Tunda Pengoperasian Truk

Kendaraan pemudik mengantre saat arus balik sebelum masuk pintu tol Palimanan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis (29/6). Diperkirakan dalam tiga hari ini arus balik kendaraan akan meningkat hingga pada hari Minggu. (Sumber: KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA)

*Dua Kapal Gratis Disiapkan

Arus Balik Mudik-Anak-anak melihat antrean kendaraan pemudik saat melintasi pintu tol Palimanan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis (29/6). Diperkirakan dalam tiga hari ini arus balik kendaraan akan meningkat hingga pada hari Minggu.
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA

Arus Balik Mudik-Anak-anak melihat antrean kendaraan pemudik saat melintasi pintu tol Palimanan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis (29/6). Diperkirakan dalam tiga hari ini arus balik kendaraan akan meningkat hingga pada hari Minggu.

JAKARTA, Baranews.co – Kementerian Perhubungan mengimbau para pengusaha truk agar menunda pengoperasian armada mereka hingga Minggu (2/7) pukul 24.00 demi mencegah kemacetan parah saat puncak arus balik. Imbauan itu disambut positif oleh Asosiasi Logistik Indonesia.

Kendaraan pemudik mengantre saat arus balik sebelum masuk pintu tol Palimanan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis (29/6). Diperkirakan dalam tiga hari ini arus balik kendaraan akan meningkat hingga pada hari Minggu.
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA

Kendaraan pemudik mengantre saat arus balik sebelum masuk pintu tol Palimanan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis (29/6). Diperkirakan dalam tiga hari ini arus balik kendaraan akan meningkat hingga pada hari Minggu.

“Untuk mengantisipasi kemacetan pada puncak arus balik karena beroperasinya truk bersumbu tiga atau lebih, kami mengirim surat kepada Korps Lalu Lintas Polri. Dalam surat itu, kami meminta agar Korlantas mengimbau operator mobil barang sumbu tiga atau lebih untuk menunda pengoperasian armada hingga Minggu (2/6) pukul 24.00,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Pudji Hartanto, Kamis kemarin, di Jakarta.

Arus balik dari arah Kota Tasikmalaya dan Kota Garut semakin meningkat di Jalan Raya Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (29/6). Puncak arus balik di jalur itu diperkirakan pada Jumat hingga Minggu (2/6). Arus lalu lintas tersendat di pasar dan pusat penjualan oleh-oleh.
KOMPAS/NIKSON SINAGA

Arus balik dari arah Kota Tasikmalaya dan Kota Garut semakin meningkat di Jalan Raya Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (29/6). Puncak arus balik di jalur itu diperkirakan pada Jumat hingga Minggu (2/6). Arus lalu lintas tersendat di pasar dan pusat penjualan oleh-oleh.

Imbauan itu dikemukakan karena berdasarkan peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat, pembatasan operasional bagi mobil barang dengan sumbu tiga atau lebih akan berakhir pada Kamis pukul 24.00. Kehadiran truk di jalan tol dan jalan arteri dikhawatirkan bakal memperparah kemacetan pada puncak arus mudik, Jumat ini dan Sabtu besok.

Senja mengiringi perjalanan pemudik pada arus balik saat melintasi Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis (29/6). Diperkirakan, dalam tiga hari ini arus balik kendaraan akan meningkat hingga pada hari Minggu.
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA

Senja mengiringi perjalanan pemudik pada arus balik saat melintasi Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis (29/6). Diperkirakan, dalam tiga hari ini arus balik kendaraan akan meningkat hingga pada hari Minggu.

Jika ada truk yang tetap beroperasi pada puncak kemacetan, kata Pudji, polisi diharapkan melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengeluarkannya dari jalan tol dan memarkirkan di tempat parkir berskala besar yang ada di rumah makan sepanjang pantai utara Jawa Barat. Jika lalu lintas normal, truk-truk tersebut akan kembali diberangkatkan.

Kendaraan pemudik menuju Jakarta mengantre menjelang masuk pintu Jalan Tol Palimanan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis (29/6). Diperkirakan, arus balik kendaraan akan meningkat hingga hari Minggu (2/7).
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA

Kendaraan pemudik menuju Jakarta mengantre menjelang masuk pintu Jalan Tol Palimanan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis (29/6). Diperkirakan, arus balik kendaraan akan meningkat hingga hari Minggu (2/7).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, Kemenhub telah berkoordinasi dengan asosiasi truk serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin). Dari hasil diskusi, Kadin dan asosiasi truk sepakat membuat lalu lintas lebih lancar.

“Jika lalu lintas lancar, truk masih boleh melintas. Namun, jika lalu lintas tidak ada pergerakan, kami minta toleransinya untuk diberhentikan dahulu. Karena itu, kami imbau kalau masih bisa ditunda pengoperasiannya, ditunda dulu,” kata Budi.

Imbauan Kemenhub untuk menunda pengoperasian armada bagi kendaraan angkutan barang menjadi Senin (3/7) pukul 00.01 tidak mengganggu pengusaha. Sebab, kebanyakan sopir truk dan pabrik masih libur dan mulai beraktivitas pada Senin.

“Perubahan larangan truk menjadi tujuh hari seusai Lebaran sudah bagus karena sopir truk juga belum kembali bekerja dan masih banyak pabrik yang belum beroperasi,” ujar Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldy Masita, Kamis.

Namun, Zaldy meminta agar pada masa depan pemerintah tidak mendadak saat mengubah larangan. Perubahan mendadak itu dapat membuat pengusaha terlambat mengantisipasi.

“Seharusnya dari awal saja ditetapkan larangan sampai tujuh hari sesudah Lebaran. Pengusaha itu bekerja berdasarkan perhitungan yang menyesuaikan regulasi pemerintah,” ujar Zaldy.

Zaldy meminta pemerintah memberikan dispensasi bagi truk pengangkut bahan kebutuhan pokok dan air mineral untuk tetap beroperasi. Dua hal itu merupakan barang vital sehingga pasokannya harus dijaga.

Ia mengatakan, setiap hari ada sekitar 30.000 unit truk yang bergerak di Pulau Jawa untuk mengantarkan barang.

Angkutan gratis

Untuk mengurangi kepadatan dan menekan jumlah kecelakaan, Menhub Budi Karya meminta agar masyarakat memanfaatkan angkutan balik gratis yang telah disiapkan pemerintah. Berdasarkan data dari Posko Terpadu Kementerian Perhubungan, arus balik gratis dilayani dengan kapal dari Semarang menuju Jakarta, yakni KM Mutiara Sentosa III dan KM Dobon Solo.

KM Mutiara Sentosa III mulai mengangkut arus balik pada Kamis pukul 16.00. Untuk KM Dobonsolo jadwal keberangkatannya Jumat ini pukul 16.00, Minggu pukul 16.00, Selasa pukul 16.00, dan Kamis (6/7) pukul 16.00. Total kuota balik gratis dengan kapal 11.000 penumpang.

Dari total 11.000 kuota penumpang untuk balik gratis, pendaftarnya baru 1.314 orang dengan jumlah sepeda motor 633 unit. Sementara untuk balik gratis dengan penitipan sepeda motor ke kereta api kuotanya 9.744 unit.

“Kapasitas angkutan gratis memang belum signifikan dibandingkan dengan total pemudik yang mencapai sekitar 5 juta orang sampai 10 juta orang pada tahun ini. Namun, akan bagus saat jumlahnya mencapai 100.000 pemudik. Kami akan terus kembangkan kapal laut dari Jakarta ke Jawa Tengah dan Jawa Timur,” kata Budi.

Jalan darurat dibuka

Pada Kamis pagi, jalan darurat Gringsing-Brebes dibuka satu arah ke barat. Pembukaan ini untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas di jalan pantura Jawa Tengah.

Kepala Humas PT Jasa Marga Semarang Batang Iwan Arbianto mengatakan, pembukaan jalan darurat itu mulai pukul 06.20 didampingi pihak kepolisian.

Sejak dibuka, arus lalu lintas di jalan tol itu langsung padat, tetapi masih lancar. Polisi berjaga di jalan itu setiap 5 kilometer.

Arus balik mulai meningkat di Jalan Tol Palimanan-Cikopo. Antrean sepanjang 2 kilometer terjadi di gerbang masuk jalan tol menuju Jakarta. Berdasarkan data PT Lintas Marga Sedaya, hingga pukul 14.00 jumlah kendaraan menuju Jakarta mencapai 22.289 unit. Jumlah ini meningkat 13 persen dibandingkan dengan periode yang sama sehari sebelumnya.

Di jalur selatan Jawa Barat, sistem buka-tutup arus lalu lintas mulai diberlakukan karena meningkatnya arus balik. Sistem buka tutup dilakukan pada jalur Tasikmalaya-Nagreg, sedangkan pada jalur Kabupaten Kota Garut-Nagreg belum diberlakukan.

Pantauan Kompas, arus lalu lintas dari arah Tasikmalaya menuju Nagreg hingga Kota Bandung mulai padat. Arus lalu lintas tersendat ketika memasuki Jalan Raya Limbangan. Laju kendaraan melambat karena banyak kendaraan yang keluar masuk Pasar Limbangan.

Setelah melewati pasar itu, arus lalu lintas juga tetap tersendat karena kendaraan harus mengantre untuk melewati Simpang Cikaledong, Kabupaten Bandung. Simpang itu adalah jalan layang untuk menghubungkan Jalan Raya Limbangan ke Jalan Lingkar Nagreg. Arus lalu lintas di simpang itu mulai lancar ketika diberlakukan sistem buka- tutup.

Penyeberangan

Dari Sumatera, jumlah pemudik yang kembali menyeberang dari Pelabuhan Bakauheni ke Pelabuhan Merak baru mencapai 21 persen dari arus mudik.

“Puncak arus balik diperkirakan bakal terjadi pada Jumat sampai Minggu,” kata pegawai Humas PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) Cabang Merak Mario Sardadi Utomo. (ESA/RAM/BKY/NSA/BAY/D12/IKI/DIT/RWN/ADY/BRO/ECA)/Harian KOMPAS

Be the first to comment

Leave a Reply