Jokowi: Tangkap dan Tenggelamkan Kapal Asing Penjarah Ikan!

Sejumlah warga menyaksikan proses penenggelaman kapal pelaku pencurian ikan KM SINO 26 dan KM SINO 35 di perairan Desa Morela, Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Sabtu (1/4). Proses penenggelaman dipimpin langsung Menteri Kelautan dan Perikanan selaku Komandan Satgas Pemberantasan Penangkapan Ikan Secara Ilegal (Satgas 115) Susi Pudjiastuti didampingi Wakil KSAL Laksdya TNI Achmad Taufiqoerrochman, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur dan Gubernur Maluku Said Assagaff. (Sumber: Nusantara.news/ANTARAFOTO/Izaac Mulyawan/foc/17.

JAKARTA, Baranews.co – Pemerintah gencar memberantas aksi maling ikan di laut Indonesia selama tiga tahun terakhir. Kebijakan ini dijalankan lewat Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan menjaga sumber daya laut menjadi prioritas pemerintah agar kekayaan laut Indonesia dapat digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

“Tak ada kompromi bagi kapal-kapal asing yang datang menjarah ikan-ikan di laut kita: tangkap dan tenggelamkan,” tegas Jokowi lewat akun Facebook Presiden Joko Widodo, dikutip Sabtu (28/10/2017).

Lantas, berapa banyak kapal pencuri ikan yang sudah ditenggelamkan?

“Berapa banyak? Tiga tahun ini kapal asing pencuri ikan yang telah ditenggelamkan sudah 317 kapal,” tutur Jokowi.

Sebelumnya, dalam acara Capaian Tiga Tahun Jokowi-JK di Kantor Staf Presiden, Rabu (18/10/2017), Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menjelaskan kebijakan tegas itu telah mendongkrak produksi ikan.

Produksi perikanan juga tercatat naik dari 20,84 juta ton di 2014 menjadi 23,51 juta ton di 2016. Konsumsi ikan juga mengalami peningkatan, yaitu pada 2014 sebesar 38,14 kilogram per kapita per tahun menjadi 43,94 kilogram per kapita per tahun di 2016.

“Produksi ikan meningkat dari 20,84 juta ton, jadi 23,51 juta ton. Saya ingin supaya bisa menilai value dari (kenaikan) 2 juta, kalau dihitung harga ikan termurah Rp 13.000-14.000, 1 juta ton setara US$ 1 miliar, kalau 2 juta ton itu US$ 2 miliar. Kalau US$ 1 miliar ya Rp 1.000 triliun, kalau US$ 2 miliar Rp 2 triliun,” terang Susi. (hns/fdn)/Hans Henricus BS Aron – detikFinance/bh

Be the first to comment

Leave a Reply