Great Barrier Reef Terlalu Hangat bagi Penyu Jantan

Sumber: dw.com

Akibat iklim yang tambah panas, penyu hijau di kawasan Great Barrier Reef memiliki sejumlah besar bayi betina, dan hanya sedikit bayi jantan. Ini bisa sebabkan punahnya spesies, jika terus berlanjut.

Hanya penyu hijau betina?

Di koloni penyu hijau terbesar, mayoritas bayi yang lahir betina. Bayi jantan hanya satu persen dari seluruh telur yang menetas di Great Barrier Reef. Para peneliti kini mengkhawatirkan keselamatan spesies.

Schildkröten (Imago/Nature Picture Library/Zankl)

Terlalu hangat buat yang jantan

Kalau penyu membuahkan telur, tidak jelas apakah nanti yang menetas penyu betina atau jantan. Itu ditentukan suhu lingkungan mereka. Semakin panas suhu pasir, kemungkinan tambah besar, bahwa yang menetas adalah bayi betina. Mulai suhu minimal 29.9° Celsius, tidak ada lagi penyu jantan yang menetas. Akibat pemanasan global, batas ini semakin sering dilampaui.

Schildkröten (Imago/imagebroker)

Betina atau jantan? Sulit Diterka

Menentukan jenis kelamin penyu tidak mudah. Orang hanya bisa tahu pasti, jika penyu sudah sepenuhnya dewasa, dan untuk itu perlu 20 tahun. Kemungkinan oleh sebab itulah, jumlah betina yang jauh lebih banyak daripada jantan baru terungkap sekarang. Salah satu petunjuk kelamin: penyu jantan punya ekor dan cakar lebih panjang.

Meeresschildkröte (Getty Images/M. Kolben)

Jumlah mengkhawatirkan

Kini, peneliti dari AS dan Australia mengembangkan metode untuk menentukan jenis kelamin penyu hijau lewat DNA dan tes darah, ketika penyu masih muda. Yang tidak mereka duga sebelumnya adalah, sekarang pun, 90% penyu hijau di Great Barrier Reef adalah penyu betina.

Schildkröten (Imago/StockTrek Images)

Hubungan seksual jarang terjadi

Jumlah penyu jantan yang jauh lebih sedikit hanya salah satu tantangan bagi kelestarian spesies ini. Masalah lainnya, penyu jantan hanya matang secara seksual pada usia 15. Dan mereka rata-rata hanya berhubungan seksual sekali dalam tiga tahun. Dilihat dari segi evolusi, jumlah betina yang lebih besar bukan hal aneh. Tapi penyu jantan tetap harus eksis.

Schildkröten (Imago/Zuma Press)

200 anak penyu di satu sarang

Penyu betina selalu kembali ke pantai untuk bertelur. Di pantai Raine Island, yang jadi tempat bertelur terbesar penyu hijau di Pasifik, bisa ditemukan sampai 18.000 binatang di musim bertelur. Setelah telur cukup dihangatkan pasir dan matahari, bayi menetas. Mereka kemudian kembali ke lautan, dan hanya kembali sekali saat akan bertelur.

Korallenriffe Great Barrier Reef in Australien (Imago/ZUMA Press)

Surplus jumlah betina di seluruh dunia?

Peneliti menduga, jumlah penyu jantan di seluruh dunia jauh lebih sedikit daripada jumlah betina. Oleh sebab itu, mereka meneliti dampak menghangatnya suhu bungi terhadap spesies ini, di sepanjang pantai Hawaii dan pulau Saipan di Pasifik barat. Bagaimana hasilnya nanti?

Krokodil (Imago/OceanPhoto)

Suhu tinggi yang berbahaya

Hasil penelitian tim pakar dari Australia juga kabar buruk bagi spesies hewan lainnya. Reptil lain, seperti buaya atau kadal, menunjukkan terkena imbas pemanasan global. Tapi efeknya berlawanan. Semakin tinggi suhu, semakin banyak bayi buaya jantan yang menetas. [Penulis: Helene Märzhäuser (ml/ap)/dw.com/swh].

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*