DUGAAN SUAP: Didukung, Operasi Tangkap Tangan KPK di Cilegon

Pintu Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Cilegon, Banten, masih disegel Komisi Pemberantasan Korupsi, Minggu (24/9). (Sumber: KOMPAS/DWI BAYU RADIUS).

Oleh: DWI BAYU RADIUS

SERANG, Baranews.co – Beberapa kalangan di Banten mendukung operasi tangkap tangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi di Cilegon, Banten. Besarnya biaya untuk memenangi pemilu kepala daerah diyakini mendorong pejabat untuk korupsi atau menerima suap.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Serang Raya Abdul Malik, di Serang, Banten, Minggu (24/9), mengapresiasi dengan baik operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK. ”Bagus karena menunjukkan KPK memang bekerja dan tidak tebang pilih. Langkah itu harus didukung semua pihak,” katanya.

Malik mengatakan, OTT tak hanya dilakukan di Cilegon, tetapi juga di sejumlah daerah. Korupsi ataupun suap juga dinilai menjadi salah satu imbas dari besarnya biaya untuk memenangi pilkada. Korupsi atau suap boleh jadi dilakukan untuk mengembalikan biaya tersebut.

Sebelumnya, KPK melakukan OTT di Cilegon dan mengamankan 10 orang, Jumat (22/9). Mereka diamankan dengan indikasi transaksi terkait proses perizinan kawasan industri. Selain itu, KPK menetapkan Wali Kota Cilegon Iman Ariyadi sebagai tersangka.

Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, pihaknya menyampaikan terima kasih kepada KPK. Pemberantasan korupsi harus dilakukan. ”Saya menghargai proses hukum yang dilakukan KPK. Siapa pun yang korupsi harus diproses secara hukum,” katanya. Harian KOMPAS

Be the first to comment

Leave a Reply