Ruang Bagi Pejalan Kaki di Malioboro Bakal Bertambah Luas

Polisi wanita Polda DI Yogyakarta membersihkan jalur pedestrian di Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, Jumat (11/8/2017)(Sumber: KOMPAS.com/Teuku Muh Guci S)

YOGYAKARTA, Baranews.co – Kawasan Malioboro direncanakan menjadi kawasan semi pedestrian pada 2019. Pemerintah DI Yogyakarta bakal memperbanyak ruang pejalan kaki di kawasan Malioboro mulai dari Tugu sampai Titik Nol.

Rencana itu sudah diwujudkan dengan adanya revitalisasi jalur pedestrian di sebelah timur Jalan Malioboro. Revitalisasi pun berlanjut ke tahap kedua, yaitu mulai dari depan Pasar Beringharjo sampai titik nol. Rencananya ruas jalan dan trotoar sebelah barat Jalan Malioboro juga bakal disulap menjadi ruang bagi pejalan kaki yang indah dan cantik.

“Selama dua tahun kami fokus membangun ruang pejalan kaki di kawasan Malioboro mulai Tugu sampai Alun-alun (Jalan Mangkubumi-Jalan Malioboro),” kata Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUPESDM) DI Yogyakarta, Mansyur, di Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, Jumat (11/8/2017).

Menurut Mansyur, model jalur pedestrian yang dibangun di sebelah barat Jalan Malioboro itu serupa dengan jalur pedestrian di sebelah timur.

Sementara para pedagang kaki lima di barat Jalan Malioboro sebutnya, bakal ditata dan dibenahi. “Misalnya gerobaknya disesuaikan tidak pating klarah (menyebar). Gerobaknya bisa diseragamkan dan nanti ukurannya kecil,” ujar dia.

Dengan banyaknya ruang untuk pejalan kaki itu, kata Mansyur, tidak semua kendaraan bermotor bisa melintas di kawasan Malioboro. Hanya kendaraan bermotor tertentu yang bisa masuk dan melintasi di kawasan Malioboro. Antara lain, angkutan umum, ambulans, dan kendaraan yang digunakan tamu negara.

“Jadi bukan ditutup total untuk kendaraan. Untuk arus lalu lintas kendaraan pribadi nanti direkayasa teman-teman dari dinas perhubungan,” ucapnya.

Revitalisasi ini menurut dia, sebagai upaya untuk mempercantik kawasan Malioboro dengan tetap melestarikan sejarah dan nilai-nilai filosofi yang terkandungnya.

“Kita punya ide sendiri karena kita sayembara dan kalau kota lain tidak ada sejarah filosofi. Bicara Malioboro itu bicara filosofi dan sejarah sumbu imajiner. Nah itu harus kita lestarikan supaya tidak bergeser,” kata Mansyur.

Pelestarian nilai-nilai filosofi itu sebutnya, akan dilakukan di sepanjang poros imajiner, yaitu mulai tugu sampai Pranggung Krapyak.  Da menyebutkan, revitalisasi kawasan Malioboro merupakan langkah awal untuk melestarikan nilai-nilai yang terkandung dalam poros imajiner itu.

“Akan kami teruskan perbaikan dari tugu pal sampai panggung krapyak di Malioboro ruang jalannya kita baguskan. Kalau pangggung krapyak kita sayembarakan mau seperti apa karena di sana juga sudah padat perumahan,” sebutnya. (Kontributor Yogyakarta, Teuku Muhammad Guci Syaifudin/kompas.com/bh).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*