Kebiasaan Tak Terduga Pemicu “Ngorok”

Mendengkur alias ngorok mungkin sudah jadi bagian dari tidur kita sehari-hari. Itu sebabnya orang yang tidur mendengkur dianggap sebagai hal biasa. Lebih dari sekadar mengganggu teman tidur, mengorok bisa berdampak buruk untuk kesehatan.

Ist

Baranews.co – Mendengkur alias ngorok mungkin sudah jadi bagian dari tidur kita sehari-hari. Itu sebabnya orang yang tidur mendengkur dianggap sebagai hal biasa. Lebih dari sekadar mengganggu teman tidur, mengorok bisa berdampak buruk untuk kesehatan.

Ada kondisi ngorok yang berbahaya, yaitu sleep apnea alias henti napas saat mendengkur dan menyebabkan suara seperti tercekik. Dalam jangka panjang sleep apnea dapat memicu penyakit jantung.

Ada banyak teori yang menyebut penyebab ngorok, salah satunya ternyata adalah hal yang sebagian besar orang modern lakukan sehari-hari: duduk terlalu lama!

Duduk terlalu lama akan menyebabkan retensi cairan di kaki. Penumpukan cairan itu kemudian didistribusi ke leher saat kita tertidur dan memicu ngorok.

Hal itu terungkap lewat penelitian yang dilakukan terhadap 16 orang yang selalu mendengkur saat tidur. Seluruhnya adalah orang yang sehat dan berat badannya normal.

Yang menarik, ternyata ada cara mudah untuk mengatasi ngorok. Separuh responden itu melakukan cara sederhana untuk membuat kaki mereka tetap aktif saat bekerja. Ada yang seperti menekan-nekan pedal atau gerakan menjahit. Ternyata cara ini efektif mencegah dengkuran di malam hari.

Volume cairan di kaki akan bertambah tiga kali lipat saat kita duduk diam. Dengan menggerakkan kaki, aliran darah akan terpompa dan cairan mengalir ke betis. Sehingga di malam hari cairan yang menumpuk tak banyak dan dengkurang berkurang.

“Bila ada kelebihan cairan di leher ini akan membuat tenggorokan atau esofagus menyempit. Saat kita berbaring setelah seharian hanya duduk, kelebihan cairan di kaki akan mengalir ke leher, menekan tenggorokan. Hal ini mendorong udara bergerak lebih cepat dan menyebabkan getaran, lalu terjadilah dengkuran,” kata Michael Breus, dokter ahli tidur.

Bagi orang yang sering mengorok, Breus menyarankan agar memperbanyak jalan kaki atau bergerak aktif.

“Berdirilah setelah dua jam duduk, berjalan selama 5 menit. Lakukan aktivitas fisik sesering mungkin agar otot-otot kaki tetap aktif sepanjang hari,” katanya.

Penelitian yang dilakukan Breuss ini memang masih berskala kecil dan menggerakkan kaki belum tentu solusi bagi setiap kasus dengkuran.

“Jika Anda adalah pendengkur berat, periksakan ke dokter spesialis tidur. Tapi, sementara itu tak ada salahnya bergerak lebih aktif setiap hari,” katanya. (kompas.com/hp)

Be the first to comment

Leave a Reply