Uni Emirat Arab Berencana Menanam Pohon Kurma dan Selada di Planet Mars

Uni Emirat Arab (UEA) tengah mengembangkan misi luar angkasanya. Setelah mengirim satelit untuk menjajaki planet Mars, kini negara tersebut menunjukkan ambisinya dengan berencana menanam pohon-pohon kurma dan selada di planet Merah tersebut.

Uni Emirat Arab berencana untuk menanam phon kurma di planet Mars, karena ada kesamaan antara planet itu dengan padang pasir di wilayahnya.

Baranews.co – Uni Emirat Arab (UEA) tengah mengembangkan misi luar angkasanya. Setelah mengirim satelit untuk menjajaki planet Mars, kini negara tersebut menunjukkan ambisinya dengan berencana menanam pohon-pohon kurma dan selada di planet Merah tersebut.

Rencana penanaman pohon kurma di Planet Mars dijabarkan dalam Dubai Airshowyang meliputi berbagai pameran, konferensi, dan para pembicara, antara lain mantan astronot NASA Nasa Apollo 15, Al Worden.

“Ada kesamaan antara planet Mars dan padang pasir,” kata Rashid Al Zaabi, perencana strategis senior di UAE Space Agency. “Struktur tanahnya sama dengan UEA.”

Jadi, UEA memutuskan untuk menggelontorkan dana ke dalam dua proyek penelitian, yakni penanaman pohon-pohon kurma, tomat, dan stroberi di Mars.

“Nah, saat kita sampai di sana, kita harus makan,” kata Al Zaabi.

Emirates MarsHak atas fotoDUBAI MEDIA OFFICE
Image captionUEA akan melakukan penjajakan ke planet Mars pada tahun 2020 mendatang.

Pohon kurma terpilih untuk ditanam di sana karena ada kemungkinan mereka bisa tumbuh di Mars, kata Al Zaabi.

Meski hal ini terdengar aneh, namun ada alasan yang mendasari ekonomi. UEA, khususnya Dubai dan Abu Dhabi, mencoba memompa ekonomi ke depan dalam persiapannya untuk mengakhiri era minyak.

Ini dimulai dengan pengembangan industri pariwisata dan penerbangan, serta layanan terkait dan teknik yang menyertainya. Kini UEA beralih ke sektor sains dan pengembangan teknologi mutakhir.

“Ada 100 juta kaum muda di wilayah Arab,” kata Omran Sharaf, manajer di proyek penelitian Mars Mission. ”

“Kami ingin mereka berperan di masa depan dan membawa negara ini ke tingkat berikutnya. “(Populasi UEA sekitar sembilan juta, dimana hanya 1,4 juta adalah warga negara Emirat).

Planet MarsHak atas fotoMBRSC
Image captionUAE telah menginvestasikan dana lebih dari USD$ 5,4 miliar di sektor antariksa.

“Ini soal menciptakan ekonomi berlandaskan bahan minyak, pengetahuan, ekonomi kreatif. Jadi, penting bagi kita untuk menjadi pusat ilmu pengetahuan. Kami telah menelurkan banyak insinyur, namun tidak banyak ilmuwan. Proyek Mars ini murni sebuah misi ilmiah,” tambahnya.

UEA telah menginvestasikan dana lebih dari USD$5,4 miliar di sektor antariksa, termasuk diantaranya berbagai satelit.

Hasil penjajakan di planet Mars tersebut disampaikan secara rinci dalam pameran luar angkasa.

Badan antariksa di negara tersebut mengungkapkan, satelit survei dikembangkan dengan menggunakan sebuah tim yang sengaja dibuat oleh orang-orang Emiratis akan mencari air dan menilai kondisi atmosfer.

Planet MarsHak atas fotoDUBAI MEDIA OFFICE
Image captionrencananya para ilmuwan dan peneliti akan tinggal di fasilitas tertutup ini selama setahun.

UEA juga sudah mulai bekerja di Mars Science City, sebuah pusat penelitian yang didedikasikan untuk mempelajari kolonisasi planet ini. Rangkaian kubah di padang pasir, dengan ruang tinggal dan fasilitas penelitian seluas dua juta kaki persegi, akan menyelidiki kebutuhan makanan, air dan energi.

Misi Mars ini membuat UEA menjadi satu dari sembilan negara yang mengeksplorasi bagaimana menuju ke planet ini, Sharaf mengatakan: “Ini berarti investasi kita di fasilitas dan pendidikan – sains, laboratorium, universitas – akan sangat besar.”

Dan, menurut mantan pilot Apollo 15, Al Worden, itu juga memerlukan kerja sama internasional. Dia terkesan dengan ambisi proyek UEA, dan apa yang telah dicapai sejauh ini. Tapi dia menambahkan: “Skala tantangan teknologi akan terlalu banyak untuk satu negara.”

Al WordenHak atas fotoDUBAI AIRSHOW
Image captionMantan astronot Apollo 15 Al Worden mengatakan, menempatkan manusia di Mars akan membutuhkan kerja sama internasional.

Tujuan dari menampilkan industri ruang angkasa ini adalah untuk menarik para pakar internasional untuk berpartisipasi, kata Yousuf Hamad Al Shaibani, dirjen pusat ruang angkasa Mohammed Bin Rashid.

Dengan menonjolkan industri ruang angkasa dalam Dubai Airshow pekan ini berarti “kesempatan untuk bertemu dengan perusahaan dan institusi kedirgantaraan internasional besar, dan membangun hubungan strategis”, katanya.

Bahkan para penguasa UEA menggambarkan apa yang mereka coba lakukan sebagai “sebuah tantangan epik”. Dengan asumsi semuanya berjalan sesuai rencana, mereka akan melakukan pendaratan pesawat berawak sebagai langkah terakhir ke Mars – dalam 100 tahun ke depan.

Itu mungkin tidak akan pernah terjadi. Tapi setidaknya negara itu akan menciptakan generasi ilmuwan baru di Teluk – dan belajar bagaimana menanam lebih banyak buah dan sayuran di padang pasir. (bbc.com/hp)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*