PLN: Tarif Listrik Non Subsidi Turun Rp 6/kWh

Sumber: detikNews/Rengga Sancaya

JAKARTA, Baranews.co – PLN membantah anggapan tarif listrik naik tahun ini. Yang terjadi adalah membuat subsidi lebih tepat sasaran, benar-benar untuk masyarakat miskin dan tidak mampu.

Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) mencatat ada 18,7 juta pelanggan listrik rumah tangga 900 VA yang termasuk golongan mampu dan tidak layak disubsidi.

Dari 22,8 juta pelanggan listrik rumah tangga (R-1) 900 VA, hanya 4,1 juta yang dinilai layak mendapatkan subsidi. Agar subsidi listrik tepat sasaran, maka harus dilakukan penyesuaian tarif terhadap 18,7 juta pelanggan 900 VA.

Selain itu, tarif listrik adjustment 12 golongan yang tidak disubsidi justru turun per 1 Januari 2017. Besarnya penurunan tarif adalah Rp 6/kWh.

“Sepanjang 2017 tidak ada kenaikan. Malah Januari (tarif listrik non subsidi) kemarin turun Rp 6/kWh,” kata Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN, I Made Suprateka, saat ditemui di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (7/7/2017).

Sebelumnya pada 2016 lalu, tarif listrik untuk 12 golongan sudah turun sampai Rp 120/kWh. Artinya, total penurunan tarif sudah mencapai Rp 126/kWh sejak 2016 lalu.

Pemerintah sudah menetapkan bahwa tarif listrik, baik subsidi maupun non subsidi, tidak akan mengalami kenaikan sampai akhir tahun ini. Jadi pelanggan non subsidi sudah menikmati listrik yang lebih efisien.

“12 golongan pelanggan non subsidi turun Rp 6/kWh per Januari 2017. Di 2016 juga sudah turun Rp 120/kWh. Tidak akan ada kenaikan sampai akhir tahun,” ucap Made.

PLN pun terus berupaya melakukan efisien-efisiensi agar biaya pokok penyediaan (BPP) listrik semakin rendah. Misalnya dengan memangkas penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dalam bauran energi PLN.

Pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) makin dikurangi, diganti dengan pembangkit lain yang bahan bakarnya lebih murah, misalnya pembangkit batu bara atau gas. Kalau BPP rendah, tarif listrik bisa makin terjangkau oleh masyarakat. “Kita upayakan tarif listrik turun. Misalnya dari suplai energi primer,” pungkas Made.

Sebagai informasi, penurunan tarif listrik adjustment untuk pelanggan PLN 12 golongan pada Januari 2017 berkisar antara Rp 5,44 per kWh sampai Rp 6,92 per kWh.

Untuk golongan tegangan rendah (TR) mengalami penurunan Rp 5,44 per kWh dari Desember 2016 sebesar Rp 1.472,72 per kWh menjadi Rp 1.467,28 per kWh pada Januari 2017. Sementara untuk golongan tegangan menengah (TM) mengalami penurunan tarif sebesar Rp 6,49 per kWh. Semula Rp 1.121,23 per kWh pada Desember 2016 menjadi Rp 1.114,74 per kWh pada Januari 2017.

Lalu, untuk golongan tegangan tinggi (TT) juga mengalami penurunan dari Desember 2016 sebesar Rp 1.003,66 per kWh menjadi Rp 996,74 per kWh di Januari 2017 atau sebesar Rp6,92 per kWh.

Berikut daftar 12 golongan pelanggan PLN yang mendapat penurunan tarif sejak Januari 2017:

1. Rumah Tangga R-1/Tegangan rendah (TR) daya 1.300 VA.
2. Rumah Tangga R-1/TR daya 2.200 VA.
3. Rumah Tangga R-2/TR daya 3.500 VA sampai dengan 5.500 VA.
4. Rumah Tangga R-3/TR daya 6.600 VA ke atas.
5. Bisnis B-2/TR daya 6.600VA sampai dengan 200 kVA.
6. Bisnis B-3/Tegangan Menengah (TM) daya di atas 200 kVA.
7. Industri I-3/TM daya di atas 200 kVA.
8. Industri I-4/Tegangan Tinggi (TT) daya 30.000 kVA ke atas.
9. Kantor Pemerintah P-1/TR daya 6.600 VA sampai dengan 200 kVA.
10. Kantor Pemerintah P-2/TM daya di atas 200 kVA.
11. Penerangan Jalan Umum P-3/TR.
12. Layanan khusus TR/TM/TT. (mca/hns)/Michael Agustinus – detikFinance/bh

Be the first to comment

Leave a Reply