1968: Revolusi, Seks, dan Aktualisasi Diri

Sumber: dw.com

50 tahun lalu, Eropa Barat dan Amerika Serikat dilanda revolusi kaum muda ‘Angkatan 68’. Mereka menggugat norma-norma generasi tua dari era Perang Dunia II, dan menuntut kebebasan menentukan jalan hidup sendiri.

Tema ‘pencerahan seksual’ masuk bioskop

Di Jerman, Oswald Kolle tahun 1968 mengusung tema kehidupan seksual ke layar lebar dengan film “Das Wunder der Liebe” (Keajaiban Cinta). Film jilid pertama diproduksi dalam hitam putih, jilid kedua berwarna. Film-film itu memicu perdebatan sengit tentang norma-norma kehidupan seksual.

Saigon Vietnamkrieg (picture-alliance/AP Photo/E. Adams)

Perang Vietnam dan perlawanan di Barat

Seorang polisi Saigon menembak mati warga yang diduga anggota Vietcong. Kebrutalan milter Barat dan mitra-mitranya di Vietnam tersebar cepat lewat media dan menyulut protes keras dan luas di Eropa barat dan Amerika Serikat. Maret 1968, Presiden AS Lyndon B. Johnson memutuskan tidak mencalonkan diri lagi.

Frankfurt Ausgebrannter Kaufhof 1968 (picture-alliance/AP Photo/C. Hampel)

Aksi teror ekstrimis kiri

Sebagai protes terhadap “Genosida di Vietnam” sekelompok aktivis kiri di sekitar Andreas Baader dan Gudrun Ensslin mencoba membakar dua rumah belanja di kota Frankfurt. Brandsätze in zwei Kaufhäusern in Frankfurt am Main. Kedua aktivis tersebut kemudian mendirikan kelompok ekstrim Rote-Armee-Fraktion (RAF) yang melakukan berbagai serangan bersenjata, penculikan dan pembunuhan.

Wofür die Deutschen auf die Straße gingen Flash-Galerie (AP)

“Revolusi Mahasiswa”

Rudi Dutschke muncul sebagai salah satu tokoh mahasiswa dalam aksi protes menentang perang Vietnam. Kelompok-kelompok mahasiswa kemudian dikenal sebagai blok oposisi ekstra parlementer yang cukup berpengaruh. April 1968 Rudi Dutschke jadi korban penembakan. Dia menderita luka cukup berat dan meninggal tahun 1979 karena komplikasi luka itu.

USA Memphis Martin Luther King 1968 (picture-alliance/AP Photo/J. Thornell)

Kematian seorang pengkhotbah

4 April 1968 Martin Luther King ditembak mati di Memphis, Amerika Serikat. Pembunuhan tokoh pejuang hak asasi kulit hitam itu menyulut aksi protes luas menentang rasisme di Amerika Serikat yang punya akar sangat mendalam. Di lebih 100 kota terjadi aksi protes diiringi kerusuhan yang mengakibatkan banyak korban tewas dan cidera.

Beatles (picture-alliance/AP)

Mengubah dunia

Band The Beatles menampilkan single “Hey Jude” yang menjadi hit paling populer tahun 1968 dengan angka penjualan sekitar 7,5 juta piringan hitam. Hey Jude dipasarkan dalam satu piringan hitam bersama lagu “Revolution” – mencerminkan semangat era 1968 dengan motto: “Kami ingin mengubah dunia.”

Kolumbien | Papst Paul VI. während des Eucharistischen Weltkongresses 1968 (picture-alliance/dpa)

Tamparan Gereja Katolik

Penemuan pil anti hamil mengubah persepsi kehidupan seksual generasi muda pada jamannya. Kontak seksual kini tidak hanya dihubungkan dengan tindakan reproduksi, tetapi dikaitkan juga dengan faktor kenikmatan dan aktualisasi diri. Pimpinan Gereja Katolik Paus Paulus VI menentang pandangan itu dan menerbitkan “Humanae Vitae” yang menentang segala bentuk pencegahan kehamilan.

Mond und Erde von der Apollo 8 aus gesehen | 1969 (picture-alliance/dpa/NASA)

Pehamaman baru

Natal 1968, kru Apollo 8 membuat foto planet bumi dengan judul “Earthrise” – sebuah foto yang memberi pandangan dan pemahaman baru terhadap Bumi. Planet ini tiba-tiba dilihat banyak orang sebagai sesuatu yang indah dan harus dilindungi. Foto ini berhasil mengubah cara pandang orang mengenai kelestarian dan perlindungan lingkungan. (Teks: Nicolas Martin/hp/ap)/dw.com/swh

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*