PEMBERANTASAN KORUPSI: Presiden Geram Korupsi Masih Merajalela

Presiden Joko Widodo meninjau pameran foto pembangunan infrastruktur di Silang Monas, Jakarta, Minggu (27/8). (Sumber: KOMPAS/ANITA YOSSIHARA).

JAKARTA, Baranews.co – Presiden Joko Widodo geram anggaran negara yang seharusnya digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat masih saja diselewengkan. Pasalnya, selain sudah berupaya memperbaiki sistem, Presiden Jokowi juga sudah berkali-kali mengingatkan para pejabat pemerintahan agar berhati-hati dalam mengelola anggaran.

Kemarahan Presiden Jokowi atas penyelewengan anggaran negara setidaknya terlihat saat menjawab pernyataan wartawan seusai meninjau pameran foto pembangunan infrastruktur di Silang Monas, Jakarta, Minggu (27/8) petang. Bekali-kali Jokowi menyampaikan kata kecewa sambil mengepalkan telapak tangan kanan dan memukulkannya ke telapak tangan kiri.

”Ya ini sangat mengecewakan, sangat mengecewakan, dan perlu saya ingatkan kepada seluruh pejabat agar tidak melakukan itu lagi,” tutur Jokowi saat ditanya tanggapan mengenai penangkapan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Departemen Perhubungan nonaktif Antonius Tonny Budiono.

ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA

Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) Kemenhub Antonius Tonny Budiono keluar dari gedung KPK seusai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Jumat (25/8) dini hari. Antonius Tonny Budiono ditahan KPK terkait kasus suap tender pemenangan pengerukan Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang, dengan barang bukti uang senilai Rp 18,9 miliar dan rekening dengan saldo sebesar Rp1,174 miliar melalui operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK pada Rabu (23/8).

Hari Jumat lalu, Tonny tertangkap tangan menyimpan uang tunai sebesar Rp 20,74 miliar di mess Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga uang tersebut merupakan suap dari pengerjaan proyek pengerukan dan reklamasi Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah.

Presiden kembali menegaskan, dirinya sudah berkali-kali mengingatkan para pejabat negara untuk berhati-hati dalam mengelola anggaran dan mengerjakan proyek serta program pembangunan. Tidak hanya itu, Presiden juga sudah berkali-kali menginstruksikan perbaikan sistem untuk mencegah penyelewengan anggaran, korupsi, suap, dan semacamnya.

Meski demikian, kenyataannya masih saja ada pejabat serta pegawai pemerintah yang menjadi tersangka korupsi, bahkan tertangkap tangan menerima suap. Ini menunjukkan bahwa yang menjadi masalah adalah moralitas serta integritas pejabat. Kondisi itulah yang membuat Presiden Jokowi geram.

”(Pejabat dan pegawai) yang sudah ditangkap, baik OTT (operasi tangkap tangan) KPK maupun saber pungli, kan, sudah bukan puluhan, tapi ratusan, bahkan mungkin ribuan. Ini artinya menyangkut integritas, moralitas, dari pejabat-pejabat kita. Ya sangat-sangat mengecewakan,” katanya. (NTA)/Harian KOMPAS

KOMPAS/ANITA YOSSIHARA

Presiden Joko Widodo meninjau pameran foto pembangunan infrastruktur di Silang Monas, Jakarta, Minggu (27/8).

Be the first to comment

Leave a Reply