Saksi Sebut Priyo Terima Uang Korupsi Al-Quran

Saksi yang dihadirkan Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Syamsurachman mengatakan mantan Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso menerima uang dari pengadaan Al-Quran tahun 2011 yang total proyeknya mencapai Rp 22 miliar.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar versi Musyawarah Nasional (Munas) Jakarta Priyo Budi Santoso usai melaporkan hasil Munas IX Partai Golkar ke Kemenkumham di Jakarta, Senin (8/12). Pada kedatangannya Priyo menyampaikan hasil Munas IX yang telah menetapkan susunan DPP Partai Golkar periode 2014-2019. ANTARA FOTO/Vitalis Yogi Trisna/ss/ama/14

Jakarta, Baranews.c0 – Saksi yang dihadirkan Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Syamsurachman mengatakan mantan Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso menerima uang dari pengadaan Al-Quran tahun 2011 yang total proyeknya mencapai Rp 22 miliar.

‎Menurut Syam, terdakwa Fahd El Fouz alias Fahd Arafiq selaku Ketua Gema Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) — organisasi sayap Golkar — serta Dendy Prasetia Zulkaarnaen selaku Sekjen Gema MKGR memberikan setoran kepada Priyo dalam kapasitasnya sebagai ketua Umum MKGR.

“Saya tahu setelah dengar cerita dari ketua umum (Fahd). Waktu itu pekerjaan sudah selesai kerja, karena punya kewajiban memberikan ke Priyo, Sekjen (Dendy) tanya minta arahan,” kata Syamsu saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (27/7).

Dikatakan, penyerahan uang dilakukan di rumah Priyo. Saat itu, Fahd, Dendy, serta beberapa orang lain menitipkan uang kepada adik Priyo, Agus Suprianto.

“Katanya itu setoran untuk PBS (Priyo Budi Santoso). Berdasarkan (keterangan) ketum dan Sekjen, diberikan ke Mas Agus Suprianto, adiknya Priyo,” kata Syamsu.

Pengakuan Syam sesuai dengan kesaksian Dendy dalam sidang sebelumnya yang menyebutkan bahwa Priyo menerima Rp 3 miliar dari jatah pengerjaan proyek pengadaan Al-Quran di Kementerian Agama.

Fahd didakwa bersama-sama dengan anggota Badan Anggaran DPR Zulkarnaen Djabar dan anaknya, Dendy Prasetia Zulkarnaen Putra, menerima suap sebesar Rp 14,3 miliar untuk memenangkan PT Batu Karya Mas sebagai pemenang lelang proyek pengadaan laboratorium.

Fahd juga didakwa menerima suap untuk memenangkan PT Adhi Aksara Abadi sebagai pelaksana proyek pengadaan Al-Quran tahun 2011 dan PT Sinergi Pustaka Indonesia sebagai pemenang untuk pengadaan Al-Quran tahun 2012.

Surat dakwaan jaksa menyebut Fahd menuliskan jatah 1% yang diterima Priyo dalam inisial PBS untuk pengadaan laboratorium komputer tahun 2011 sebesar Rp 31,2 miliar. Priyo juga diproyeksikan mendapat jatah sebesar 3,5% dari proyek pengadaan Al-Quran tahun 2011 senilai Rp 22 miliar.

Menanggapi kesaksian Syam, Fahd menyatakan sepatutnya Priyo menjadi tersangka dalam pengembangan perkara korupsi Alquran dan pengadaan laboratorium komputer. Pasalnya dia meyakini yang bersangkutan menerima uang dari dirinya.

“Semua yang menerima itu, semuanya harus segera jadi tersangka. Biar keadilan itu merata,” katanya.‎

 

Sumber: Suara Pembaruan

Be the first to comment

Leave a Reply