Misi Meredam “Remontada”, Luis Enrique: Kami Harus Cetak Enam Gol Lagi

Sumber: HariaN KOMPAS

BARCELONA, Baranews.co – Meski sudah unggul 3-0, kegelisahan Juventus terasa jelang laga kedua perempat final Liga Champions, Kamis (20/4) dini hari WIB. Mereka akan menghadapi Barcelona, tim yang mampu membuat keajaiban.

Juventus tidak ingin bernasib sama seperti Paris Saint-Germain yang sudah merasakan remontada atau kebangkitan Barcelona pada laga kedua babak 16 besar. Waktu itu, Barcelona membalikkan kekalahan 0-4 pada laga pertama menjadi kemenangan 6-1 pada laga kedua.

Pemain Barcelona, Lionel Messi (kiri), Luis Suarez (tengah), dan Neymar, mengikuti latihan di pusat latihan Joan Gamper, Barcelona, Selasa (18/4), jelang laga kedua perempat final Liga Champions melawan Juventus. Barca kalah 0-3 pada pertemuan pertama.
REUTERS/ALBERT GEA

Pemain Barcelona, Lionel Messi (kiri), Luis Suarez (tengah), dan Neymar, mengikuti latihan di pusat latihan Joan Gamper, Barcelona, Selasa (18/4), jelang laga kedua perempat final Liga Champions melawan Juventus. Barca kalah 0-3 pada pertemuan pertama.

Pelatih Juventus Massimiliano Allegri tahu betul ancaman ini. Saat Allegri mengasuh AC Milan dan menghadapi Barcelona pada babak 16 besar Liga Champions musim 2012-2013, Milan lebih dahulu mengalahkan Barcelona, 2-0. Namun, Barcelona membalas 4-0 pada laga kedua.

“Saya tak tahu apakah keunggulan 3-0 ini sudah cukup bagi kami,” kata striker Juventus, Gonzalo Higuain, seperti dikutip Footbal Italia. Pada laga pertama lalu, Higuain belum berhasil menjebol gawang Barcelona.

Jika tidak ingin keajaiban Barcelona terulang dua kali pada musim ini, penggawa Juventus wajib menyembunyikan kegelisahan mereka saat memasuki Stadion Camp Nou yang terkenal angker bagi tim lawan. “Mereka (Barcelona) seperti hiu, bisa mencium kegelisahan lawan seperti hiu mencium darah,” kata bek Juventus, Giorgio Chiellini.

Juventus harus bisa mempertahankan gaya bermain menekan seperti yang telah diperagakan pada laga pertama. Trio MSN Barcelona, yaitu Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar, harus bisa kembali “dikawal” dua pemain Juventus sehingga ketiganya bakal kesulitan merancang serangan berbahaya.

Pemain penyerang, seperti Mario Mandzukic dan Juan Cuadrado, tetap harus kembali bekerja keras untuk selalu berlari ke belakang membantu memperkuat pertahanan. Permainan menekan seperti itu sukses mematikan tiki-taka Barcelona.

Di Camp Nou nanti, Juventus punya sedikit masalah karena striker Paulo Dybala baru saja mengalami cedera engkel saat melawan Pescara, akhir pekan lalu. Pemain yang menyumbang dua gol pada pertandingan pertama itu diragukan bisa kembali tampil maksimal saat bermain di Camp Nou.

Enam gol

Untuk mewujudkan remontada kedua mereka, Barcelona membutuhkan minimal empat gol tanpa balas untuk melaju ke semifinal. “Kami tidak punya strategi terbaik selain menyerang,” kata gelandang Barca, Andres Iniesta.

Pelatih Barcelona Luis Enrique awalnya memperkirakan Juventus bisa mencetak satu gol di Camp Nou. Jika demikian, Barcelona hanya butuh lima gol untuk bisa melaju ke semifinal.

“Oh, Allegri sudah bilang akan cetak dua gol? Kalau benar begitu, perhitungan saya salah. Kami harus cetak 6 gol,” kata Enrique dalam jumpa pers jelang laga.

Enrique tidak sekadar asal menyebut angka. Saat jumpa pers jelang laga kedua melawan PSG, Enrique juga mengatakan timnya akan mencetak enam gol dan itu terbukti. Apalagi, Enrique mengatakan timnya kini tanpa beban sehingga bisa bermain lepas. Tekanan terbesar justru di pundak Juventus yang sudah menginjakkan satu kaki di semifinal.

“Juventus harus berpikir keras apakah mau bertahan atau menyerang. Kalau kami hanya akan menyerang, menyerang, menyerang, rileks sebentar, dan menyerang lagi,” kata Enrique.

Neymar, yang memberikan sentuhan ajaib saat mengalahkan PSG, juga optimistis Barcelona bisa kembali mengulang kisah epik mereka. “Kami menghadapi lawan-lawan yang berbeda, tetapi Barcelona tetaplah tim yang bisa bangkit kembali,” katanya.

Lini tengah Barcelona pun akan lebih solid untuk mendukung serangan yang akan dilancarkan karena gelandang bertahan Sergio Busquets sudah bisa kembali dimainkan.

Pada laga pertama, Busquets absen akibat hukuman akumulasi kartu. Kehadiran Busquets diharapkan bisa mematikan inisiatif serangan yang dibangun lini tengah Juventus. (AP/AFP/Reuters/DEN)/Harian KOMPAS

Be the first to comment

Leave a Reply