KEGIATAN PRESIDEN: Presiden Pakai Ikat Makuta Sinatria

Presiden Joko Widodo berada di panggung pembukaan acara Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan di Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (26/8). (Sumber: KOMPAS).

BANDUNG, Baranews.co – Presiden Joko Widodo sore ini mengenakan ikat kepala makuta sinatria. Ikat kepala itu dikenakan Presiden saat membuta Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan di Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (26/8) sore. Ikat kepala itu sarat dengan nilai-nilai budaya Sunda.

Ikat makuta artinya adalah mahkota, benda penutup kepala yang dipakai di atas kepala. Sementara sinatria adalah kesatria, suatu karakter, sifat, sikap yang berani, adil, tegas, dan jujur. Dalam budaya Sunda, pemakaian ikat kepala menunjukkan pemimpin, sesorang yang sedang menjalankan tugas mulia, seseorang yang sedang mencari peningkatan kebaikan diri.

Dengan memakai rupa ikat sunda makuta sinatria menunjukkan bahwa pemakai ikat ini memberikan wejangan bahwa dirinya telah melaksanakan tilu eusi diri (tiga sikap diri), pertama mencerminkan sikap berani dan adil dalam membuat pilihan keputusan demi menegakkan keadilan dan kebenaran sejati.

Sikap selanjutnya adalah panceg yang berketetapan hati/tegas, yakni selalu menggunakan suara hati nurani dalam mengemban tugas lahiriah ataupun batiniah. Sikap terakhir adalah silih wangi atau saling mewangikan/saling memberikan kebaikan; melindungi mengayomi dengan sikap welas asih (kasih sayang) untuk pencapaian kebaikan dan kesejahteraan bersama, menjalankan kebaikan untuk sesama, keluarga, masyarakat, negara juga pribadi diri sebagai hamba Tuhan Yang Maha Esa.

Ikat kepala itu dipadupadankan dengan beskap berwarna ungu. Dengan pakaian ini, Presiden mengikuti karnaval di salah satu kendaraan karnaval. Presiden memulainya dari Gedung Sate dan akan berakhir di Taman Vanda. Sementara karnaval berlanjut hingga Alun-Alun Kota Bandung. (NDY)/Harian KOMPAS

Be the first to comment

Leave a Reply