NARKOBA: 1,2 Juta Ecstasy Disita, Satu Tewas Ditembak

Ilustrasi (Sumber: Yaabot)

JAKARTA, Baranews.co – Kepala Polri Jenderal (Pol) Tito Karnavian membenarkan bahwa polisi mengungkap kasus penyelundupan 1,2 juta butir ekstasi yang menurut rencana akan diedarkan di sejumlah tempat hiburan malam di Jakarta dan sejumlah kota besar lainnya, Jumat (21/7) pukul 18.45. Dalam pengungkapan itu, seorang tersangka ditembak mati karena melawan.

“Oh, itu betul. Besar, itu jaringan Belanda. Kami melakukan operasi sejak seminggu lalu,” kata Tito saat dihubungi pada Sabtu (29/7) malam. Ia menyampaikan hal itu menjawab pertanyaan Kompas tentang penyelundupan 1,2 juta butir ekstasi dari Belanda. Ekstasi sebanyak itu dikemas di dalam 120 bungkus plastik aluminium dengan berat masing-masing 2,2 kilogram. Setiap bungkus berisi 10.000 butir ekstasi. Berat setiap butir ekstasi 0,2 gram.

Penggerebekan pertama berlangsung di gudang di Jalan Raya Kali Baru, Kecamatan Paku Haji, Kabupaten Tangerang. Dalam penggerebekan tersebut, satu tersangka yang menerima paket ekstasi, LKC, ditangkap. Saat diinterogasi, LKC mengaku dikendalikan oleh seorang narapidana Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Jawa Tengah.

Minggu (23/7), polisi melakukan pengembangan dan mengungkap antaran 56 bungkus ekstasi. Seorang tersangka lain, Erwin, ditangkap di halaman parkir Flavor Bliss, Alam Sutera, Serpong, Tangerang.

Pengungkapan kasus ekstasi dinilai mengejutkan. Sebab, di tengah hiruk-pikuk pengungkapan kasus-kasus besar sabu, muncul kembali kasus besar ekstasi yang sudah meredup tahun 2013. Kasus terbesar ekstasi terakhir sebelum kasus ini adalah kasus impor 1,5 juta butir ekstasi pada Mei 2012 oleh terpidana mati Freddy Budiman (yang sudah dieksekusi), yang diungkap di Pelabuhan Tanjung Priok. Freddy mendapat pasokan ekstasi impor dari keluarga Boncel (Fani, Afon, Boncel, Natalia, Ana, dan Yanto) yang berkebangsaan Indonesia, tetapi tinggal di Belanda. Pada tahun-tahun itu, “bisnis gelap” mereka berjaya. Mereka tumbuh sebagai keluarga mafia spesialis ekstasi di Indonesia. Dalam kasus lainnya, keluarga Boncel juga terungkap mengimpor 600.000 butir ekstasi. (BDM/WIN)/Harian KOMPAS

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*