Canda Tawa Jokowi dan WNI di Australia

“Dalam sehari saat pendaftaran acara temu masyarakat dibuka, tanggal 21 Februari yang lalu, seluruh kapasitas ruangan ini yang berjumlah 2.500 orang langsung terisi. Ini luar biasa,” kata Nadjib dalam laporannya.

Baranews.co – Presiden Joko Widodo melawat ke Australia dalam rangka kunjungan kenegaraan.

Usai menuntaskan pertemuan dengan Perdana Menteri Australia Maloclm Turnbull, Jokowi bertemu warga negara Indonesia yang berdomisili di Australia.

Pertemuan dilangsungkan di Darling Harbour Theatre, Sydney, Minggu (26/2/2017). Gedung tampak penuh.

Acara ini juga disiarkan melalui live streaming Periscope yang ditonton lebih dari 50,2 ribu orang.

Menurut Duta Besar RI untuk Australia Nadjib Riphat Kesoema, warga yang hadir dalam acara itu sebanyak 2.500 orang.

“Dalam sehari saat pendaftaran acara temu masyarakat dibuka, tanggal 21 Februari yang lalu, seluruh kapasitas ruangan ini yang berjumlah 2.500 orang langsung terisi. Ini luar biasa,” kata Nadjib dalam laporannya.

Usai Nadjib menyampaikan laporannya, giliran Jokowi bicara. Mantan wali kota Solo ini mengawalinya dengan canda.

“Yang hadir di sini, berapa tadi? 2.500, mau nonton konser?” tanya Jokowi. Gedung riuh dengan tawa.

“Kayak mau nonton konser saja,”

Dan, yang mengejutkan, layaknya kunjungan ke daerah, di Sydney Jokowi juga bagi-bagi sepeda. Gedung lagi-lagi riuh saat Jokowi mengumumkan kuis sepeda.

“Biasanya kalau ke daerah itu, saya selalu memberi kuis (berhadiah) sepeda. Tapi di sini, saya mikir, bawanya seperti apa,” ujar Jokowi. Tawa hadirin pecah.

Jokowi yang berjanji mengirim hadiah dari Jakarta kemudian menunjuk seorang bernama Mika untuk menjawab pertanyaan kuis sepeda.

“Kalau ini pertanyaannya jangan nama ikan, terlalu mudah,” kata Jokowi. Penonton tertawa lagi.

Jokowi meminta Mika untuk menyebutkan tujuh suku yang ada di Indonesia. Mika lalu menyebut Dayak, Baduy, Jawa, Bugis, Batak dan Sunda.’

“Apa lagi?” tanya Jokowi.

“Suku Papua,” Jawab Mika.

“Papua itu banyak ada suku Asmat, banyak sekali. Apa lagi?”

“Pak saya deg-degan pak, di depan saya enggak bisa mikir Pak,” kata Mika. Lagi-lagi tawa riuh seisi gedung.

Tapi akhirnya, Mika menjawab suku Betawi sebagai suku ketujuh.

Jokowi kemudian memerintahkan stafnya untuk mencatat nama dan alamat Mika.

“Terima kasih Pakde,” kata Mika sambil berlalu.

“Saya kirim sepeda nanti,” ujar Jokowi. Penonton lagi-lagi terbahak.

Lebaran kuda

Jokowi kemudian memulai pidato dengan janji tak akan membahas persoalan politik. Ekonomi jadi tema yang dibicarakan.

“Saya enggak mau bicara soal politik. Pusing,” kata dia.

Di depan WNI, Jokowi kembali membanggakan pertumbuhan ekonomi RI pada 2016 yang sebesar 5,02 persen. Menurut Jokowi, pertumbuhan ekonomi Indonesia secara global, berada di peringkat ketiga.

Jokowi juga menggambarkan inflasi yang dari tahun ke tahun menurun.

“Posisi inflasi kita, yang sebelumnya 8,3 persen pada 2015 bisa kita tarik ke 3,35 persen dan 2016 menjadi 3,02 persen. Artinya pengendalian harga betul-betul bisa kita kontrol dengan baik,” beber Jokowi.

Di samping itu, Jokowi memamerkan capaian pembangunan infrastruktur di berbagai daerah yang saat ini sedang digeber.

“Kalau (hanya) tergantung pada APBN, ya sampai kiamat tak akan selesai. Padahal rakyat butuh. Provinsi butuh pelabuhan, airport, jalan tol. Kalau kita mengandalkan dari APBN enggak akan kita milki sampai….(Jokowi sempat terhenti, terdengar sahutan dari arah penonton: Lebaran Kuda). Saya enggak ngomong itu,” ujar Jokowi. Penonton riuh tertawa.

Presiden juga bicara soal optimisme pembangunan pembangkit listrik 35.000 watt.

Menurut Jokowi, selama 71 tahun merdeka, Indonesia hanya memiliki pembangkit listrik dengan daya 53.000 Megawatt. Dan pemerintahannya saat ini sedang mengupayakan pembangunan 35.000 megawatt dalam jangka waktu lima tahun.

“Banyak yang bilang enggak mungkin,” kata Jokowi.

Tapi, sambung mantan Gubernur DKI Jakarta ini, jika pada akhirnya hanya tuntas sebesar 25.000 megawatt, itupun sebuah loncatan yang terbilang luar biasa.

“Saya meyakini di atas itu masih bisa. Ini kita masih punya waktu 2.5 tahun lebih,” tutur Presiden.

Kedatangan Jokowi ke gedung tersebut disambut meriah. Banyak di antara mereka yang datang ingin menyalami Presiden dan berfoto bersama. Kepulangannya pun demikian. Para WNI berdesakan ingin berfoto bersama Kepala Negara.

View image on TwitterView image on TwitterView image on TwitterView image on Twitter

Temu warga Indonesia di Sydney. Ramai, meriah banget. Tadi ada 2.500 warga yang hadir. Optimis Indonesia akan lebih baik -Jkw

Menurut Nadjib, yang datang ke tempat pertemuan bukan hanya berasal dari Sydney, namun juga ada dari Canberra, Melbourne, dari Wolongong, Brisbane, dan dari kota-kota lainnya. (kompas.com/hp)

Be the first to comment

Leave a Reply