LIGA INGGRIS: Itikad Mourinho Mengabdi “Setan Merah”

Foto yang diambil 24 Mei 2017 ini menunjukkan manajer Manchester United Jose Mourinho asal Portugal mencium trofi Liga Europa setelah Manchester United memenangi laga final melawan Ajax Amsterdam di Stockholm, Swedia. Dalam survei yang dirilis 23 Januari 2018, Manchester United disebutkan sebagai klub paling kaya, mengalahkan Real Madrid, dengan perolehan pada 2016/2017 sebesar 676 juta Euro atau 581 juta Poundsterling (Sumber: KOMPAS/AFP PHOTO/ODD ANDERSEN).

Oleh: YULVIANUS HARJONO

Jose Mourinho selama ini dikenal sebagai manajer sepak bola yang ogah “mengabdi” lama ke sebuah klub. Ia adalah petualang sejati yang gemar berburu trofi sekaligus mencari tantangan baru di berbagai negara. Namun, persepsi lama itu mulai sirna saat ia mengikat perpanjangan kontrak baru Manchester United, Kamis (25/1) malam waktu Inggris.

Manajer berjuluk si “Spesial” itu mengikat janji setia di “Setan Merah” hingga 2020 mendatang plus opsi perpanjangan semusim. Dengan demikian, Mourinho bisa terus bertahan di Old Trafford hingga 2021 mendatang. Sebelumnya, saat pertama kali dikontrak MU pada Mei 2016 lalu, manajer bergelimang prestasi ini hanya mengikat diri dengan klub itu selama tiga tahun alias hingga 2019.

AFP PHOTO/OLI SCARFF

Jose Mourinho, manajer Manchester United

Jika Mourinho terus bertahan di Old Trafford hingga paling tidak 2020 mendatang, itu bakal menjadi rekor baru baginya. Ia adalah manajer yang paling tidak betah berlama-lama di sebuah klub. Dikutip dariTranfermarkt, situs yang mencatatkan kontrak setiap pelatih dan pemain sepak bola profesional di dunia, rata-rata durasi kontrak Mourinho adalah 2,1 tahun.

Jika Mourinho terus bertahan di Old Trafford hingga paling tidak 2020 mendatang, itu bakal menjadi rekor baru baginya. Ia adalah manajer yang paling tidak betah berlama-lama di sebuah klub.

Si Spesial, dalam perjalanan karirnya, memang tidak pernah tinggal di satu klub lebih dari tiga tahun. Di FC Porto, klub yang membesarkannya, misalnya, Mourinho hanya mampu bertahan 2,5 tahun. Setali tiga uang, di Inter Milan, ia hanya betah dua tahun. Namun, dalam periode yang singkat, ia mampu meraih enam trofi penting di kedua klub itu, yaitu dua trofi Liga Portugal, dua Liga Italia, dan dua Liga Champions.

Manajer asal Portugal itu memang pernah lebih dari tiga tahun menangani sebuah klub, yaitu Chelsea. Ia bahkan sempat lima tahun tinggal di klub Inggris itu. Namun, durasi lima tahun itu dibagi dalam dua periode berbeda, yaitu 2004-2007 dan 2013-2015. Lagi-lagi, Mourinho juga mengoleksi banyak trofi di klub itu di antaranya tiga trofi Liga Inggris, tiga Piala Liga, dan satu Piala FA.

AFP PHOTO/PAUL ELLIS

Jose Mourinho baru saja menandatangani kontrak baru bersama Manchester United sampai 2020.

Sempat menolak komitmen

Menariknya, dalam sebuah wawancara Oktober 2017 lalu, Mourinho sempat menolak berkomitmen di MU, apalagi dibandingkan pendahulunya, Sir Alex Ferguson, yang seolah “menikahi” MU. Manajer legendaris di Inggris itu hampir 27 tahun menangani Setan Merah. “Saat ini, di era sepak bola modern, ada manajer yang tetap bertahan di sebuah klub selama 15 atau 20 tahun. Arsene Wenger (manajer Arsenal) adalah yang terakhir,” tukasnya seperti dikutip The Guardian, Oktober lalu.

Si Spesial kepincut dengan atmosfer kondusif di MU. Di tim terkaya di dunia itulah ia merasa “lebih hidup”.

Lantas, apa yang membuat Mourinho kini berupah pikiran dan beritikad mengabdi lebih lama ke Setan Merah? Si Spesial kepincut dengan atmosfer kondusif di MU. Di tim terkaya di dunia itulah ia merasa “lebih hidup”. Ia merasa sangsi bisa mendapatkan hal serupa di klub lainnya.“Adalah sebuah keistimewaan bisa berada di klub ini, bekerja dengan sekelompok anak-anak yang fantastis,” tuturnya.

“Kontrak awal saya adalah tiga tahun. Namun, sekarang jelas, kontrak itu tidak lagi tiga tahun melainkan bisa empat atau lima tahun. Siapa tahu, bahkan bisa lebih dari itu. Saya cinta dengan para pemain saya. Kami sekarang menciptakan kondisi untuk masa depan yang brilian dan penuh kesuksesan di MU,” ujar Mourinho menambahkan.

AFP PHOTO/LINDSEY PARNABY

Jose Mourinho, manajer Manchester United

Gairah baru Mourinho ini tidak terlepas dari keberhasilan MU menggaet salah satu penyerang tersubur dan kreatif di Liga Inggris, Alexis Sanchez. Ia menganggap eks bintang Arsenal itu sebagai “kepingan terakhir” yang melengkapi mozaik barisan bintang di MU. Dengan hadirnya Sanchez, Mourinho merasa memiliki skuad kompetitif untuk meraih trofi Liga Champions.

Dengan koleksi dua trofi Liga Champions dan dua Liga Europa di tiga klub berbeda, Mourinho paham betul bagaimana caranya berjaya di kompetisi Eropa. Sanchez menawarkan jalan untuk meraih trofi impian semua klub di Eropa itu. Sanchez tidak hanya punya kualitas teknik mengolah bola di atas rata-rata, namun juga visi permainan dan insting mencetak gol. Ia mengingatkan publik MU akan ketajaman mantan bintangnya, Cristiano Ronaldo.

Dengan hadirnya Sanchez, Mourinho merasa memiliki skuad kompetitif untuk meraih trofi Liga Champions.

Sebelum hadirnya Sanchez, MU sebetulnya telah memiliki pemain yang setipe, yaitu Anthony Martial. Penyerang muda asal Perancis itu juga punya akselerasi membawa bola di atas rata-rata. Hanya saja, visi dan teknik dribling Martial tidak sebaik Sanchez. Ketiadaan penggocek bola yang mampu menusuk ke jantung pertahanan lawan seperti Wayne Rooney di MU satu dekade lalu, membuat serangan tim itu kerap terlihat monoton, terutama ketika menghadapi tim-tim dengan taktik “parkir bus”.

Liga Champions

Hadirnya Sanchez bakal memperkaya MU. Setan Merah bakal lebih banyak memiliki variasi serangan, tidak hanya mengandalkan umpan-umpan silang dengan keunggulan duel di udara barisan pemain jangkung seperti Romelu Lukaku, Paul Pogba atau Marouane Fellaini. Sanchez bisa menjadi “pisau” yang menyayat-nyayat pertahanan atau setidaknya merusak konsentrasi lawan, sehingga mampu membuka ruang bagi striker seperti Lukaku.

Persentase Kemenangan Mourinho di Klub-Klub yang Dilatihnya (Sumber : BBC)

Variasi gaya bermain seperti itu sangat dibutuhkan Setan Merah untuk menandingi para raksasa menakutkan di Eropa seperti Barcelona, Paris Saint-Germain dan Manchester City. Besarnya kans MU untuk meraih trofi Liga Champions membuat pejabat Setan Merah tidak berpikir ulang untuk melanjutkan proyek besarnya bersama Mourinho.

Sanchez bisa menjadi “pisau” yang menyayat-nyayat pertahanan atau setidaknya merusak konsentrasi lawan, sehingga mampu membuka ruang bagi striker seperti Lukaku

Sejauh ini, para pejabat MU puas dengan kinerja Mourinho. Di musim pertamanya, ia sukses mengantarkan dua trofi, yaitu Liga Europa dan Piala Liga Inggris, untuk MU. “Ia telah membawa energi dan ambisi kesuksesan seperti yang telah ia capai selama ini. Saya yakin, ia akan melanjutkan hasil yang menggembirakan untuk fans dan klub,” tutur CEO Manchester United Ed Woodward. (BBC)/Harian KOMPAS

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*