PIALA DUNIA 2018: Misi Mustahil “Oranye”

Striker Belanda, Jurgen Locadia (kiri), dan rekan setimnya, pemain bertahan Nathan Ake, tiba di lokasi latihan De Toekomst, Amsterdam, Belanda, Minggu (8/10). Skuad Belanda akan melawan Swedia di Amsterdam Arena, Selasa pekan ini, pada laga terakhir Grup A kualifikasi zona Eropa Piala Dunia Rusia 2018. Belanda yang kini di posisi ketiga klasemen grup membutuhkan keajaiban untuk lolos ke putaran final Piala Dunia 2018. (Sumber: KOMPAS/AFP/VINCENT JANNINK).

*Suriah Membidik Kisah “Dongeng Piala Dunia” di Sydney

AMSTERDAM, Baranews.co – Tim nasional Belanda membutuhkan keajaiban untuk bisa tampil di Piala Dunia Rusia 2018. Mereka wajib membekap Swedia dengan margin tujuh gol dalam duel babak kualifikasi, Rabu (9/10) dini hari WIB, di Amsterdam. Situasi ini memaksa Belanda melakukan “perjudian”.

Laga terakhir kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa ini bakal menentukan nasib tim “Oranye”. Menurut sejumlah media asing, target keunggulan tujuh gol atas Swedia merupakan misi mustahil atau angan-angan.

Belanda saat ini masih terlihat compang-camping hampir di semua lini tim mereka. Dari total sembilan laga kualifikasi yang telah dijalani, gawang mereka telah 12 kali kebobolan.

Adapun lini serang mereka juga tumpul setiap kali menghadapi tim-tim besar di Grup A, seperti Perancis dan Swedia. Belanda tidak pernah bisa menang dan hanya mengemas satu gol dari tiga pertemuan lawan kedua tim itu.

Sejarah pun berbicara, tak pernah sekali pun tim Oranye mampu menggilas Swedia dengan keunggulan tujuh gol selama kurun 109 tahun pertemuan kedua tim. Bahkan, dalam era terhebatnya, di bawah asuhan penemu aliran total football, Rinus Michels, tim Oranye hanya bisa menang 5-1 atas Swedia pada 1974.

“Saya kira, kiprah mereka (Belanda) pada turnamen ini telah tamat. Sepak bola kami kini adalah kekonyolan total karena hilangnya identitas bermain,” ujar Martin Jol, pengamat sepak bola Belanda, kepada Daily Mail.

Skeptisisme ini bahkan telah merasuk ke internal tim Belanda. Bintang Belanda, Arjen Robben, telah mengibarkan bendera putih perjuangan. “Realistis saja, mustahil bisa menang besar atas Swedia,” ujarnya.

Hampir serupa Belanda, Swedia sebetulnya juga tengah menjalani periode transisi di tubuh tim menyusul banyaknya pemain senior yang pensiun, salah satunya striker Zlatan Ibrahimovic. Namun, transisi itu berjalan mulus berkat konsistensi dan sentuhan tangan dingin Pelatih Janne Andersson.

Di bawah asuhannya, Swedia tampil jauh lebih solid dan kompak ketimbang era-era sebelumnya. Mereka sempat membekap tim bertabur bintang dunia, Perancis, 2-1. Akhir pekan lalu, Swedia menggilas Luksemburg, 8-0.

Pemain Swedia tengah dalam gairah menggebu-gebu. Mereka punya kans lolos otomatis ke Rusia jika menang atas Belanda. Di lain pihak, syaratnya, Perancis gagal menang atas Belarus.

Kiper Swedia, Robin Olsen, memiliki “agenda tambahan” untuk tampil mengilap di Amsterdam. Ia ingin menjaga penampilan positif agar bisa dilirik klub-klub top Eropa.

Mimpi itu bisa saja dicapainya jika sukses membawa Swedia lolos ke Rusia. Pentas sebesar itu, ujarnya, mengundang banyak “mata” agen. Ia menjaga gawang Swedia tidak kebobolan satu gol pun pada dua laga terakhir.

Swedia kemungkinan bermain lebih defensif dalam duel di Arena Johan Cruyff, Amsterdam. Tak ayal, Belanda tak punya pilihan lain selain menyerang total alias habis-habisan.

Untuk itu, Pelatih Belanda Dick Advocaat kemungkinan melakukan perjudian dengan menurunkan lebih banyak penyerang pada laga ini. “Kami masih punya kans. Jika mereka mampu menang 8-0 sebelumnya, lantas mengapa kami tidak?” ujarnya.

Misi mengejar kisah akhir bahagia juga dilakukan Suriah, tim yang negaranya tengah berkecamuk perang saudara. Suriah butuh menang tipis atau menahan imbang Australia, 2-2 ,pada laga play off, Selasa (10/10) sore ini, di Sydney, Australia.

Pada duel sebelumnya di Malaysia, Suriah menahan Australia, 1-1. “Rakyat Suriah bersatu demi mendukung kami. Ini jadi motivasi kami,” ujar Ayman Hakeem, Pelatih Suriah. (AFP/REUTERS/JON)/Harian KOMPAS

Be the first to comment

Leave a Reply