TENIS WIMBLEDON 2017: Berburu Nomor Satu Dunia

Rafael Nadal beristirahat saat sesi latihan menjelang pertandingan babak 16 besar Grand Slam Wimbledon, Minggu (9/7). Petenis Spanyol itu akan melawan petenis Luksemburg, Gilles Mueller, di All England Club, London, Inggris, Senin malam ini. (Sumber: Harian KOMPAS/REUTERS/TONY O'BRIEN).

*Murray dan Kerber Harus ke Final untuk Pertahankan Peringkat

LONDON, Baranews.co – Pekan kedua Grand Slam Wimbledon di All England Club, London, bakal “panas” tak hanya oleh persaingan memperebutkan gelar juara. Laga babak keempat hingga final juga menjadi persaingan tiga petenis putra dan tiga petenis putri untuk menjadi nomor satu dunia.

Di putra, posisi puncak peringkat dunia akan diperebutkan Andy Murray (yang menempati posisi itu saat ini), Rafael Nadal (peringkat kedua), dan Novak Djokovic (4). Di putri, Simona Halep (2) dan Kristina Pliskova (3), yang telah tersingkir pada babak kedua, masih berpeluang menggantikan posisi Angelique Kerber.

Laman Asosiasi Tenis Profesional (ATP) menjelaskan beberapa skenario perebutan puncak peringkat dunia putra. Murray dan Nadal akan berada di urutan teratas jika lolos ke final. Djokovic harus memenangi gelar untuk keempat kalinya, dengan syarat Murray dan Nadal tersingkir sebelum semifinal.

“Tentu saja menjadi petenis nomor satu lebih baik dibandingkan nomor dua atau lima. Saya senang memiliki peluang itu kembali. Namun, untuk saat ini saya hanya berpikir pertandingan,” kata Nadal.

Perjalanannya untuk kembali ke puncak peringkat dunia, seperti yang terakhir kali dirasakan pada Juni 2014, akan dimulai dengan laga melawan Gilles Mueller (Luksemburg) pada babak keempat, Senin. Mueller dinilai akan menyulitkan Nadal karena memiliki gaya menyerang melalui permainan servis dan voli. “Dia adalah salah satu lawan yang sulit dikalahkan di lapangan rumput,” kata Nadal, yang pernah kalah dari Mueller pada babak kedua Wimbledon 2005.

Usaha Murray untuk misi ganda, mempertahankan peringkat dan gelar juara, menghadapi tantangan dari Benoit Paire di hari yang sama. Djokovic akan melawan Adrian Mannarino, keesokan harinya.

Djokovic, yang tak kehilangan satu set pun untuk menuju babak keempat, seperti Nadal dan Roger Federer, dipuji mantan pelatihnya, Boris Becker, atas penampilan solid pada pekan pertama. Padahal, seperti diakui Djokovic, Becker pernah mengatakan, petenis Serbia itu kehilangan motivasi setelah menjuarai semua Grand Slam yang ditandai dengan juara Perancis Terbuka 2016. “Boris kenal saya dengan baik. Jadi, dia benar ketika mengatakan motivasi saya telah kembali,” kata Djokovic.

Selain “Big Four”, yang salah satu di antara mereka selalu berada dalam daftar juara Wimbledon sejak 2003, persaingan menuju gelar juara diwarnai kehadiran semifinalis 2014, Grigor Dimitrov, Dominic Thiem, serta finalis 2016, Milos Raonic, yang akan bertemu petenis muda paling bersinar, Alexander Zverev.

Kerber harus final

Di putri, posisi Kerber di puncak peringkat dunia hanya bisa dipertahankan jika dia mengulang hasil yang didapat pada musim 2016, yaitu tampil di final. Jika tidak, dua petenis akan menggantikan posisi Kerber yang akan melawan Garbine Muguruza di babak keempat untuk pertama kalinya.

Simona Halep, yang saat ini berperingkat kedua dunia, berpeluang berada di posisi teratas jika minimal bisa mencapai semifinal. Petenis yang Juni lalu tampil di final Perancis Terbuka ini pernah mencapainya pada Wimbledon 2014.

Selain Halep, yang akan melawan Victoria Azarenka pada 16 besar, posisi Kerber juga bisa digantikan Pliskova. Meski petenis Ceko ini telah tersingkir pada babak kedua, dia masih berpeluang menjadi nomor satu dunia berkat gelar juara yang didapat di Eastbourne, Inggris, sepekan sebelum Wimbledon.

Selain enam peraih gelar juara Grand Slam, persaingan pekan kedua tunggal putri juga diwarnai kehadiran tujuh petenis yang untuk pertama kalinya tampil di babak keempat Wimbledon, salah satunya Petra Martic yang lolos dari kualifikasi. (afp/reuters/iya)/Harian KOMPAS

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*