LIGA ITALIA: Serangan Terbaik Vs Pertahanan Terkuat

Ilustrasi (Sumber: Gilabola.com)

TURIN, Baranews.co – Laga panas akan tersaji pada pekan ke-18 Liga Italia, Minggu (24/12) dini hari. Juventus, skuad dengan serangan terbaik di liga, akan bertemu AS Roma, skuad dengan pertahanan terkuat. Persaingan sengit pun kemungkinan besar akan terjadi dalam laga tersebut. Apalagi, laga itu akan menjadi salah satu penentu perebutan gelar juara musim ini.

Juventus, yang berada di posisi kedua klasemen Serie A, akan menjamu tamunya, AS Roma, yang berada di peringkat keempat di Stadion Allianz Turin. Juventus menantang AS Roma dengan modal produktivitas gol. ”Si Hitam Putih” telah mencetak 44 gol dari 17 laga atau 2,58 gol per laga. Sebanyak 13 pemain Juventus mencatatkan diri di papan skor. Deretan angka tersebut adalah pencapaian tertinggi di liga. Hanya Napoli yang bisa membuntuti di urutan kedua, yakni dengan 38 gol dari 17 laga.

Wajar jika juara 33 kali Liga Italia tersebut akan jemawa menjamu AS Roma. Apalagi semua penyerang utama berada dalam kondisi fit untuk tampil melawan ”Serigala” Roma.

Penyerang asal Kroasia, Mario Mandzukic, yang luka robek di betis ketika Juventus bertandang ke Bologna, pekan lalu, disebut sudah pulih pekan ini. Ia mendapatkan perawatan 13 jahitan pada betisnya. Penyerang asal Argentina, Paulo Dybala, mulai menemukan lagi ketajamannya. Ia menciptakan satu gol saat Juventus menekuk Genoa, 2-0, pada babak 16 besar Piala Italia, Kamis (21/12) dini hari WIB. Itu adalah gol ketiganya dari 16 laga terakhir.

Pemain berjuluk ”La Joya” itu memang tengah mengalami paceklik gol setelah musim lalu bisa mencetak 10 gol hanya dari enam laga awal liga. Akan tetapi, gol Dybala ke gawang Genoa diharapkan bisa menghidupkan kembali motivasinya mencetak gol, terutama ketika berjumpa AS Roma. ”Dia adalah pemain bagus. Yang dia butuhkan saat ini hanya ketenangan dan kepercayaan diri,” ujar Pelatih Juventus Massimiliano Allegri.

Tidak boleh diremehkan

Namun, AS Roma menempuh perjalanan 689 kilometer dari Roma ke Turin bukan tanpa modal. Juara tiga kali Liga Italia itu datang dengan catatan sebagai tim yang paling sedikit kebobolan. Skuad yang bermarkas di Stadion Olimpico Roma itu hanya kemasukan 10 gol dari 16 laga. Dalam tiga dari 16 laga itu, tak ada satu pun tendangan lawan ke arah gawang Roma. Tidak ada tim lain yang punya catatan sebaik mereka. Hanya Napoli yang membayangi dengan kemasukan 11 gol dari 17 laga.

Bahkan, kiper utama AS Roma, Alisson Becker, membukukan 9 kali laga tanpa kebobolan. Catatan itu juga yang tertinggi di liga saat ini. Hanya kiper Inter Milan, Samir Handanovic, yang mampu menyainginya di urutan kedua, yakni dengan 8 kali laga tanpa kebobolan.

Melihat catatan itu, Juventus tentu tidak boleh meremehkan ”Si Kuning-Merah” dari ibu kota Italia itu. Apalagi AS Roma datang dengan semangat kebangkitan setelah takluk 1-2 dari Torino pada babak 16 besar Piala Italia, Rabu (20/12) malam.

”Kami berada di jalur untuk mencapai tujuan kami, yakni scudetto. Kami harus mengalahkan semua tim untuk memenanginya. Untuk itu, kami harus mendapatkan tiga poin di Turin,” kata Becker dikutip laman Football-Italia. (AFP/DRI)/Harian KOMPAS

Be the first to comment

Leave a Reply