17 Hari KM Mega Top III Hilang Kontak

SIBOLGA, Baranews.co – Kapal motor pencari ikan Mega Top III yang hilang kontak sejak 3 Januari hingga 19 Januari belum diketahui keberadaannya. Kapal pukat cincing berukuran 34 gros ton (GT) itu membawa 28 anak buah kapal dan 1 penumpang.

Kapal terakhir kali diketahui berada di zona ekonomi eksklusif Samudra Hindia di barat Sumatera, sekitar 740 kilometer dari Sibolga, tepatnya di koordinat 94 derajat bujur timur dan 1 derajat lintang selatan.

Kepala Pos SAR Sibolga Adlin Buyung Nasution, dihubungi dari Medan, Jumat (19/1), mengatakan, KM Mega Top III dengan nomor lambung 359, dinakhodai Razali, meninggalkan Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga pada 27 Desember 2017. Kapal hilang kontak pada 3 Januari, tetapi pihaknya mendapatkan laporan resmi pada 9 Januari.

Melihat posisi titik komunikasi terakhir, kapal berada di wilayah operasi SAR Aceh. Rapat koordinasi pencarian sudah dilakukan dengan pihak terkait. Diperkirakan, KM Mega Top III ada di perairan luas dekat Colombo, ibu kota Sri Lanka.

Kepala Dinas Perikanan, Ketahanan Pangan, dan Pertanian Sibolga Hendra Darmalius mengatakan, sebelumnya juga ada nakhoda kapal pompong berukuran 4 GT yang bertemu KM Mega Top III di koordinat kapal hilang. Saat itu, ada kerusakan alat komunikasi di KM Mega Top III.

Awak KM Mega Top III meminta bantuan nakhoda kapal pompong memperbaiki radionya. Kapal pompong dengan dua ABK ini kemudian membuang jangkar di rumpon kawasan, lalu mengikatkan kapal di belakang KM Mega Top III.

Namun, pada malam hari, badai melanda. Esok, saat ABK kapal pompong bangun, KM Mega Top III sudah tidak ada di lokasi dan tali pengikat kapal terputus.

”Dua hari ABK kapal pompong keliling daerah itu, tetapi tidak menemukan dan akhirnya kembali ke Sibolga. Kedua ABK melaporkan kejadian itu,” kata Hendra.

Perwakilan pemilik Kapal Mega Top III, Aswin, mengatakan, sebelum berangkat, kapal sudah mengantongi perizinan yang berlaku, seperti sertifikat laik operasi dan surat persetujuan berlayar. ”Pelampung mencukupi, racun api ada, peralatannya lengkap,” kata Aswin.

”Biasanya kapal berlayar 21-25 hari. Persediaan pangan mencukupi, ada 28 sak beras dan ikan 3 ton yang dibawa,” kata Aswin.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan sejumlah otoritas dan dengan beberapa kapal di sepanjang Sumatera, dari Aceh hingga Padang, untuk mencari kapal itu. KM Megawati yang dimiliki oleh perusahaan yang sama juga ikut mencari KM Mega Top III.

Camat Sibolga Selatan Agus Saleh mengatakan, ada empat ABK yang merupakan warga kecamatannya. Selain dari Sibolga, juga ada dari Tapanuli Tengah, Batubara, dan Aceh. Pihaknya terus berkomunikasi dengan keluarga ABK.

”Keluarga berharap pemerintah, baik daerah maupun pusat, terus berupaya mencari keberadaan kapal itu,” kata Agus.

Sebelumnya, Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk telah memimpin rapat bersama pihak-pihak terkait tentang hialngnya kapal. Rapat sepakat, pencarian tidak bisa lagi dilakukan daerah karena keterbatasan peralatan. (WSI)/Harian KOMPAS

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*