ROGER FEDERER: Mendengar Tubuh dan Hati

Roger Federer berpose setelah menjuarai ATP World Tour Masters 1000 Indian Wells setelah mengalahkan Stanislas Wawrinka 7-6, 6-4. (Sumber: kompas.com/USA TODAY SPORTS/JAYNE KAMIN-ONCEA)

Usia adalah musuh bagi sebagian besar orang, tetapi tidak bagi Roger Federer. Dia bertahan di tengah ketatnya persaingan tenis profesional. Dua gelar pada 2017, bahkan, memunculkan topik Federer memulai lagi kariernya menuju puncak di usia 35 tahun.

Roger Federer berpose setelah menjuarai ATP World Tour Masters 1000 Indian Wells setelah mengalahkan Stanislas Wawrinka  7-6, 6-4.
              USA TODAY SPORTS/JAYNE KAMIN-ONCEA
Roger Federer berpose setelah menjuarai ATP World Tour Masters 1000 Indian Wells setelah mengalahkan Stanislas Wawrinka 7-6, 6-4.

Dua gelar juara yang didapat dari tiga turnamen yang diikutinya berasal dari turnamen besar, yaitu Grand Slam Australia Terbuka dan ATP World Tour Masters 1000 Indian Wells.

Gelar itu membawa Federer pada berbagai rekor, salah satunya juara tertua turnamen ATP Masters 1000. Federer menjuarai ATP Indian Wells, Minggu (19/3), pada usia 35 tahun 7 bulan, lebih tua daripada Andre Agassi yang berusia 34 tahun 3 bulan saat menjuarai ATP Cincinnati 2004.

Trofi juara itu diraih setelah Federer lolos dari undian “neraka” di seperempat pul bawah. Dia berada satu pul dengan Novak Djokovic, Rafael Nadal, Juan Martin del Potro, dan Nick Kyrgios. Di final, dia menundukkan Stanislas Wawrinka.

Sekitar 1,5 bulan sebelumnya, Federer meraih gelar Grand Slam ke-18 ketika menjuarai Australia Terbuka. “Menjuarai Austalia Terbuka seolah memecahkan masalah saya. Itu adalah gelar Grand Slam paling istimewa,” kata Federer dalam majalah gaya hidup pria, GQ, versi digital, Senin (20/3).

Federer pantas lega karena menjadi yang terbaik di Melbourne. Dia melewati masa suram di enam bulan terakhir 2016, absen dari turnamen karena cedera. Gelar itu juga didapat setelah Federer terakhir kali meraih gelar Grand Slam di Wimbledon 2012.

Gelar juara Australia Terbuka dan Indian Wells juga menempatkan Federer di posisi ke-6 daftar peringkat dunia yang dirilis ATP pada Senin. Dia naik empat peringkat dari pekan sebelumnya dan 10 peringkat sejak awal musim.

 Roger Federer
GETTY IMAGES/TOM DULAT
 Roger Federer
GETTY IMAGES/CLIVE BRUNSKILL

Posisi tersebut melebihi targetnya pada musim ini, yaitu di peringkat delapan besar setelah Wimbledon, pada Juli. Mantan petenis Australia, Todd Woodbridge, bahkan memprediksi Federer masih bisa kembali ke puncak peringkat dunia seperti pada 2004-2008 dan 2010.

Federer masih menginginkan status tersebut. Namun, itu tak lagi menjadi prioritasnya. Seperti di awal musim, petenis Swiss itu kembali menegaskan prioritasnya. “Saya ingin selalu sehat, menikmati turnamen, dan mencoba untuk juara,” katanya, dikutip dari ESPN.

Pada usia 35 tahun, Federer bersaing dengan pola pikir baru. Setelah menjalani hidup dalam disiplin yang keras sebagai seorang petenis profesional, sejak 1998, kini dia mendengar tubuh dan hatinya. “Saya tidak ingin sekadar ikut turnamen, asal bermain, melakukan perjalanan dari satu negara ke negara lain, lalu kelelahan. Itu bukan cara saya bermain,” katanya.

Pola pikir itu dia terapkan dengan lebih selektif dalam memilih turnamen di musim 2017. Direncanakan, Federer akan mengikuti 16 turnamen yang sebagian besar merupakan turnamen ATP Masters 1000 dan Grand Slam.

“Anda akan memiliki perspektif yang lebih baik saat Anda semakin tua. Tetapi, terkadang, Anda menginginkan lebih karena waktu tidak berpihak kepada Anda,” kata Federer.

Perjalanan Federer menuju masa emas kedua dalam kariernya berlanjut di ATP Masters Miami, 22 Maret-2 April. Dia bertekad menjuarai dua turnamen berturut-turut.

“Saya tahu akan sulit menjuarai Indian Wells dan Miami secara beruntun. Tetapi, untuk itulah, saya datang ke Miami,” kata Federer. (AFP/IYA)/Harian KOMPAS

Petenis Swiss,  Roger Federer, mengawali musim ini dengan  meraih gelar Grand Slam Australia Terbuka dan ATP World Tour Masters 1000 Indian Wells. Capaian itu menandai kebangkitan kembali Federer. Tampak petenis yang kini berperingkat keenam dunia itu  berpose di depan Jembatan  Charles, di Praha, Ceko, 20 Februari, menyambut turnamen Piala Laver.
GETTY IMAGES/THE LAVER CUP/CLIVE BRUNSKILL
Petenis Swiss, Roger Federer, mengawali musim ini dengan meraih gelar Grand Slam Australia Terbuka dan ATP World Tour Masters 1000 Indian Wells. Capaian itu menandai kebangkitan kembali Federer. Tampak petenis yang kini berperingkat keenam dunia itu berpose di depan Jembatan Charles, di Praha, Ceko, 20 Februari, menyambut turnamen Piala Laver.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*