Korut Akan Lakukan Pembalasan Keras Jika Ada Sanksi-sanksi Baru

"Kami akan menanggapi tekanan dan sanksi yang direncanakan secara biadab oleh Amerika Serikat, dengan langkah balasan yang sangat keras dari kami,"

Moskow, Baranews.co – Korea Utara (Korut) bersumpah akan mengambil ‘langkah balasan yang sangat keras’ terhadap tekanan Amerika Serikat (AS) maupun sanksi-sanksi baru. Komentar keras ini dilontarkan setelah AS meminta PBB mengembargo minyak dan membekukan aset Kim Jong-Un, pemimpin Korut.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (8/9/2017), ancaman Korut itu disampaikan delegasi Korut dalam forum ekonomi di Vladivostok, Timur Jauh, Rusia melalui pernyataannya. Dalam pernyataan yang sama, Korut juga menuding AS ingin berperang.

“Kami akan menanggapi tekanan dan sanksi yang direncanakan secara biadab oleh Amerika Serikat, dengan langkah balasan yang sangat keras dari kami,” tegas pernyataan delegasi Korut tersebut.
Hal ini disampaikan ke publik setelah AS menyatakan keinginan agar Dewan Keamanan PBB memberlakukan embargo minyak terhadap Korut, melarang ekspor tekstil dan mempekerjakan buruh Korut di luar negeri, serta memberlakukan pembekuan aset serta larangan perjalanan untuk Kim Jong-Un.
Pernyataan yang sama juga menuding Korea Selatan (Korsel) dan Jepang menggunakan forum di Rusia ini untuk memainkan ‘politik kotor’. Delegasi Korut menegaskan, forum tersebut bertujuan untuk membahas kerja sama ekonomi dan bukan untuk mengkritik program rudal Korut.

Dalam forum yang sama, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan keyakinannya bahwa krisis Korut tidak akan meningkat menjadi konflik skala besar yang melibatkan senjata nuklir. Menurut Putin, akal sehat pada akhirnya akan menang.

“Saya yakin hal-hal tak akan berlanjut hingga menjadi konflik berskala besar, khususnya dengan penggunaan senjata pemusnah massal,” kata Putin kepada para delegasi di forum tersebut. (detik.com/hp)

Be the first to comment

Leave a Reply