JOKOWI MANTU: Merayakan Kebinekaan Indonesia lewat Pernikahan Kahiyang-Bobby

Pemberian nasihat kepada pasangan pengantin atau ajar poda pertama disampaikan ibu Bobby Nasution, Hanifah Siregar, dan dilanjutkan Presiden Joko Widodo. Hanifah mengingatkan bahwa sekarang dirinya juga menjadi ibu bagi Kahiyang seperti ibu kandungnya sendiri, Iriana Widodo. Adapun Presiden menyampaikan nasihat agar Kahiyang-Bobby menjalankan kewajiban, yaitu saling mencintai, saling menghormati, dan juga menjalankan tanggung jawab masing-masing sebagai istri dan suami. (Sumber: KOMPAS/ANDY RIZA HIDAYAT).

Pernikahan Kahiyang Ayu Siregar dengan Muhammad Bobby Afif Nasution seolah menjadi perayaan kebinekaan di tanah Ibu Pertiwi. Harapannya, peristiwa ini membawa berkah bagi Indonesia, khususnya untuk menyadari keragaman sebagai kekayaan milik Indonesia.

Presiden Joko Widodo dalam ajar poda, salah satu bagian dari upacara adat perkawinan Mandailing yang berisi nasihat orangtua mempelai, menghaturkan terima kasih atas marga Siregar yang disematkan kepada putrinya, Kahiyang. ”Saya juga berterima kasih atas penyelenggaraan upacara adat yang penuh filosofi dan makna. Semoga persaudaraan kita membawa berkah bagi keluarga, bahkan bangsa Indonesia,” tutur Presiden, Sabtu (25/11).

Harapan Jokowi itu pun diamini Yando Zakaria, inisiator antropolog untuk Indonesia. Sebagai antropolog di bidang masyarakat adat, dia bahagia melihat pernikahan Kahiyang dan Bobby. Bagi Yando, pernikahan itu merupakan momentum penegasan kembali akan kebinekaan milik Indonesia.

Yando Zakaria bahagia melihat pernikahan Kahiyang dan Bobby. Pernikahan itu momentum penegasan kembali akan kebinekaan milik Indonesia.

Dalam konteks keragaman, pernikahan Kahiyang-Bobby menunjukkan, hubungan antarsuku dan antaradat adalah hal yang wajar di Indonesia. Jika ditarik lebih dalam lagi, menurut Yando, identitas-identitas primordial bukan menjadi masalah dalam bangsa ini.

DOK PRIBADI

Yando Zakaria, antropolog di bidang adat dan inisiator asosiasi Antrolog untuk Indonesia

”Tiap upacara dan ritual dalam pernikahan Kahiyang-Bobby kini tak hanya milik kedua keluarga besar mempelai. Akan tetapi, upacara-upacara dan ritual adat itu saat ini milik Indonesia secara bersama. Inilah perayaan terhadap penerimaan keragaman yang ada di bangsa kita,” ujar Yando saat dihubungi Kompas, Sabtu.

KOMPAS/NIKSON SINAGA

Muhammad Bobby Afif Nasution dan Kahiyang Ayu

Menurut Yando, Kahiyang benar-benar diterima secara mendalam oleh masyarakat Mandailing dengan diberikannya marga Siregar. Ini menandakan Kahiyang sudah diterima dalam struktur sosial adat. Yando mengatakan, diterimanya Kahiyang dalam masyarakat Mandailing pun bermakna tiap suku di Indonesia pada dasarnya bersifat terbuka. Tiap suku memiliki adat atau aturan tertentu untuk menerima seseorang dari luar sukunya melalui ritual dan upacara khusus.

Diterimanya Kahiyang dalam masyarakat Mandailing bermakna tiap suku di Indonesia pada dasarnya bersifat terbuka. Tiap suku memiliki adat atau aturan tertentu untuk menerima seseorang dari luar sukunya melalui ritual dan upacara khusus.

Saat jumpa pers setelah upacara adat perkawinan Mandailing, Sabtu, Kahiyang mengatakan senang dengan penyematan marga Siregar. ”Saya menikmati setiap prosesi upacara pernikahan adat ini,” ucapnya.

KOMPAS/WISNU WIDIANTORO

Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana memperagakan manortor di depan wartawan, Sabtu (25/11).

Jokowi luwes

Dari sudut pandang antropologi, Yando menilai, Jokowi luwes dalam menghadapi keragaman yang ada di Indonesia. ”Dalam pernikahan putrinya, Jokowi mengenakan berbagai macam pakaian adat. Inilah simbol keluwesan Jokowi itu,” katanya.

Dalam pernikahan putrinya, Jokowi mengenakan berbagai macam pakaian adat. Inilah simbol keluwesan Jokowi itu.

Dalam ajar poda, Jokowi pun menasihati Kahiyang-Bobby dengan pepatah-pepatah berbahasa Mandailing. Dia menasihati kedua mempelai agar memiliki kewajiban saling menyayangi, mencintai, menghormati, dan menjaga tanggung jawab. Tanggung jawab yang dimaksud adalah kepada Yang Mahakuasa, keluarga, sesama, bahkan bangsa dan negara.

Dalam nasihatnya, Jokowi mengatakan, kasih sayang membawa persatuan dan persatuan membawa kebaikan. Kalimat itu disampaikan Presiden dalam bahasa Mandailing yang baru dipelajari selama satu hari.

”Horas! Horas! Horas!” ucap Jokowi saat menutup pesannya kepada kedua mempelai.

”Dalihan Na Tolu”

Pasangan Bobby dan Kahiyang resmi memakai gelar sebagai pasangan yang berumah tangga. Setelah menikah, mereka memiliki posisi penting dalam struktur sosial masyarakat Mandailing, yakni Dalihan Na Tolu.

Dalihan Na Tolu atau tungku berkaki tiga adalah tiga unsur tumpuan sosial masyarakat adat Mandailing, mirip dengan struktur sosial di Toba, Karo, Simalungun, Angkola, dan Pakpak. Dengan tiga kaki atau batu, yang sama besar dan ukurannya, tungku bisa diduduki panci tanpa goyah, namun harmonis, selaras, serasi, dan seimbang.

KOMPAS/AUFRIDA WISMI WARASTRI

Buku panduan pesta adat Batak Mandailing.

Seperti dituliskan Pandapotan Nasution, Gelar Patuan Kumala Pandapotan, ketiga unsur itu adalah mora, pihak yang memberikan putrinya; anakboru, pihak yang menerima putrinya; dan kahanggi, teman satu marga atau teman serumpun.

Sebuah keluarga kadang kala menjadi mora ketika mengawinkan anak perempuannya, menjadi anakboru ketika mengawinkan anak lelakinya, atau kahanggi ketika kerabatnya menikahkan anaknya.

Dalam hal ini, mora adalah keluarga Joko Widodo atau keluarga Siregar, marga yang ditabalkan kepada Kahiyang. Anakboru adalah keluarga almarhum Erwin Nasution, orangtua Bobby, dan kahanggi adalah marga Nasution secara umum.

Mora adalah posisi yang paling dihormati sebagai pemberi putri. Dalam pesta adat, mora akan duduk di tengah upacara sebagai pihak yang dihormati. Sementara anakboru yang menyiapkan seluruh perhelatan acara, dibantu kahanggi.

Antropolog Universitas Sumatera Utara, Zulkifli Nasution, mengatakan, struktur itu berjalan terus tidak hanya dalam upacara adat, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari dan terus berjalan dalam kehidupan pengantin. Maka, jika seseorang tidak tahu posisinya dalam struktur sosial, acap kali dia dikatakan tidak beradat.

Struktur itu berjalan terus tidak hanya dalam upacara adat, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari dan terus berjalan dalam kehidupan pengantin.

Setelah punya anak, misalnya, keluarga mora akan memberikan ulos parompa sadum atau selendang bayi sebagai wujud kegembiraan akan kelahiran bayi. Ulos diberikan untuk menguatkan tondi atau roh si bayi dan keluarganya agar kuat kesatuan jiwa dengan raganya.

KOMPAS/NIKSON SINAGA

Muhammad Bobby Afif Nasution dan Kahiyang Ayu dalam pakaian adat Mandailing.

Dalam perkawinan, ulos juga diberikan kepada pengantin sebagai tanda kesatuan dua orang agar tondi juga dikuatkan dengan badannya. Karena itu, acap kali pada ulos zaman sekarang ditulis kata-kata ”Horas Tondi Madingin, Pir Tondi Matogu”, supaya jiwa dan raga menyatu dalam kesejukan dan saling menguatkan.

Makna ”marpangir”

Dalam pesta adat tersebut, Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution berjalan dari rumah Bobby untuk melaksanakan ritual marpangir atau memandikan dengan air jeruk purut dan bunga secara simbolis di Tapian (Sungai) Raya Na Martua.

Marpangir artinya menghanyutkan masa remaja dan didoakan untuk selamat menempuh hidup baru dan memperoleh keturunan anak laki-laki dan perempuan.

KOMPAS/NIKSON SINAGA

Pasangan pengantin melakukan ritual adat Mandailing.

Muhammad Saleh Nasution (81) memimpin salah satu rangkaian acara adat pernikahan, yakni marpangir. Saleh secara simbolis membawa Kahiyang dan Bobby ke Tapian Raya Na Martua. Sungai itu merupakan anak Sungai Batang Gadis, yakni sungai besar yang berada di Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kabupaten Mandailing.

Dalam upacara tradisional, marpangir dilakukan dengan memandikan pengantin di sungai sampai seluruh badannya terendam. Namun, saat ini, ritual itu dilakukan secara simbolis. Acara tersebut sebagai simbol menghanyutkan masa remaja.

Setelah mempelai dimandikan, mereka masing-masing mengambil tujuh batu dari sungai agar mereka mempunyai keturunan sampai tujuh generasi. Batu itu akan selalu disimpan oleh mempelai.  (DD09/NSA/NUT/NDY/WSI)/Harian KOMPAS

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*