).

Nazar meminta KPK segera menjerat Mirwan yang kini Ketua DPP Partai Hanura dan Wayan Koster yang merupakan calon Gubernur Bali yang diusung PDIP itu. Hal ini dilakukan agar KPK dapat memaksimalkan pemulihan kerugian keuangan negara.

“Ada ratusan miliar uang Permai grup yang mengalir ke beberapa orang yang belum ditindaklanjuti sama KPK. Di sini KPK harus maksimal seperti ke Mirwan Amir kan ada jutaan dolar, puluhan miliar (rupiah). Nah ini harus dimaksimalkan pengembalian uang kerugian negara itu dan yang lain-lain siapapun yang menerima itu contohnya seperti Angie (Angelina Sondakh), I Wayan Koster, banyak. Nah ini harus maksimal KPK. Supaya apa? biar bisa benar-benar (pemulihan) kerugian negara itu maksimal,” kata Nazar.

Permai Grup merupakan kerajaan bisnis Nazaruddin yang menggarap sejumlah proyek yang anggarannya dari APBN. Proyek-proyek ini diduga digarap Permai Grup melalui rasuah.

Selain Mirwan dan Wayan Koster, Nazar menyebut sejumlah nama kepala daerah yang turut menerima aliran dana dari Permai Grup. Salah satu kepala daerah yang disebut Nazaruddin, yakni mantan Bupati Kutai Timur, Isran Noor.

“Ada beberapa kepala daerah seperti Isran Noor. Kepala daerah itu kan. Dia jelas ada ceknya 5 miliar rupiah. Ada cek uangnya dicairkan kan sebenarnya nggak sulit untuk mengungkap itu ada Irwan Bupati Meranti itu kan ada juga Rp 16 miliar ada dari Permai Grup. Ada catatannya di mana menyerahkannya. Ada semua angka-angkanya berapa menerima,” katanya.

Diketahui, Wayan Koster sebelumnya berulang kali diperiksa penyidik KPK terkait sejumlah kasus korupsi. Salah satunya korupsi penggiringan anggaran di Kemdiknas dan Kempora Universitas. Dalam persidangan, Angelina Sondakh memastikan adanya aliran uang kepada Koster yang disebut ‘pak Bali’.

Dalam surat dakwaan KPK terhadap Angelina disebutkan bahwa Wayan Koster saat menjabat Wakil Koordinator Pojka Komisi X menerima uang sebesar Rp 5 miliar dari Permai Grup. Pemberian uang itu untuk membantu Angie, sapaan akrab Anglina Sondakh selaku anggota Komisi V, untuk memuluskan pembahasan anggaran Wisma Atlet SEA Games di Kempora.

Sementara Mirwan sebelumnya disebut Nazaruddin menerima fee terkait proyek universitas maupun proyek Wisma atlet SEA Games. Pemberian uang itu disebut terkait penggiringan anggaran.

 

Sumber: Suara Pembaruan

Be the first to comment

Leave a Reply