Mereka Yang Memiliki Lebih Dari Satu Tanah Air

Siraj Patel datang ke Australia dari India pada tahun 2004. (Sumber: australiaplus.com/Disediakan).

Oleh: Sue Lannin

Baranews.co – Satu dari empat orang Australia lahir di luar negeri dan satu dari lima memiliki setidaknya satu orang tua yang lahir di luar negeri. Inilah yang dikatakan enam sosok warga Australia tentang tanah air kedua mereka dan apa yang diajarkan kepada mereka tentang kehidupan.

Alice Chu, 29, Sydney

Alice Chu, 29, Sydney
Alice Chu mengatakan kehilangan acara keluarga besar dan kurangnya kontak adalah hal tersulit yang harus dihadapi. (ABC News: Susan Lannin).

Perancang grafis, Alice Chu lahir di Hong Kong dan datang ke Australia saat ia berusia dua tahun. Orang tuanya bercerai saat berusia enam tahun dan ayahnya kembali ke Hong Kong, negara dimana Alice selalu melakukan kunjungan rutin. Dia mengenyam pendidikan di Australia dan di wilayah China. Sekarang dia bermukim di Belanda untuk tinggal dengan pasangannya seorang warga negara Belanda.

Apa hal terbaik tentang memiliki tanah air kedua?

“Ini membingungkan, sekaligus menantang, hal yang paling menakjubkan yang pernah terjadi pada saya.

“Setelah memiliki koneksi dengan tanah air asal saya, Hong Kong, dan memiliki keluarga di sana, rasanya seperti aku selalu berada di kejauhan, hal itu tidak akan pernah hilang.”

Apa tantangannya?

“Merasa kehilangan dari kedua sisi dan kurang kontak.”

“Berkat internet hal itu sekarang jauh lebih mudah, tapi pada saat bersamaan Anda tidak berada di sana untuk bagian-bagian penting  dalam hidup mereka, seperti saya tidak berada di sana saat kakek-nenek saya meninggal di Hong Kong.

“Ibu saya tidak bisa mengajari saya bahasa Inggris dan saya tidak bisa menyalahkannya, karena dia tidak dibesarkan sebagai penutur bahasa Inggris.

“Dan saya membaca buku-buku yang sangat maju, saya membaca ‘Brave New World’. Saya tidak dapat meminta saran dari ibu saya tentang ‘Brave New World.”

Apa identitas anda

“Masalah identitas ini sangat terasa saat saya melewatkan masa sekolah menengah atas dimana saya memiliki satu kelompok teman yang pada dasarnya lebih kental identitas Asianya dalam hal kebudayaan dengan kelompok teman lain yang pada dasarnya adalah orang Inggris Anglo.

“Salah satu pihak mengkritik saya karena terlalu putih sementara yang lain mengkritik saya karena terlalu asia.

“Saya muak dengan masukan yang sangat membingungkan dari dua kelompok sahabat saya ini, ketika saya berkata, ‘Anda tahu apa, soal hal itu, saya orang Asia dan orang Inggris Anglo!’.

Apa tips Anda untuk orang yang memiliki tanah air kedua?

“Jadilah bangga dengan siapa diri Anda. Segala sesuatunya, budaya Anda dan juga pola asuh Anda, adalah bagian dari diri Anda dan itu membentuk siapa diri Anda.

“Saya pergi ke Belanda sebagai orang Australia-China-Hong Kong saya. Itulah yang akan saya berikan kepada mereka dan mereka harus menghadapinya!”

Fotis Larentzakis, 45, Sydney

Fotis Larentzakis, 45, Sydney
Folis Larentzakis mengatakan bahwa meninggalkan sebuah negara dalam krisis merupakan tantangan terbesar karena ia harus memulai lagi dari awal. (ABC News: Susan Lanni).

Manajer IT, Fotis Larentzakis mengenyam pendidikan di sekolah di Australia namun kembali ke Yunani dan menjalani kehidupan yang mewah dengan mobil balap dan sebuah rumah di Athena. Dia kehilangan hampir semua hal selama krisis utang Yunani dan datang ke Australia bersama istrinya pada tahun 2010. Tapi memulai kembali kehidupan dari awal itu amat sulit.

Fotis ingat ketika suatu waktu dia harus mencampur susu dengan air untuk bayinya karena dia kehilangan pekerjaannya di Australia dan dia tidak ingin meminta bantuan. Dia masih harus melunasi pinjamannya di Yunani.

Apa hal terbaik tentang memiliki negara kedua?

“Anak laki-laki saya yang pertama dan kedua lahir di Australia. Saya tahu bahwa hidup mereka akan terus berada di sini jadi saya akan mengajari mereka dari mana mereka berasal, tetapi saya tidak ingin mereka mengalami apa yang harus saya alami berpindah-pindah negara. Saya ingin mereka menetap di sini

“Setiap pagi saat saya bangun tidur, saya hanya melihat satu hal: saya sehat, kaki dan tangan saya dapat bergerak, saya tidak seharusnya meminta lebih dari itu. Anak-anak saya sehat, istri saya sehat. Ayo, mari kita jalani hari ini. ”

Apa tantangannya?

“Memulai kembali semuanya dari bawah dari nol, itu yang tersulit.

“Di usia 40-an, seperti saya, pindah ke negara lain, dan anda harus memulai dari nol, terutama saat Anda meninggalkan negara dengan krisis. Itulah yang paling sulit. Sulit memulai kehidupan baru lagi.

Fotis Larentzakis
Fotis Larentzakis menjalani hidup yang mewah di Yunani sebelum krisis utang melanda negara itu.

Apa identitas anda

“Orang Yunani Australia di Australia, orang Yunani Australia di Yunani.

“Yunani adalah negara kedua saya tapi ketika saya berada di Yunani, Australia adalah rumah kedua saya.”

Apa tips Anda bagi orang yang memiliki rumah kedua?

“Setiap hari lebih mudah dari hari sebelumnya Apa pun yang Anda lakukan dalam hidup Anda semuanya akan berpulang kembali kepada Anda Dan jika tidak berpulang kepada Anda, itu akan berpulang kembali kepada anak-anak Anda.

“Berpikirlah seperti orang Australia, jangan berpikir seperti orang Yunani, ubahlah cara berpikir Anda. Jangan bandingkan.

“Apa yang Anda jalani dalam hidup Anda sebelumnya, lupakanlah dan lanjutkan di sini.

“Saya tidak tahu berapa banyak kekuatan yang dapat Anda ciptakan dalam sebuah hubungan saat Anda melewati sebuah krisis. Bukan hanya krisis negara, setiap pasangan memiliki krisis sendiri, kami, istri saya dan saya, itu justru membuat kami lebih kuat.”

Svetlana Zhukova, 34, Sydney

Svetlana Zhukova, 34, Sydney
Svetlana Zhukova mengatakan salah satu tips terbesarnya adalah keluar dari zona nyaman dan berteman. (ABC News: Susan Lannin).

Eksekutif pemasaran, Svetlana Zhukova adalah seorang Australia Rusia yang dibesarkan di bekas republik Soviet di Belarus. Dia pertama kali meninggalkan rumah pada usia 15 untuk pergi ke sekolah yang lebih baik di mana dia bisa memperbaiki bahasa Inggrisnya. Karirnya membawanya ke Moskow, Rotterdam dan Sydney di mana dia tiba pada tahun 2007. Orang tuanya masih tinggal di Belarus dan dia mengunjungi mereka setiap tahun dan tetap berhubungan dengan teman masa kecilnya

Apa hal terbaik tentang memiliki negara kedua?

“Kewarganegaraan Australia memberi Anda kebebasan untuk bepergian, pergi ke banyak tempat tanpa perasaan bahwa Anda dapat dipulangkan kembali.

“Status kewarganegaraan Australia ini memberikan perasaan memiliki, saya pikir ketika saya mengambil kewarganegaraan Australia saya, menurut saya itu adalah moment yang sangat emosional saat saya berikrar yang menyatakan sejak saat itu dan seterusnya saya berjanji bahwa kesetiaan saya sepenuhnya terhadap Australia.

“Memiliki rasa aman dan rasa memiliki itu sangat istimewa.”

Apa tantangannya?

“Hal yang sulit adalah Anda tahu bahwa Anda sendirian saat Anda tidak memiliki keluarga di sini.

“Orang tua saya tidak dapat membantu saya secara finansial. Tapi justru sebaliknya.

“Hidup itu singkat dan tidak ada orang yang menjadi semakin muda. Jadi, pastikan Anda melakukan hal-hal yang benar dan Anda tidak akan menyesali hidup anda.

“Jadi saya hanya mencoba untuk tetap berhubungan melalui teknologi, jadi bercakap-cakap melalu Skype dengan orang tua saya dan mereka merangkul teknologi itu.

“Saya berusaha bertemu mereka setiap tahun, jadi entah itu saya pulang ke Belarus untuk menghabiskan waktu bersama mereka atau kami berlibur bersama.”

Apa identitas Anda

“Saya mengatakan bahwa saya orang Rusia dari Australia Saya lahir di Uni Soviet yang sudah tidak ada lagi, jadi bagi saya apa sebenarnya makna tanah air itu sebenarnya apa adalah merupakan tanda tanya besar.

Bagi saya, tanah air saya adalah tempat saya berada, dan saya berada di Australia jadi ini negara atau tanah air saya.

“Saya memiliki kisah dengan Australia yang sangat membahagiakan. Saya memiliki hubungan asmara terkuat dengan Australia.

“Sejujurnya, saya tidak melihat bagaimana hidup saya bisa berjalan lebih baik lagi.”

Apa tips Anda untuk orang yang memiliki negara kedua?

“Kurasa rahasianya adalah selalu melihat sisi baiknya dari berbagai hal yang terjadi dan bagi saya kuncinya adalah tidak berharap apa-apa dan menerima segala sesuatunya apa adanya dan sebagaimana mestinya.

“Fokuslah pada hari ini dan fokuslah pada semua hal yang baik-baik saja yang Anda miliki dalam hidup Anda dan merasa bersyukur dan benar-benar mengambil keputusan atas keinginan anda sendiri.

“Keluar dari zona nyaman Anda saat Anda berada di tempat baru. Bertemanlah, pergilah ke sana, lakukan hal-hal yang mungkin belum pernah Anda lakukan sebelumnya dan investasikan untuk membuat dunia baru di sekitar Anda.

“Migrasi adalah cara untuk memulai lagi dari awal seiring dengan itu anda bisa melakukan segala sesuatunya dengan cara-cara yang mungkin tidak dapat Anda lakukan sebelumnya.”

Girma Adane, 37, Sydney

Girma Adane, 37, Sydney
Girma Adane mengatakan memiliki negara kedua “membuka mata Anda untuk melihat dunia dalam pandangan yang berbeda”. (ABC News: Susan Lannin).

Girma Adane mencari suaka di Australia 13 tahun yang lalu setelah dipenjarakan sebagai aktivis mahasiswa di Ethiopia pada tahun 2001. Insinyur telekomunikasi tersebut berterima kasih kepada Australia karena telah memberinya kesempatan dan dia menghargai demokrasi Australia dan kebebasan politiknya. Ayah dua anak ini tetap berhubungan dengan keluarganya di Ethiopia melalui Skype dan Facebook dan pada 2016 orang tuanya datang ke Australia untuk pertama kalinya untuk berkunjung.

Apa hal terbaik tentang memiliki negara kedua?

“Ini bagus, memberi Anda lebih banyak kesempatan untuk mendapatkan pendidikan, kesempatan kerja, dan membuka mata Anda untuk melihat dunia dalam pandangan yang berbeda dibandingkan dengan dulu.”

Apa tantangannya?

“Untuk mendapatkan sesuatu selalu ada biayanya, jadi kehilangan keluarga, teman, budaya, hal-hal seperti itu sedikit menantang.

“Ini menyenangkan tapi ada juga tidak enaknya. Anda merasa seperti Anda ingin pulang ke negara awal anda. Anda merindukan keluarga, teman, ketika Anda sampai di sana dan kemudian Anda kehilangan hal-hal yang terjadi di sini juga.

Apa identitas Anda?

“Saya menggambarkan diri saya sebagai orang Australia Etiopia, karena latar belakang saya berasal dari Ethiopia, tapi saya pasti mengatakan Australia adalah negara saya.”

Girma Adane dipenjara sebagai aktivis mahasiswa di Ethiopia pada tahun 2001
Girma Adane mencari suaka di Australia 13 tahun yang lalu. (Foto: Disediakan).

Apa tips Anda bagi mereka yang memiliki tanah air kedua?

“Saya ingin mereka berpikiran terbuka, merangkul tantangan dan mengasimilasi diri mereka ke dalam budaya Australia.

“Bertemanlah dan selalu menjadi orang Australia … karena di penghujung hari, inilah rumah kita.

Aleathia Holland, 42, Mount Gambier

Aleathia Holland, 42, Mount Gambier
Aleathia Holland mengatakan hal tersulit yang dihadapinya adalah menjalin persahabatan says the hardest challenge is making friendship dan jaringan dengan orang-orang. (ABC News: Lucy Robinson).

Pemilik usaha kecil Aleathia Holland telah kembali ke kampung halamannya di Mount Gambier di Australia Selatan setelah keluarganya pindah ke AS, Singapura dan Korea Selatan karena pekerjaan suaminya dengan sebuah perusahaan minyak dan gas besar. Pulang kembali ke Australia setelah empat tahun tinggal di tempat yang jauh dengan adik kyang sedang melakukan pemulihan dari kanker serta tekanan untuk membangun rumah baru.

Apa hal terbaik tentang memiliki negara kedua?

“Gaya hidup di Houston sangat menakjubkan dengan rumah besar, mobil besar, kolam renang.

“Semua anak saya mengatakan jika kami pergi ke Amerika besok, mereka semua akan senang berkemas dan pergi.

“Kami menciptakan sebuah keluarga di Korea Selatan, semua teman yang kami temui disana telah menjadi teman seumur hidup. Setiap negara memberi kami sesuatu yang berbeda.”

Apa tantangannya?

“Kami tidak punya waktu lama untuk bermukim di suatu tempat, itu sulit.

“Semua orang pastinya sudah memiliki hubungan mereka sendiri sehingga mungkin ini adalah tantangan terbesar saya. Anak-anak semuanya ada di sekolah.

“Saya berasal dari keluarga yang sangat kuat, memiliki tiga saudara perempuan yang tinggal berdekatan satu sama lain, untuk seorang ekspat manapun, adalah hal yang sulit bagi wanita, membangun persahabatan dan memiliki sekelompok orang di sekitar Anda.

“Ini sulit, kalau bukan untuk keluarga, saya pasti tidak akan pindah kembali ke kota kecil ini, tidak mungkin.

“Tapi anak-anak saya bahagia dan di penghujung hari itulah yang utama.”

Aleathia Holland kembali ke Mount Gambier bersama keluarganya dari AS
Aleathia Holland mengatakan hal utama adalah bahwa anak-anaknya bahagia

Apa identitas anda

“Identitas Australia yang kuat. Tidak masalah dimana kita berada.

“Australia adalah negara saya tapi ada banyak negara yang bisa saya sebut sebagai negara kedua.”

Tips anda untuk orang-orang dengan negara kedua?

Agar lebih toleran terhadap budaya yang berbeda dan cara mereka bertindak dan rasakan. Hanya karena kita memiliki cara hidup tertentu yang tidak berarti itu benar.

“Anak-anak saya benar-benar harus melihat sisi kehidupan yang berbeda, jadi itu adalah pelajaran besar.

“Kembali lagi, saya akan mengatakan jangan mencoba terburu-buru masuk, jangan khawatir jika tidak semuanya terjadi secara langsung.

“Ini berbeda karena kamu beda saat kamu pulang.”

Siraj Patel, 37, Sydney

Siraj Patel, 37, Sydney
Siraj Patel mengatakan bahwa peluang karir Australia adalah yang terbaik di dunia. (ABC News: Susan Lannin).

Konsultan IT Siraj Patel datang ke Australia dari India pada tahun 2004. Mimpinya hancur saat ayahnya meninggal sebelum bisa mengunjungi Siraj di Australia. Dia kemudian mensponsori salah satu adik laki-lakinya untuk datang ke sini dan belajar tapi saudaranya terbunuh oleh seorang pengemudi mabuk dalam kecelakaan lalu lintas. Tragedi tersebut mendorong Siraj dan yang lainnya di komunitas India untuk mendirikan Asosiasi Muslim India untuk membantu orang India lainnya yang bermigrasi ke sini.

Apa hal terbaik tentang memiliki negara kedua?

“Anda bisa melihat multikulturalisme di Australia. Peluang karir di Australia adalah beberapa peluang karir terbaik yang bisa Anda temukan di manapun.

“Punya rumah sendiri dan memiliki halaman belakang yang bagus agar anak-anak saya bisa bermain di halaman belakang.”

Apa tantangannya?

“Tantangan terbesar bagi orang-orang seperti saya, datang dari negara yang berbeda, adalah untuk meninggalkan orang yang Anda cintai, untuk meninggalkan tempat Anda tumbuh dewasa, tempat di mana Anda telah belajar, teman-teman yang telah bersahabat dengan anda sejak masih anak-anak, dan untuk meninggalkan sekaligus dan datang ke negara yang besar ini.

“Saya datang sebagai mahasiswa di sini jadi saya sedikit berjuang sehingga orang tua saya, ayah dan ibu saya membantu saya selama masa awal perjuangan saya.”

Apa identitas Anda

“Ini sangat sulit, saya akan katakan karena negara dari mana saya berasal adalah India, yang saya sangat cintai, karena itu adalah tanah kelahiran saya, dimana setengah dari masa hidup saya habiskan disana dan setengah dari hidup saya di sini di Australia. .

“Saya ingin tinggal di Australia dengan pasti, jadi saya melihat diri saya sebagai orang Australia dan kemudian orang India.”

Apa tips Anda  bagi mereka yang memiliki negara kedua?

“Anda harus siap secara mental Datanglah dengan rencana yang tepat, berusaha keras sampai anda sukses. Jadi cobalah terus.

“Kami berusaha yang terbaik untuk membantu orang-orang dari India yang sedang belajar di sini. Begitu mereka menyelesaikan studi mereka, kami tidak ingin mereka bekerja di sebuah stasiun pengisian bahan bakar, kami tidak ingin mereka bekerja di perusahaan keamanan.

“Bersiaplah untuk biaya karena kota-kota seperti Sydney dan Melbourne adalah kota yang sangat mahal.

“Jangan lupakan budaya dari mana anda datang sehingga Anda bisa menyebarkannya ke negara ini. Anda bisa berbagi budaya, bahasa yang Anda miliki, itulah keindahan Australia.”

Impian Siraj Patel adalah memiliki rumahnya sendiri dengan halaman belakang yang besar agar anak-anaknya bisa bermain
Siraj Patel datang ke Australia dari India pada tahun 2004.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*