KEBUDAYAAN MARITIM: Disiapkan, Generasi Baru Penari Balabala di Halmahera Barat

Penari-penari baru untuk koreografi tarian Balabala, Rabu (26/7) malam, berlatih di Jailolo, Halmahera Barat, Maluku Utara. (Sumber: KOMPAS/INGKI RINALDI)

Oleh: INGKI RINALDI

JAILOLO, Baranews.co – Penari-penari baru untuk koreografi tarian Balabala sedang disiapkan. Tarian itu merupakan interpretasi baru dan bahkan dekonstruksi sejumlah tarian tradisional di Jailolo, Halmahera Barat, Maluku Utara, oleh penari, koreografer, dan dosen Eko ”Pece” Supriyanto.

Penari-penari baru ini merupakan generasi selanjutnya dari penari Balabala senior yang mulai tampil di hadapan publik sejak 2016. Kini pentas tarian Balabala sudah relatif mendunia dan cenderung menjadi langganan di sejumlah festival, bersama dengan karya pertama Eko di bumi Jailolo berjudul ”Cry Jailolo”, yang digarap pada 2014.

Balabala ditarikan oleh penampil perempuan, sedangkan Cry Jailolo dibawakan penari laki-laki. ”Mereka baru latihan selama empat bulan ini,” kata Eko, Rabu (26/7) malam, di Jailolo ihwal penari-penari baru tersebut. Sebagian di antara mereka adalah pelajar yang masih duduk di kelas II SMA.

Malam itu di lantai tiga sebuah penginapan di Jailolo, lima penari muda tersebut tenggelam dalam gerakan-gerakan tari yang bertenaga. Sebelumnya, mereka melakukan pemanasan dengan gerakan-gerakan minimalis yang dipadukan dengan teknik pernapasan.

Entakan-entakan kuat para penari berikut sejumlah lompatan menjadi ciri tarian yang di antaranya merupakan gabungan gerak tarian tradisional Soyasoya dan Cakalele itu. Kekhasan lain adalah sikap siaga, serupa orang hendak bertarung atau berperang, dengan tatapan mata tajam seolah tanpa kedip yang disajikan sepanjang tarian. Harian KOMPAS

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*