Neymar, Rekor dan Ambisi

Sumber: Alamy

*Pengelola Liga Spanyol Berniat Menghambat Kepindahan Neymar

BARCELONA, Baranews.co – Kepindahan Neymar dari Barcelona ke Paris Saint-Germain tinggal menunggu pengumuman resmi dari klub asal Perancis itu. Kepindahan yang akan memecahkan rekor transfer dan gaji tertinggi di dunia itu sarat dengan muatan ambisi dari Neymar, PSG, hingga Qatar.

“Sungguh menyenangkan berbagi beberapa tahun ini denganmu, kawanku Neymar. Saya berharap engkau beruntung di tahap baru hidupmu. Sampai bertemu esok,” tulis Lionel Messi, rekan Neymar di Barcelona, pada akun Instagram-nya, Kamis (3/8).

Ucapan perpisahan dari Messi itu mengindikasikan kepindahan Neymar hanya tinggal menunggu pengumuman. Apalagi, Neymar sedang dalam proses negosiasi akhir dengan manajemen PSG.

PSG sudah menyiapkan dana 222 juta euro atau Rp 3,46 triliun untuk membayar klausul pelepasan kontrak Neymar dari Barcelona. Jumlah itu akan menjadi yang tertinggi di dunia, mematahkan rekor transfer Paul Pogba pada 2016, saat dibeli Manchester United dari Juventus dengan 105 juta euro (Rp 1,66 triliun).

Rekor Neymar akan bertambah jika PSG jadi memberi gaji tertinggi di dunia, 775.477 poundsterling (Rp 13,65 miliar) per pekan. Gaji itu melebihi gaji Lionel Messi, yaitu 500.000 poundsterling (Rp 8,6 miliar), Cristiano Ronaldo dari Real Madrid, 365.000 poundsterling (Rp 6,42 miliar). Bahkan, gaji Neymar melampaui gaji Carlos Tevez dari Shanghai Shenhua 615.000 poundsterling (Rp 10,82 miliar).

Ambisi

Pembelian Neymar dengan harga fantastis itu dinilai merupakan pertemuan beberapa ambisi dan kepentingan. PSG sebagai salah satu klub elite di Liga Perancis, belum pernah menembus final Liga Champions. Hal itu membuat PSG kalah pamor dari Marseille yang pernah juara Liga Champions, serta Saint-Etienne, Reims, dan Monako yang menjadi peringkat kedua di ajang itu.

Ketiadaan penyerang yang sangat subur dan tim pendukung yang kuat menjadi penyebab kegagalan PSG. Hal itu membuat Presiden PSG Nasser al-Khelaifi berambisi membeli Neymar.

Ambisi itu bertemu dengan ambisi Oryx Qatar Sports Investments selaku pemilik PSG, untuk menunjukkan kemampuan Qatar di dunia. Qatar yang diboikot Arab Saudi dan beberapa negara Timur Tengah ingin menunjukkan keunggulannya dalam pendanaan sepak bola. Pamer kekuatan itu penting secara politik dan pencitraan karena Qatar akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.

Bagi Neymar, kepindahannya ke PSG penting untuk memenuhi ambisinya menjadi pemain terbaik dunia. Di Barca, Neymar terkungkung dalam bayang-bayang Messi dan bermain di tim yang dirancang untuk mendukung Messi.

Di PSG, Neymar akan menjadi ujung tombak dan permainan tim akan dirancang untuk mendukungnya. Empat pemain Brasil, Thiago Silva, Dani Alves, Lucas Moura, dan Marquinhos, sudah memahami gaya permainan dan siap mendukung Neymar.

Di lini depan, PSG hanya memiliki dua penyerang unggul, yaitu Edinson Cavani dan Jese. Neymar akan menjadi pusat serangan PSG dan dapat menjadi pemain terbaik di dunia.

Hambatan La Liga

Berdasarkan aturan La Liga, pembayaran klausul pelepasan kontrak seorang pemain harus melalui La Liga, sebelum diteruskan ke klub. Jika terjadi antarklub Spanyol, pengelola La Liga tidak akan menghambat.

Dalam kasus Neymar, Presiden Liga Spanyol Javier Tebas berniat menghambatnya demi melindungi klub papan Spanyol. Hal itu membuat Tebas menolak setoran dari pengacara Neymar untuk membayar klausul pelepasan kontrak. Tebas beralasan, sumber uang itu tidak jelas, dari Neymar atau dari PSG. Jika dari PSG, dikhawatirkan klub itu melanggar aturan keseimbangan keuangan UEFA.

Hambatan itu dinilai tidak akan menggagalkan kepindahan Neymar. Berdasarkan aturan, pengelola La Liga tidak berhak menolak pembayaran klausul itu jika dilakukan oleh pihak pemain. (AFP/REUTERS/AP/ECA)/Harian KOMPAS

Be the first to comment

Leave a Reply